Komitmen Multimedia Nusantara Polytechnic dalam Pemberdayaan Masyarakat
Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) terus menunjukkan komitmen dalam pengabdian masyarakat berbasis pendidikan vokasi. Hal ini salah satunya diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Kampung Bahari Sukawali dalam Mewujudkan Sapta Pesona untuk Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat.” Program ini didanai oleh Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2025.
Fokus pemberdayaan ini adalah pada peningkatan kualitas ekowisata mangrove di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Tim PKM dipimpin oleh Yuli Setiawati, M.Par., bersama Aditya Rizki Rinaldi, M.Sc., dan Aloysius Ari Wicaksono, M.Kom., dengan dukungan dari mahasiswa MNP. Pendampingan berlangsung selama satu tahun untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan intensif.
Pelatihan Ekowisata Sapta Pesona dan Tour Guide
Pada Sabtu (8/11/2025), tim MNP melaksanakan pelatihan Sapta Pesona bagi anggota Kelompok Kampung Bahari Nusantara (KKBN) dan para pedagang. Kegiatan dilakukan secara interaktif agar peserta dapat berbagi pengalaman saat melayani wisatawan. Dalam pelatihan tersebut, MNP menekankan penerapan tujuh unsur Sapta Pesona, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Nilai-nilai ini penting untuk memperkuat citra Sukawali sebagai destinasi ekowisata unggulan.
Selain itu, tim MNP pada hari yang sama juga melakukan pelatihan Tour Guide untuk anggota KKBN. Di pelatihan ini, para peserta belajar menyampaikan informasi wisata secara runtut dan menarik. Mereka juga berlatih teknik komunikasi, safety briefing, dan manajemen kelompok wisatawan. Simulasi pemanduan dilakukan di akhir sesi agar peserta memahami penerapan teori di lapangan. Peserta terlihat antusias dan lebih percaya diri dalam mendampingi wisatawan.
Voluntrip with Mangu: Beach Clean Up & Mangrove Planting
Pada Minggu (9/11/2025), kegiatan dilanjutkan dengan Voluntrip with Mangu: Beach Clean Up & Mangrove Planting. Acara ini menjadi praktik lapangan bagi peserta pelatihan tour guide. Kegiatan tersebut meliputi penanaman mangrove, pembuatan alat pemecah ombak (APO), papan penunjuk arah, dan tempat sampah. Peserta mendampingi relawan sejak titik kumpul hingga ke lokasi penanaman. Mereka mempraktikkan kemampuan komunikasi dan pengetahuan tentang ekosistem mangrove. Aksi bersih pantai meningkatkan kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata. Para pedagang juga turut menjaga kerapian area dagang agar pengunjung merasa lebih nyaman. Kegiatan ini menjadi bukti nyata penerapan Sapta Pesona di lapangan.
Kontribusi Terhadap SDGs dan Penguatan Ekowisata Desa
Program PKM MNP mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), seperti SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 11 tentang komunitas berkelanjutan, serta SDG 17, kemitraan untuk mencapai tujuan keberlanjutan. Pendekatan berbasis masyarakat ini untuk memastikan wisata bahari tidak hanya fokus pada kunjungan, tetapi juga peningkatan kapasitas dan kesadaran lingkungan warga. Dengan kolaborasi ini, Desa Sukawali berpeluang menjadi destinasi ekowisata berkelanjutan yang kompetitif dan berdampak ekonomi positif.
Dukungan dan Harapan dari Masyarakat Sukawali
Dewan Pembina KKBN, Ahmad Marbawi, mengapresiasi kegiatan pendampingan yang dilakukan MNP. Ia menilai program ini membawa semangat baru bagi masyarakat pesisir Sukawali. “Pendampingan ini membantu masyarakat membangun wisata bahari yang lebih terkelola,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KKBN, Sahrul Hidayat, mengungkapkan manfaat pelatihan bagi anggota kelompok. “Pelatihan Sapta Pesona dan Tour Guide membuat kami lebih percaya diri dan profesional dalam menyambut wisatawan,” katanya. Melalui sinergi antara MNP, KKBN, dan masyarakat lokal, ekowisata Sukawali kini bergerak menuju pengelolaan yang lebih berkelanjutan.












