Daerah  

Kaleidoskop 2025: Jakarta Terancam Tenggelam, Tanggul Retak, Laut Naik



JAKARTA – Selama tahun 2025, sejumlah tanggul laut di Jakarta Utara mengalami kerusakan yang memicu kekhawatiran publik terhadap ancaman banjir rob dan potensi tenggelamnya wilayah pesisir Ibu Kota. Retakan, rembesan air laut, hingga penurunan ketinggian tanggul menjadi pemandangan yang sering ditemui di beberapa titik strategis.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan laut, Jakarta Utara bergantung pada sistem tanggul untuk menahan limpasan air laut agar tidak masuk ke daratan. Namun, kondisi tanggul yang rusak sepanjang 2025 menimbulkan pertanyaan besar mengenai ketahanan infrastruktur pesisir Jakarta dalam menghadapi kenaikan muka air laut.

Kerusakan tanggul tersebut turut menjadi sorotan luas di media sosial setelah diunggah oleh warga sekitar. Banyak warganet menilai kondisi ini sebagai sinyal serius bahwa ancaman Jakarta tenggelam bukan sekadar wacana, melainkan persoalan nyata yang perlu segera ditangani.

Tanggul di Pelabuhan Muara Baru

Tanggul di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, terlihat retak dan miring pada Selasa (2/4/2025). Kondisi ini memicu kekhawatiran warga dan pedagang yang sehari-hari beraktivitas di kawasan pelabuhan.

Menurut salah satu pedagang, Saun (37), tanggul laut tersebut telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti. “Ini sudah lama, sekitar enam hingga tujuh tahun. Ini sih belum ada perbaikan,” kata Saun saat diwawancarai di lokasi, Selasa.

Ia menyebutkan, sekitar 200 meter tanggul di kawasan pelabuhan rusak, miring, dan mengalami penurunan ketinggian. Kerusakan tersebut terjadi secara bertahap dari tahun ke tahun. “Setiap tahunnya rusak satu blok, satu blok, lama-lama rusak panjang begini,” ujar Saun.

Akibat kerusakan itu, air laut merembes ke jalan melalui celah-celah tanggul. Dampaknya, sekitar dua kilometer jalan di area timur Pelabuhan Muara Baru tergenang air dan tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Tanggul Pantai Mutiara

Pada pertengahan November 2025, kondisi tanggul Pantai Mutiara di Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik setelah diunggah akun Instagram @hypeinjkt. Dalam unggahan tersebut terlihat tanggul laut hampir sejajar dengan permukaan air laut.

Tanggul laut Pantai Mutiara membentang sepanjang sekitar 1,2 kilometer dengan ketinggian kurang lebih satu meter dan lebar sekitar 10 hingga 15 sentimeter. Dalam kondisi gelombang tinggi, air laut kerap meluber ke jalan di kawasan tersebut.

Dari total panjang tanggul, sekitar 500 meter telah ditinggikan menjadi 1,5 meter. Pada bagian ini, permukaan air laut terlihat lebih rendah dan tidak lagi meluap ke daratan.

Kondisi tanggul yang semakin rendah ini menuai kritik dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia mengingatkan potensi dampak serius apabila tanggul Pantai Mutiara mengalami kebocoran. “Jika jebol air laut pasang dan hujan turun bisa banjir sampai Monas,” tutur Ahok kepada media, Kamis (13/11/2025).

Ahok menyinggung pentingnya normalisasi Waduk Pluit yang dilakukan pada masa kepemimpinannya sekitar 2014. Waduk tersebut dirancang sebagai penahan limpasan air apabila tanggul Pantai Mutiara mengalami kegagalan fungsi.

Tak hanya persoalan ketinggian, tanggul laut di area kolam renang fasilitas umum Pantai Mutiara juga sempat mengalami kebocoran pada Sabtu (22/11/2025).

Tanggul laut Muara Baru

Setelah Pantai Mutiara, perhatian publik kembali tertuju pada kondisi tanggul laut di sisi Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Pada Kamis (4/12/2025), tanggul tersebut dilaporkan mengalami kebocoran parah.

Kebocoran itu menyebabkan air laut tumpah ke daratan dalam jumlah besar. Peristiwa tersebut direkam warga dan tersebar luas di media sosial, memicu kekhawatiran bahwa Jakarta benar-benar terancam tenggelam apabila tanggul roboh.

Pemprov Jakarta menjelaskan, kebocoran terjadi akibat pasang air laut yang ekstrem sehingga memicu retakan di beberapa titik tanggul. Sebagai langkah darurat, pemerintah melakukan perbaikan sementara dengan menumpuk sekitar 300 karung pasir di area yang bocor.

Ratusan karung pasir tersebut diharapkan dapat menahan limpasan air laut agar tidak kembali menggenangi daratan, sembari menunggu penanganan permanen terhadap sistem tanggul di wilayah pesisir Jakarta Utara.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *