MALANG — Universitas Brawijaya (UB) menawarkan sebanyak 5.833 kuota melalui jalur seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) 2026. Wakil Rektor I Bidang Akademik UB Imam Santoso menyampaikan bahwa UB juga membuka 9.209 kursi melalui jalur mandiri. Tingginya minat pendaftar setiap tahun menjadi bukti bahwa UB tetap menjadi salah satu perguruan tinggi tujuan utama di Indonesia.
“Dengan jumlah pendaftar yang besar, tentu seleksi akan semakin ketat. Kami memastikan bahwa mahasiswa yang diterima adalah mereka yang memiliki kapasitas akademik terbaik,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Dia menjelaskan, UB melakukan uji coba nasional secara serentak pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk memvalidasi kesiapan sistem, stabilitas server, hingga performa perangkat yang akan digunakan pada pelaksanaan UTBK mendatang. Uji coba nasional dilakukan secara serentak pada Kamis (2/4/2026) di 17 lokasi mulai dari pengaturan waktu, verifikasi berita acara pelaksanaan ujian (BAPU), hingga stabilitas server pusat.
“Kami memastikan seluruh ruang ujian benar-benar steril, baik dari sisi perangkat maupun lingkungan. Ini penting untuk menjaga integritas seleksi,” katanya.
Selain itu, kata dia, UB juga memperketat sistem pengawasan dengan mengombinasikan pengawasan langsung oleh petugas dengan dukungan teknologi. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap semakin berkembangnya modus kecurangan berbasis digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dalam menjaga kredibilitas seleksi. Oleh karena itu, UB secara aktif meningkatkan sistem deteksi dan pengawasan agar pelaksanaan UTBK tetap berlangsung secara jujur dan adil.
“Kami memahami bahwa potensi kecurangan semakin canggih. Karena itu, sistem pengawasan juga harus terus diperkuat,” tambahnya.
Dari sisi mitigasi risiko, UB juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk penyediaan genset di setiap lokasi ujian untuk menghindari gangguan akibat pemadaman listrik.
Seluruh sistem jaringan dan komputer juga telah diuji secara berkala guna memastikan stabilitas saat digunakan oleh ribuan peserta secara bersamaan.
Sementara dari sisi sumber daya manusia, UB melibatkan total 88 teknisi ruang dan 88 pengawas yang akan bertugas di setiap sesi ujian. Selain itu, terdapat 17 penanggung jawab lokasi (PJL), 17 penanggung jawab teknologi informasi (PJTI), serta 17 admin IT yang disiagakan untuk memastikan seluruh sistem berjalan tanpa hambatan.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan secara matang dan menyeluruh, UB optimistis pelaksanaan UTBK SNBT 2026 dapat berjalan lancar, transparan, dan akuntabel.
Pelaksanaan UTBK SNBT dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026. Sebanyak 67 ruangan telah disiapkan sebagai lokasi ujian dengan dukungan 1.540 unit komputer yang tersebar di berbagai titik strategis di lingkungan kampus.












