Profil Muzakkar Syaharuddin, Guru Berpengalaman 30 Tahun yang Asuh 50 Anak Panti di Makassar

Kehidupan yang Penuh Makna dan Dedikasi

Di usia 57 tahun, M. Muzakkar Syaharuddin masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tak pernah padam. Sebagai Ketua RT 001 RW 004 Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, ia dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri tidak hanya sebagai pemimpin lingkungan, tetapi juga sebagai pendidik dan pegiat sosial. Setiap pagi, setelah salat subuh, ia berkeliling wilayahnya untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan tertata.

“Setelah salat subuh, saya kontrol dulu warga, keliling lihat kondisi lingkungan,” ujarnya, Minggu (29/3). Rutiinitas itu kemudian dilanjutkan dengan tugasnya sebagai pengajar di SDI Malengkeri Bertingkat Satu, kawasan BTN Tabaria. Ia berangkat mengajar sekitar pukul 07.00 Wita dan menyelesaikan aktivitasnya sekitar pukul 12.00 Wita.

“Saya mengajar sejak 1997, jadi sudah hampir 30 tahun,” katanya. Perjalanan pendidikannya pun cukup panjang. Setelah menempuh pendidikan diploma di Akademi Bahasa Asing Atmajaya, Muzakkar melanjutkan studi di Universitas 45 Makassar dan meraih gelar Sarjana Sastra. Ia kemudian kembali melanjutkan pendidikan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Muhammadiyah Makassar untuk memperdalam kompetensinya sebagai guru.

Berbagai Aktivitas Sosial dan Pendidikan

Selain mengajar, Muzakkar juga aktif di bidang sosial. Ia memimpin Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Setia Karya yang didirikan orang tuanya sejak 1963. “Saya hanya melanjutkan perjuangan orang tua. LKSA ini berdiri sejak 1963, saya mulai memimpin sejak tahun 2000,” jelasnya. Di lembaga tersebut, Muzakkar mengasuh puluhan anak. Sekitar 30 anak tinggal di panti asuhan, sementara 20 lainnya merupakan binaan dari keluarga kurang mampu di sekitar wilayahnya.

Tak hanya itu, ia juga aktif sebagai instruktur senam kesehatan. Muzakkar tergabung dalam Yayasan Jantung Indonesia serta menjadi pengurus Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI) Sulsel. Ia rutin melatih masyarakat untuk menjaga kebugaran dan mencegah penyakit.

“Tujuan utama kami adalah menyehatkan masyarakat agar terhindar dari penyakit jantung, kolesterol, dan asam urat,” ujarnya. Kegiatan senam dilakukan di berbagai tempat, mulai dari lingkungan kelurahan hingga rumah sakit dan kampus.

Tanggung Jawab dan Kepercayaan Warga

Meski memiliki banyak aktivitas, Muzakkar tetap menjalankan tugasnya sebagai Ketua RT dengan penuh tanggung jawab. Sepulang mengajar, ia kembali mengecek kondisi lingkungan, terutama kebersihan. “Kalau ada sampah yang belum terangkut, saya foto lalu kirim ke petugas. Biasanya langsung ditindaklanjuti,” jelasnya. Pada malam hari, ia juga rutin berpatroli untuk memastikan keamanan wilayah.

“Waktu musim mudik, banyak warga menitipkan rumah untuk dijaga. Saya bantu pantau,” tambahnya. Kepercayaan warga kepadanya bukan tanpa alasan. Sebelum terpilih sebagai Ketua RT, Muzakkar sudah aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Bahkan, pencalonannya sebagai Ketua RT merupakan dorongan dari warga.

“Warga yang dorong saya maju. Saya juga tidak datang saat pemilihan, tapi ternyata saya yang terpilih,” ujarnya. Bagi Muzakkar, amanah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. “Kalau kita niatkan karena Allah, insyaallah semua bisa dijalankan dengan baik,” tuturnya.

Profil Singkat M. Muzakkar Syaharuddin

  • Nama: M. Muzakkar Syaharuddin
  • Jabatan: Ketua RT 001 RW 004 Kelurahan Mannuruki
  • Tempat/Tanggal Lahir: Ujung Pandang, 18 Januari 1969
  • Alamat: Jalan Mannuruki Raya No. 29 A
  • Pendidikan: S1 Sastra Universitas 45 Makassar, S1 PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Pekerjaan: Ketua RT, guru, pimpinan panti asuhan, instruktur kebugaran
  • Hobi: Olahraga
  • Jumlah penduduk: 110 KK

Riwayat Organisasi

  • Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Sulsel
  • Pengurus FOKBI (Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia) Sulsel
  • Pengurus PORPI (Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia) Sulsel

Muzakkar membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tak mengenal usia dan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dengan dedikasi dan kegigihannya, ia menjadi contoh bagi banyak orang di sekitarnya.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *