Proses Pembongkaran di Kawasan Eks Terminal Andalas Memasuki Hari Kedua
Proses pembongkaran kawasan eks Terminal Andalas, Kota Gorontalo, memasuki hari kedua pada Minggu (12/4/2026). Pengerahan alat berat dan truk terlihat intens dilakukan untuk mempercepat proses penertiban bangunan yang sudah tidak layak. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menargetkan seluruh bangunan di kawasan tersebut akan selesai dibongkar hari ini.
Dukungan dari Warga dan Pedagang
Meskipun proses pembongkaran mengganggu aktivitas sehari-hari, para pedagang dan warga sekitar menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam penertiban kawasan tersebut. Mereka menyadari bahwa rencana pembangunan Kantor Wali Kota Gorontalo di lahan tersebut adalah bagian dari upaya penataan kota yang lebih baik.
Salah satu pedagang, Kisman Pobi, mengungkapkan bahwa ia telah mengetahui rencana tersebut sejak awal. Ia memilih untuk memindahkan barang dagangannya ke lokasi lain yang belum dibongkar. Meski tempat sementaranya juga bisa digusur, ia tetap mendukung rencana pembangunan kantor wali kota karena merasa bangga dengan perkembangan kota.
Kisman juga menjelaskan bahwa ia tinggal di lokasi tersebut tanpa membayar sewa, karena hanya melanjutkan dari penjual sebelumnya. Ia membersihkan area yang kotor dan tidak terurus sendiri. Meskipun terdampak, ia menerima kebijakan tersebut sebagai bagian dari penataan kota.
Harapan dari Warga Sekitar
Yamin Usman, warga Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana, juga menyambut baik langkah pemerintah. Ia mengaku telah tinggal di kawasan tersebut sejak sebelum terminal dibangun. Setelah terminal dipindahkan ke Dungingi pada 2016, kawasan itu mengalami penurunan fungsi hingga akhirnya terbengkalai.
Yamin mengatakan bahwa ia awalnya belum mengetahui secara detail apakah lahannya akan terdampak oleh rencana pembangunan kantor wali kota. Namun, ia menyatakan terbuka jika nantinya ada proses pembebasan lahan. Ia berharap pembangunan tersebut dapat membawa dampak ekonomi baru bagi wilayah Sipatana.
Proses Pembongkaran yang Terorganisir
Sebelumnya, pengosongan lahan di kawasan eks Terminal Andalas mulai dilakukan pada Sabtu (11/4/2026). Proses tersebut dipantau langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sejak pagi, suasana di lokasi tampak ramai oleh kehadiran aparat gabungan, petugas lapangan, hingga masyarakat yang menyaksikan langsung jalannya kegiatan. Sejumlah personel Satpol PP terlihat bersiaga, sementara alat dan kendaraan operasional disiapkan di sekitar area.
Adhan tampak melihat lokasi, memperhatikan kondisi bangunan yang akan dibongkar. Ia beberapa kali berdiskusi dengan jajarannya, sambil menunjuk bagian bangunan yang dinilai perlu segera ditertibkan.
Kondisi bangunan di kawasan tersebut memang sudah tidak layak. Atap terminal terlihat rusak parah, dengan rangka kayu yang patah dan sebagian menggantung. Material plafon berserakan di lantai, sementara sebagian struktur tampak terbuka tanpa penutup.
Sebuah tangga disandarkan ke bagian rangka atas bangunan. Beberapa petugas berada di bawahnya, bersiap menurunkan material yang masih tersisa. Di sisi lain, truk operasional Satpol PP terparkir tidak jauh dari lokasi, menandakan proses pembongkaran dilakukan secara bertahap dan terorganisir.










