Ringkasan Berita
Sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta melakukan tindakan tidak sopan terhadap seorang guru perempuan. Kejadian ini berlangsung pada Kamis, (16/4/2026), setelah kegiatan pembelajaran selesai di kelas. Aksi tersebut menarik perhatian publik dan viral di media sosial. Setelah video tersebut menyebar, para pelajar membuat video permintaan maaf.
Pihak sekolah memberikan hukuman berupa skorsing kepada siswa yang terlibat. Dalam proses pemeriksaan awal, para siswa mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan. Video pelecehan yang dilakukan oleh sembilan siswa kelas XI IPS SMAN 1 Purwakarta menjadi sorotan karena aksinya yang tidak pantas terhadap guru bernama Atum.
Aksi tersebut melibatkan pengacungan jari tengah ke belakang guru, menjulurkan lidah, serta menggerakkan tangan ke arah kepala guru. Video tersebut viral dan diketahui terjadi pada Kamis (16/4/2026), setelah kegiatan pembelajaran selesai di kelas. Insiden ini berujung pada tindakan tegas dari pihak sekolah, yaitu skorsing atau pemberhentian sementara dari aktivitas.
Kronologi Kejadian
Aksi pelecehan terhadap guru oleh sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta terjadi sesaat setelah kegiatan belajar mengajar selesai di kelas. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi pada Kamis 16 April 2026. Namun, videonya baru viral pada Sabtu 18 April 2026.
Kejadian bermula seusai siswa mengikuti kegiatan terkait pengolahan aneka makanan. Setelah kegiatan itu selesai, kemudian terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak tersebut. Aksi tersebut dilakukan oleh sembilan siswa dari kelas XI IPS terhadap seorang guru bernama Atum yang baru mengajar di sekolah tersebut.
Pihak sekolah memanggil para siswa dan orang tua mereka. Dalam proses tersebut, para siswa mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya. Orang tua juga menyayangkan kejadian ini, dan sekolah langsung melakukan langkah pembinaan.
Motif para siswa masih dalam pendalaman oleh pihak sekolah. Purwanto memastikan, kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi di SMAN 1 Purwakarta. Menurutnya, fenomena ini menjadi pengingat bahwa pola pendidikan anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dipengaruhi lingkungan digital.
Video Viral
Peristiwa olok-olok yang dilakukan sembilan siswa terhadap guru di SMAN 1 Purwakarta terjadi saat kegiatan belajar mengajar di kelas selesai. Video berdurasi 31 detik berisi siswi berkerudung mengacungkan jari tengah ke belakang guru tersebut viral di media sosial. Sang siswi bahkan menjulurkan lidah ke arah guru. Ada pula siswa yang menggerakkan tangan ke arah belakang kepala guru perempuan tersebut.
Rupanya, para pelaku merupakan kelas XI IPS SMAN 1 Purwakarta. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (16/4/2026). Setelah viral di media sosial, banyak warganet yang mengaku kenal dengan guru yang diledek tersebut. Guru tersebut bernama Atun.
Komentar warganet mencerminkan kekecewaan dan kepedulian terhadap kejadian ini. Beberapa komentar menyebutkan bahwa Bu Atun adalah guru yang baik dan penyayang, namun tindakan siswa sangat tidak pantas.
Minta Maaf
Setelah kelakuannya viral, para pelajar SMAN 1 Purwakarta membuat video permintaan maaf. Dalam video tersebut, para pelajar menyampaikan permintaan maaf secara kompak. Salah satu siswa perempuan berada di tengah bernama Nabila mewakili teman-temannya menyampaikan permintaan maaf tersebut.
Meski sudah menyampaikan permintaan maaf, para pelajar masih mendapat kecaman dan beragam komentar dari warganet. Bahkan terdapat komentar dari guru yang mengutuk kelakuan para pelajar tersebut. Tak sedikit warganet yang prihatin atas peristiwa yang terjadi di dunia pendidikan tersebut.
Dedi Mulyadi Sarankan Sanksi Sosial
Video pelajar SMAN 1 Purwakarta yang memberikan gestur mengejek kepada gurunya turut menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menyatakan prihatin dengan peristiwa tersebut. Dedi Mulyadi menyarankan agar pelajar tersebut tidak hanya diskorsing, tetapi juga mendapatkan sanksi sosial seperti membersihkan halaman hingga toilet sekolah.
Menurut Dedi Mulyadi, pemberian hukuman kepada anak harus bisa berbuah manfaat, khususnya dalam pembentukan karakter. Ia menjelaskan, waktu pemberian hukuman bisa disesuaikan dengan perkembangan pelajar tersebut.
Respons Ketua Dewan Pendidikan
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Agus Marzuki, mengaku prihatin sekaligus kecewa atas insiden tersebut. Ia menilai tindakan para pelajar itu bertolak belakang dengan semangat program pendidikan karakter yang digalakkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yakni Gapura Panca Waluya.
Agus menyayangkan munculnya perilaku tidak terpuji yang mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap guru. Ia juga mengingatkan bahwa tindakan yang terlihat sepele dapat berdampak besar terhadap reputasi sekolah dan kepercayaan masyarakat.
Dewan Pendidikan berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh siswa agar lebih bijak dalam bersikap, terutama di era digital di mana informasi sangat cepat tersebar. Agus juga mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka antara guru dan siswa untuk membangun hubungan yang saling menghormati.












