Kesiapan Layanan Publik Pasca-Lebaran 1447 H
Setelah libur Hari Raya Idulfitri 1447 H, masyarakat kembali beraktivitas dan menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam rangka menyambut kembalinya aktivitas masyarakat tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan seluruh layanan publik kembali berjalan optimal dan siap melayani masyarakat secara penuh.
Pada periode ini, pemerintah menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan agar lebih responsif, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan berbagai upaya seperti pengoperasian kembali layanan, pemulihan transportasi yang kembali normal, serta optimalisasi layanan digital yang tetap siaga.
Salah satu komponen penting dalam kesiapan layanan adalah sistem pengaduan masyarakat yang aktif dan memiliki respons cepat. Dengan adanya sistem ini, setiap aspirasi dan keluhan dari masyarakat dapat ditangani secara efektif dan tepat waktu.
Penjelasan dari Sekretaris Jenderal Kemendikbud
Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Suharti, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama pasca-Lebaran. Ia mengatakan:
“Kembalinya aktivitas masyarakat harus diiringi dengan layanan publik yang semakin baik. Kami memastikan seluruh unit kerja siap memberikan layanan yang cepat, mudah diakses, dan berkulitas sekaligus menjaga produktivitas agar kepercayaan masyarakat terus terjaga.”
Layanan di Wilayah Sumatra
Dari wilayah Sumatra, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Riau, Nilam Suri, menyampaikan bahwa layanan tatap muka telah kembali dibuka sejak 25 Maret 2026 melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) yang langsung aktif melayani masyarakat.
Di samping itu, layanan digital tetap berjalan 24 jam setiap hari melalui kanal pesan cepat. “Layanan yang paling banyak diakses saat ini berkaitan dengan informasi SPMB dan Tes Kemampuan Akademik (TKA),” jelasnya.
Selain itu, BPMP Riau juga menyediakan layanan PPID untuk keterbukaan informasi publik serta layanan konseling daring sebagai dukungan psikologis bagi masyarakat.
Untuk memastikan respons cepat tetap efektif, BPMP Riau mengoptimalkan pengaduan digital yang aktif 24/7, menjaga komitmen pelayanan tanpa jeda, serta melakukan evaluasi berkelanjutan melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Kecepatan, konsistensi, dan keberagaman layanan menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan prima pasca-Lebaran.
Layanan di Wilayah Jawa
Dari wilayah Jawa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas, menyampaikan bahwa layanan publik sudah beroperasi dari dua hari lalu.
Kesiapan dilakukan dengan memastikan seluruh sistem layanan tatap muka dan digital berjalan normal sebelum operasional penuh dimulai, termasuk optimalisasi platform layanan seperti Libas-T serta integrasi laman resmi dengan narahubung admin.
Ia menambahkan layanan yang paling banyak diakses masyarakat saat ini meliputi layanan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) untuk sekolah, kerja sama, narasumber, hingga layanan ahli bahasa.
Untuk menjaga produktivitas di tengah meningkatnya permintaan, Balai Bahasa Jawa Timur melakukan optimalisasi layanan daring, pengaturan prioritas layanan, pemanfaatan sistem digital untuk mengurangi antrean, serta penguatan koordinasi internal.
“Dengan langkah tersebut, kami memastikan layanan tetap berjalan efektif, efisien, dan responsif,” jelas Retno.
Layanan di Wilayah Kalimantan
Dari wilayah Kalimantan, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Barat, Eka Khristiyanta Purnama, menjelaskan layanan publik telah berjalan normal sebagaimana Unit Pelaksana Teknis lainnya, dengan layanan daring yang langsung aktif melayani para pemangku kepentingan.












