Ringkasan Berita: Pelaksanaan TKA SMP Kelas 9 pada 6–16 April 2026
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SMP Kelas 9 semakin dekat. Sesuai dengan kalender pendidikan, ada dua mata pelajaran yang diuji, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Bagi siswa SMP Kelas 9, belajar soal Bahasa Indonesia sangat penting untuk menghadapi soal TKA dan juga ujian sekolah / ujian akhir sekolah tahun 2026.
Kompetensi yang Diukur dalam Soal TKA
Aspek keterampilan membaca yang diukur adalah:
– Mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks;
– Menyusun ulang, mengelompokkan, membuat ikhtisar, dan menyajikan kembali informasi tersurat dalam teks;
– Mengidentifikasi dan menyimpulkan informasi tersirat dalam teks;
– Menilai gagasan, fakta, atau opini dalam teks; dan
– Menanggapi isi teks, merefleksi diri dengan tokoh atau kejadian, dan menanggapi bahasa penulis dalam teks.
Aspek-aspek tersebut dikelompokkan ke dalam tiga kompetensi, yaitu:
– Pemahaman tekstual, yaitu kemampuan untuk memahami informasi yang dikemukakan secara eksplisit, mengelompokkan, menyusun ulang, dan menyajikan kembali informasi secara eksplisit dari teks;
– Pemahaman inferensial, yaitu kemampuan untuk menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersirat dalam teks; dan
– Evaluasi dan apresiasi, yaitu kemampuan untuk membuat penilaian terhadap ide, menanggapi teks secara emosional dan estetis dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap perasaan, imajinasi, serta penggunaan bahasa oleh penulis.
Matriks Asesmen
1. Pemahaman Tekstual
– Mengidentifikasi penggunaan istilah dalam berbagai bidang.
– Mengidentifikasi objek dan/atau latar berdasarkan kosakata yang digunakan dalam teks fiksi atau nonfiksi.
– Mengidentifikasi informasi penting yang tersurat dalam teks.
– Menyusun kerangka atau bagan berdasarkan bagian-bagian penting dalam teks.
2. Pemahaman Inferensial
– Menyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, tokoh, peristiwa, latar, dan/atau nilai-nilai dalam dan/atau antarteks.
– Menjelaskan kelogisan hubungan antarperistiwa, antargagasan, dan/atau antarinformasi dalam dan/atau antarteks.
– Memprediksi peristiwa dalam teks.
– Menjelaskan bahasa kias dan citraan yang digunakan dalam teks fiksi.
3. Evaluasi dan Apresiasi
– Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari.
– Menilai kesesuaian dan/atau keakuratan unsur, kebahasaan, atau isi berdasarkan perbandingan informasi dalam dan/atau antarteks.
– Menyimpulkan respons emosional terhadap unsur teks fiksi.
Dalam artikel ini setiap contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 Tahun 2026 dilengkapi dengan Kunci Jawaban. Selengkapnya simak soal Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 tahun 2026:
Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 Tahun 2026
Teks untuk soal nomor 1 s.d. 3!
Perempuan-Perempuan Perkasa
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga
sebelum hari bermula dalam pesta kerja
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka
Di atas roda-roda baja mereka berkendara
Mereka berlomba dengan surya menuju ke gerbang kota
merebut hidup di pasar-pasar kota
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka
Mereka ialah ibu-ibu yang perkasa
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
Mereka: cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa
(Puisi karya Hartojo Andangdjaja)
-
Pilihan kata mana saja yang menunjukkan latar waktu pada puisi tersebut?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
A. Bukit-bukit desa
B. Sebelum hari bermula
C. Akar-akar yang melata
D. Berlomba dengan surya
Kunci Jawaban: B. Sebelum hari bermula
D. Berlomba dengan surya -
Apa makna merebut hidup di pasar-pasar kota pada teks puisi tersebut?
A. Kegigihan dan perjuangan perempuan dalam bekerja.
B. Keuletan dan pencapaian seseorang dalam bekerja.
C. Aktivitas dan keseharian perempuan yang bekerja di pasar.
D. Tanggung jawab dan kewajiban perempuan pada keluarga.
Kunci Jawaban: A. Kegigihan dan perjuangan perempuan dalam bekerja. -
Setelah membaca puisi tersebut, tiga murid berpendapat sebagai berikut.
Dina: Wah, ternyata banyak perempuan hebat ya. Mereka bekerja penuh semangat!
Mira: Iya, mereka rela bangun pagi-pagi untuk bekerja.
Tika: Tapi, kasihan ya mereka pasti lelah setelah seharian bekerja.
Pendapat siapa yang tepat untuk menggambarkan suasana haru yang muncul setelah membaca puisi tersebut?
Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap pernyataan berikut berdasarkan teks!
A. Dina karena menunjukkan kekagumannya kepada para perempuan yang bekerja. (Setuju/Tidak Setuju)
B. Mira karena pendapatnya juga senada dengan pendapat yang disampaikan Dina. (Setuju/Tidak Setuju)
C. Tika karena pendapatnya menunjukkan rasa empati terhadap perempuan pekerja. (Setuju/Tidak Setuju)
Kunci Jawaban: A. Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju -
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) di kalangan remaja kian mengkhawatirkan seiring masifnya penggunaan media sosial. Remaja yang mengalami FoMO memiliki kecemasan berlebih saat melihat unggahan orang lain yang tampak lebih bahagia atau sedang melakukan aktivitas seru tanpa dirinya. Akibatnya, mereka cenderung mengecek gawai secara obsesif, bahkan hingga mengganggu jam tidur. Dampak dari perilaku ini tidak berhenti pada gangguan pola tidur semata. Studi terbaru menunjukkan bahwa remaja dengan tingkat FoMO tinggi mengalami penurunan konsentrasi belajar yang signifikan di sekolah. Pikiran mereka terdistraksi oleh keinginan untuk terus terhubung dengan dunia maya. Dalam jangka panjang, kondisi ini memicu gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan penurunan rasa percaya diri karena terus-menerus membandingkan hidupnya dengan “panggung sandiwara” orang lain di media sosial.
Berdasarkan teks tersebut, alur logika sebab-akibat yang paling tepat menggambarkan dampak turunan dari FoMO adalah …
A. Penggunaan media sosial → Gangguan tidur → Prestasi akademik meningkat karena banyak informasi.
B. Melihat unggahan orang lain → Kecemasan berlebih → Gangguan tidur & Distraksi →Penurunan performa belajar & Masalah mental.
C. Obsesi mengecek gawai → Rasa percaya diri meningkat → Lebih aktif bersosialisasi di dunia nyata.
D. Gangguan kecemasan → FoMO → Kurang tidur → Mengantuk di sekolah.
Kunci Jawaban: B. Melihat unggahan orang lain → Kecemasan berlebih → Gangguan tidur & Distraksi →Penurunan performa belajar & Masalah mental. -
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pak Karto masih setia duduk di beranda, mengelus bilah bambu yang sedang dianyamnya menjadi tampah. Di seberang jalan, sebuah toko perabot plastik berwarna-warni baru saja dibuka dengan iringan musik bising. Orang-orang berkerumun di sana, memborong wadah-wadah praktis yang murah dan ringan.
“Sudahlah, Pak. Berhenti saja. Siapa yang mau beli anyaman bambu zaman sekarang? Berat, kasar, mahal pula,” keluh Aryo, anaknya.
Pak Karto tersenyum tipis, matanya menatap nanar pada tumpukan tampah yang berdebu di sudut teras. “Bambu ini bernapas, Yo. Dia hidup dari tanah kita. Plastik itu mati. Bapak tidak menjual barang, Bapak menjaga ingatan.”
Aryo mendengus, lalu pergi meninggalkan ayahnya yang kembali tenggelam dalam sepi, diiringi suara riuh dari toko seberang yang seolah mengejek kesunyiannya.
Konflik tersirat yang paling dominan melatarbelakangi ketegangan antara tokoh Pak Karto dan Aryo adalah …
A. Masalah ekonomi keluarga akibat Pak Karto malas bekerja.
B. Persaingan bisnis antara pengrajin tradisional dan toko modern.
C. Pertentangan nilai antara idealisme menjaga tradisi (masa lalu) dan pragmatisme gaya hidup modern (masa kini).
D. Ketidakpatuhan seorang anak terhadap orang tua yang sudah renta.
Kunci Jawaban: C. Pertentangan nilai antara idealisme menjaga tradisi (masa lalu) dan pragmatisme gaya hidup modern (masa kini).
[…]
Contoh Soal Lainnya
Soal 6:
Bacalah kedua teks berikut!
Teks 1
Pemerintah kota mulai menerapkan kebijakan “Jalan Kaki Sehat” dengan memperlebar trotoar di jalan protokol. Kebijakan ini disambut baik oleh para pegiat lingkungan. Menurut mereka, trotoar yang nyaman akan mendorong warga meninggalkan kendaraan pribadi untuk jarak dekat. Hal ini diklaim mampu menurunkan emisi karbon hingga 15 persen dalam setahun. Selain itu, wajah kota menjadi lebih estetik dan ramah bagi wisatawan pejalan kaki.
Teks 2
Pelebaran trotoar di pusat kota menuai protes dari para pemilik toko dan pengguna jalan. “Lahan parkir kami habis dimakan trotoar, pelanggan jadi malas mampir karena susah parkir. Omzet kami turun 40 persen bulan ini,” ujar salah satu pedagang. Selain itu, penyempitan lajur jalan raya akibat pelebaran trotoar menyebabkan kemacetan semakin parah di jam sibuk, yang justru meningkatkan polusi udara dari asap kendaraan yang antre.
Perbedaan sudut pandang kedua penulis teks di atas dalam menanggapi kebijakan pelebaran trotoar adalah …
A. Teks 1 fokus pada aspek keindahan kota, Teks 2 fokus pada aspek kenyamanan pejalan kaki.
B. Teks 1 menyoroti dampak positif lingkungan dan wisata, Teks 2 menyoroti dampak negatif ekonomi dan kemacetan.
C. Teks 1 mendukung pedagang kaki lima, Teks 2 mendukung pemilik toko besar.
D. Teks 1 ditulis oleh pemerintah, Teks 2 ditulis oleh ahli transportasi.
Kunci Jawaban: C. Teks 1 mendukung pedagang kaki lima, Teks 2 mendukung pemilik toko besar.
Soal 7:
Bacalah teks argumentasi berikut!
Ketahanan pangan Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada beras. Diversifikasi pangan adalah kunci. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi beras per kapita masyarakat Indonesia masih sangat tinggi, mencapai 114 kg per tahun, jauh di atas rata-rata dunia. Padahal, kita memiliki sumber karbohidrat lain seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian yang melimpah namun belum dimaksimalkan. Jika terjadi gagal panen padi akibat perubahan iklim ekstrem, seperti El Nino yang berkepanjangan, risiko kelaparan akan mengancam jika kita tidak terbiasa mengonsumsi pangan lokal non-beras. Oleh karena itu, kampanye “Kenyang Gak Harus Nasi” perlu digalakkan kembali secara serius, bukan sekadar slogan.
Bukti logis yang mendukung simpulan bahwa “Indonesia rentan terhadap krisis pangan jika hanya mengandalkan beras” berdasarkan teks di atas adalah …
A. Konsumsi beras Indonesia lebih rendah dibandingkan negara tetangga.
B. Sagu dan jagung memiliki kandungan gizi yang lebih buruk daripada beras.
C. Perubahan iklim ekstrem (El Nino) dapat menyebabkan gagal panen padi, sementara diversifikasi belum maksimal.
D. Kampanye pangan lokal hanya slogan semata tanpa aksi nyata dari pemerintah.
Kunci Jawaban: C. Perubahan iklim ekstrem (El Nino) dapat menyebabkan gagal panen padi, sementara diversifikasi belum maksimal.
[…]
Tips Belajar untuk Ujian TKA
Belajar dengan menggunakan contoh soal yang telah disediakan akan membantu siswa lebih memahami materi yang diujikan. Pastikan untuk memahami setiap aspek yang diuji, termasuk pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, dan evaluasi serta apresiasi. Latih kemampuan membaca dan menulis dengan membaca teks-teks yang beragam, seperti puisi, cerpen, dan esai. Selain itu, latih kemampuan analisis dengan menganalisis struktur teks dan makna yang tersirat.
Dengan persiapan yang baik dan latihan yang cukup, siswa akan lebih siap menghadapi TKA dan ujian sekolah. Jangan ragu untuk bertanya kepada guru atau teman jika mengalami kesulitan. Tetap tenang dan percaya diri, karena semua usaha yang dilakukan akan terbayar dengan hasil yang maksimal.












