PKB: Kaderisasi Jadi Jantung Partai, Fokus pada Kualitas Kader

Kaderisasi sebagai Fondasi Utama Kekuatan Partai

Wakil Ketua Umum DPP PKB, M Hanif Dhakiri, menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi utama kekuatan partai. Ia menyebut, kaderisasi merupakan “jantung” yang menentukan hidup dan bergeraknya partai politik. Hal itu disampaikannya dalam acara Halalbihalal dan Penghargaan Kaderisasi di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).

Hanif menyebut, selama ini kaderisasi kerap dipandang sebagai kerja politik yang tidak terlihat karena bersifat sunyi. “Kaderisasi selama ini adalah kerja-kerja politik yang sunyi, kerja-kerja politik yang sepi, kerja-kerja politik yang mungkin tidak ada yang lihat, tapi malam hari ini kita benar-benar bisa melihat hasilnya. Ada 145 ribu alumni kaderisasi secara nasional,” ujar Hanif.

Dampak Langsung Kaderisasi terhadap Kekuatan Elektoral

Hanif mengatakan, kaderisasi memiliki dampak langsung terhadap kekuatan elektoral partai. Ia bahkan memproyeksikan kontribusi kaderisasi terhadap perolehan kursi legislatif jika dijalankan secara konsisten. “Jadi sampai akhir 2028, insyaallah LKN (Lembaga Kaderisasi Nasional) bisa menyumbang sekitar 21 kursi DPR RI,” tuturnya.

Meski demikian, ia menekankan, kaderisasi bukan semata soal menambah suara, melainkan membangun kualitas kader yang mampu menjadi pemimpin. “Kita semua bisa berbangga sebagai kader partai politik bahwa PKB merupakan salah satu yang memang menjadikan kaderisasi ini sebagai jantung politik partai.”

Struktur dan Kaderisasi: Perbedaan yang Penting

“Struktur kuat, struktur ada itu satu hal, tetapi kaderisasi adalah jantung partai. Jadi kalau diibaratkan struktur partai itu seperti tubuh, sementara kaderisasi adalah jantungnya,” lanjutnya. Menurut Hanif, tanpa kaderisasi yang berjalan, struktur partai hanya akan menjadi formalitas tanpa pergerakan nyata.

“Kalau strukturnya lengkap tapi tidak bergerak, itu kan bukan menjadi gerakan namanya, tapi menjadi kayak semacam katalog gitu kan jadi katalog aja, katalog struktur PKB gitu. Karena lengkap strukturnya ada pengurusnya ada tetapi tidak tidak bergerak,” ujar Hanif.

Kaderisasi sebagai Instrumen untuk Gerakan Partai

“Nah, oleh karena itulah kaderisasi menjadi salah satu instrumen untuk memastikan agar partai ini bergerak terus-menerus agar partai ini bisa terus hadir di tengah-tengah masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan yang memiliki dampak,” sambungnya.

Ia juga menyinggung arahan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), agar partai dan kadernya mampu “naik kelas”, baik dari cara berpikir maupun cara kerja. “Kita harus naik kelas sebagai politisi, PKB juga harus naik kelas sebagai partai politik. Naik kelas itu apanya? Naik kelas mulai dari soal cara berpikirnya. Kalau dulu cara berpikir kita misalnya reaksioner kita harus berpikir yang lebih visioner,” kata Hanif.

Kerja Politik yang Berdampak dan Tidak Sekadar Seremonial

Hanif menilai, kerja politik ke depan harus lebih berdampak dan tidak sekadar seremonial, terutama di tengah dominasi generasi muda dalam pemilih. “Kerja-kerja yang berdampak itu jauh lebih penting daripada keriuhan-keriuhan yang tidak memiliki dampak apa-apa,” ujar Hanif.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas kader menjadi kebutuhan mendesak agar partai mampu menjawab tantangan zaman. “Kualitas sumber daya manusia, kualitas kader-kader PKB ini menjadi penting untuk terus ditingkatkan agar kelasnya menjadi kelas pemimpin, bukan hanya sekadar kelas politisi,” kata Hanif.

Perbedaan antara Politisi dan Pemimpin

Menurut dia, perbedaan antara politisi dan pemimpin terletak pada tanggung jawab dalam mencapai tujuan bersama. “Kalau politisi orientasinya hanya memenangkan pemilu, sementara kalau pemimpin, dia adalah orang yang bertanggung jawab untuk bisa mencapai tujuan bersama,” ucapnya.

Dalam konteks politik yang semakin kompetitif dan pragmatis, Hanif menilai kekuatan utama PKB ada pada kualitas kadernya. “Salah satu yang paling bisa diandalkan oleh PKB adalah keunggulan kader-kadernya. Jadi PKB harus memastikan bahwa kader-kader kita di semua tempat itu unggul, kader-kader kita di semua tempat itu kompeten, kader-kader kita di semua tempat itu memiliki keberpihakan yang jelas kepada masyarakat,” kata dia.

Proses Pembentukan Karakter dan Nilai

Hanif juga menegaskan bahwa kaderisasi merupakan proses pembentukan karakter dan penanaman nilai, bukan sekadar pelatihan. “Ketika teman-teman menjalankan kaderisasi terutama para instruktur itu kan bukan hanya semata-mata pelatihan itu juga pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai, penegakan disiplin politik dan lain sebagainya termasuk juga bagaimana agar memiliki orientasi politik ke depan,” ungkap Hanif.

Kaderisasi sebagai Jalan Utama PKB

Hanif mengingatkan agar seluruh jajaran partai tidak cepat puas dengan capaian yang ada. Menurutnya, penghargaan kaderisasi harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kinerja ke depan. Ia juga mendorong rekrutmen kader dari kalangan muda dan perempuan sebagai bagian dari strategi menghadapi Pemilu 2029.

Hanif menegaskan, kaderisasi merupakan jalan utama PKB dalam menjaga identitas dan keberlanjutan partai. “Kaderisasi ini memang jalan politik kita, bukan jalan yang lain,” tuturnya. Ia optimistis, dengan kaderisasi yang kuat, PKB tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus berkembang dan mencapai target politik ke depan.

Capaian Kaderisasi PKB dalam Kurun Waktu Satu Tahun

Ketua LKN DPP PKB, Zainul Munasichin, memaparkan berbagai capaian program kaderisasi yang telah dijalankan partainya dalam kurun hampir satu tahun terakhir. Ia menyebut, kaderisasi dilakukan secara masif di berbagai tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah, dengan jumlah angkatan dan peserta yang besar.

“Perlu kami sampaikan bahwa selama hampir satu tahun kita berjalan, total angkatan kaderisasi yang sudah kita tempuh ya, yang sudah kita laksanakan adalah 1.560 angkatan seluruh Indonesia. Dengan total kaderisasi yang sudah kita lulus dari kaderisasi kita adalah 144.872 kader di seluruh Indonesia,” ujar Zainul.

Program Kaderisasi yang Dilaksanakan

Zainul merinci, salah satu program kaderisasi yang dijalankan adalah Pendidikan Kader Penggerak Bangsa. “Selanjutnya dari capaian yang ada itu, khusus untuk Pendidikan Kader Penggerak Bangsa yang diselenggarakan oleh para anggota DPR RI kita sebanyak 68 anggota DPR RI kita sudah mencapai 58 angkatan dengan total peserta 8.181 orang. Ini adalah kaderisasi tingkat menengah yang diselenggarakan oleh anggota DPR RI Fraksi PKB,” ungkapnya.

Kaderisasi di Tingkat Daerah

Selain itu, kaderisasi juga dilakukan melalui Pendidikan Instruktur Kader Loyalis di tingkat wilayah. Di tingkat daerah, program Sekolah Kader Perubahan yang digelar anggota DPRD menjadi salah satu yang paling besar dari sisi jumlah peserta.

“Selanjutnya Pendidikan untuk Sekolah Kader Perubahan. Ini adalah kaderisasi yang digelar oleh anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Ini adalah angkatan dan juga jumlah peserta terbesar dalam kaderisasi yang kita selenggarakan. Total ada 900 angkatan ya seluruh Indonesia dengan total peserta 68.401 peserta,” jelasnya.

Kaderisasi di Tingkat Cabang dan Badan Partai

Kaderisasi juga menyasar struktur partai di tingkat cabang melalui Pendidikan Kader Loyalis yang diselenggarakan DPC. Selain itu, kaderisasi juga dilakukan melalui badan-badan partai. “Pendidikan Kader Badan Partai atau Digbar kita punya enam badan partai. Dari enam badan partai ini total angkatan kaderisasinya mencapai 241 angkatan dengan total peserta 28.850 peserta,” ujar Zainul.

Penghargaan untuk Kader dan Lembaga yang Berkontribusi

Zainul menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kaderisasi selama sekitar 10 bulan terakhir. Ia menambahkan, pihaknya memberikan penghargaan kepada kader dan lembaga yang dinilai berkontribusi besar dalam kaderisasi sebagai bentuk apresiasi. Penghargaan tersebut diharap dapat menjadi pemicu bagi seluruh struktur partai untuk semakin aktif menjalankan kaderisasi.

“Kita ingin penghargaan ini bisa memantik semangat sekaligus menginspirasi bagi person-person yang lain, pengurus partai PKB di semua tingkatan untuk semakin giat melakukan kaderisasi,” tuturnya.

Kaderisasi sebagai Tolok Ukur Penilaian Kinerja Partai

Zainul menyebut, kaderisasi ke depan akan dijadikan tolok ukur dalam penilaian kinerja partai, termasuk dalam proses restrukturisasi kepengurusan. Ia bahkan mengusulkan agar kaderisasi menjadi syarat dalam pengisian jabatan strategis di tingkat daerah. “Pada saat restrukturisasi DPW, syarat mengikuti kaderisasi diberlakukan untuk seluruh ketua DPW dan juga KSB DPW PKB seluruh Indonesia. Kami berharap nanti pada saat menata DPC maka KSB DPC wajib sudah mengikuti pendidikan kader minimal kader tingkat pertama kader loyalis,” katanya.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *