Kondisi Menyedihkan SD Negeri 32 Pontianak, Siswa Numpang di SMPN 8

Kondisi Sekolah yang Mengkhawatirkan

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 32 Pontianak Tenggara kini menjadi sorotan karena kondisi bangunan yang dinilai sangat memprihatinkan. Kepala SDN 32 Pontianak Tenggara, Slamet Supriono, mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen dari seluruh bangunan sekolah mengalami kerusakan. Ia menjelaskan bahwa beberapa ruangan seperti kelas dan kantor guru sudah terlihat rusak parah.

“Kelas-kelas di bagian bawah sudah ada tiang penyokong, ada yang memiliki sembilan tiang dan yang paling sedikit adalah dua tiang di kantor guru. Kelas di 6C juga memiliki empat tiang penyokong dan lantai di kelas atas miring,” ujarnya saat ditemui pada Senin 6 April 2026.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Menurutnya, sejumlah ruangan bahkan sudah dinyatakan tidak layak oleh PUPR Kota Pontianak, terutama ruang belakang yang harus dibongkar hingga ke fondasi.

“Total ada delapan ruangan kelas yang harus diganti. Sementara ruangan lain mungkin masih bisa direhab, termasuk ruang guru yang sangat-sangat mengkhawatirkan bisa jeblos,” katanya.

Kondisi Lantai yang Rapuh

Lantai sekolah disebut sangat rapuh, bahkan diibaratkan seperti kerupuk. Slamet juga mengungkapkan bahwa pernah terjadi insiden siswa terperosok ke lantai. Untuk mencegah kejadian serupa, pihak sekolah telah melakukan antisipasi.

Sejak dirinya dimutasi ke sekolah tersebut pada 1 September 2025, Slamet langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi demi keselamatan siswa. Hasilnya, seluruh siswa dan guru dipindahkan sementara ke SMPN 8 Pontianak sejak 1 Oktober 2025 dan menjalani kegiatan belajar pada siang hari.

“Semua kami angkut, anak dan guru. Karena di SMP tidak perlu meja kursi, jadi hanya sebagian barang yang dibawa,” katanya.

Langkah tersebut juga telah disosialisasikan kepada orang tua siswa yang kemudian memberikan dukungan penuh. “Alhamdulillah orang tua murid responnya sangat luar biasa, sangat mendukung untuk kita pindah ke tempat lain. Karena orang tua sendiri akhirnya dengan sosialisasi itu kita tunjukkan kondisi sekolah dan beliau juga orang tua itu mendengar memang sangat mengkhawatirkan untuk keselamatan anak, maka orang tua banyak yang setuju,” tambahnya.

Sistem Belajar Siang yang Kurang Optimal

Meski demikian, sistem belajar siang dinilai kurang optimal karena mengganggu aktivitas tambahan siswa seperti kegiatan ekstrakurikuler. Slamet berharap pemerintah segera merealisasikan revitalisasi bangunan sekolah baik melalui APBD maupun program dari pusat.

“Kami berharap tahun ini bisa segera direvitalisasi. Kasihan anak-anak, belajar siang itu kurang maksimal,” harapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pengajuan perbaikan telah dilakukan melalui sistem Dapodik dan kini tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. “Semua data sudah kami lengkapi dan upload. Tinggal menunggu proses. Mudah-mudahan sudah ada respon dari pusat,” pungkasnya.

Usulan Revitalisasi dari Disdikbud

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak Sri Sujiarti menegaskan kondisi bangunan SDN 32 Pontianak Tenggara sudah tidak layak ditempati. “Sekolahnya sudah tidak laik ditempati,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 6 April 2026.

Namun, sayangnya kata Sri, hingga saat ini perbaikan belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran. “Belum ada anggarannya. Sedang diusulkan untuk revitalisasi,” tambahnya.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *