Kepala LLDIKTI Wilayah XV: Generasi Muda Perlu Kompetensi Berdaya Saing

Peran Pendidikan Tinggi dalam Membentuk Generasi Masa Depan

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng, yang hadir dalam acara secara daring menekankan pentingnya pengembangan generasi muda yang memiliki daya saing tinggi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, peningkatan kompetensi dan kualitas diri generasi muda harus terus dijaga dan dikawal agar mampu membuka peluang karier yang lebih baik di masa depan.

“Hal yang sangat penting dalam pengembangan generasi muda adalah memastikan mereka memiliki bekal kompetensi yang berdaya saing serta kualitas diri yang mumpuni untuk mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045 dan seterusnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan seperti Bali Nusra Education Fair 2026 menjadi sarana penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pendidikan tinggi tidak hanya memperluas relasi dan wawasan, tetapi juga meningkatkan kemampuan profesional dan akademik mahasiswa.

“Kuliah akan membekali calon mahasiswa dengan pengetahuan spesifik dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja maupun dunia usaha. Ini tentu berpotensi menghasilkan peluang karier dan usaha yang lebih baik, termasuk peningkatan pendapatan,” jelasnya.

Selain itu, masa perkuliahan juga menjadi wadah pembentukan karakter dan peningkatan soft skills. Mahasiswa akan diasah melalui berbagai aktivitas yang menantang, seperti public speaking, manajemen waktu, kemampuan negosiasi, bersosialisasi, hingga pemecahan masalah berbasis inovasi.

“Tujuannya adalah menanamkan nilai moral dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas perkuliahan,” tambahnya.

Kegiatan Edukasi yang Menarik dan Inspiratif

Bali Nusra Education Fair 2026 di Kota Maumere diselenggarakan selama dua hari, yaitu Selasa (3/3/2026) hingga Rabu (4/3/2026). Acara ini dihadiri oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, sejumlah pimpinan OPD, serta para rektor dari berbagai universitas di daratan Flores dan Bali, baik yang hadir secara langsung maupun daring.

Selain pameran pendidikan, kegiatan ini dimeriahkan dengan English Speech Competition yang pertama kalinya digelar di Kota Maumere. Kompetisi ini menghadirkan dua juri, yakni native speaker asal Kanada, Tayson Burnet, yang merupakan mantan produser salah satu stasiun televisi di Kanada, serta Petrus Poling Wairmahing, Asisten II Setda Sikka.

Dalam lomba tersebut, terdapat lima aspek penilaian, yakni grammar, pronunciation, content dan team delivering, confidence, serta performance. Kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbahasa Inggris para pelajar di Kabupaten Sikka.

Peserta dan Pendukung Kegiatan

Ada 31 peserta yang siap berkompetisi pada ajang tersebut dari 10 sekolah menengah atas di Flores. Sekolah-sekolah yang terlibat antara lain:

  • SMAS Katolik Frateran Podor Larantuka
  • SMAS Katolik Frater Maumere
  • SMA Negeri 1 Maumere
  • SMA Negeri 2 Maumere
  • SMK Negeri 3 Maumere
  • SMA Negeri 1 Nita
  • SMAS Katolik St. Jhon Paul II Maumere
  • SMAS Katolik St. Gabriel Maumere
  • SMA Agama Katolik St. Maria Monte Carmelo Maumere
  • SMAS Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere

Kegiatan ini didukung oleh berbagai institusi pendidikan dan perusahaan, seperti:

  • Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa
  • Universitas Nusa Nipa Maumere
  • Universitas Bali Internasional
  • Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Sekolah Tinggi Kesehatan St Elisabeth Keuskupan Maumere
  • Politeknik Cristo Re Maumere
  • Universitas Muhammadiyah Maumere
  • Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng

Sementara itu, kegiatan ini disponsori oleh:

  • KSP Kopdit Obor Mas Maumere
  • Kredi One
  • Telkomsel Maumere
  • BNI Maumere
  • Suzuki Maumere
  • Servvo
  • Adira Finance Maumere
  • EDSA Catering
  • Gramedia Maumere
  • Ketua DPRD Sikka
  • Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere
  • Ewiti

Tema yang Diangkat dalam Kompetisi

Tema yang diangkat dalam kompetisi ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, yakni:

  • Memutus Rantai: Mengakhiri Perdagangan Orang di NTT.
  • Literasi dan Warisan: Memberdayakan Migran Melalui Pendidikan.
  • Menuai Harapan di Kampung Halaman: Menciptakan Peluang di NTT.

Acara ini disiarkan secara live streaming melalui empat media jejaring Tribun Network, yakni Tribun Flores, Tribun Bali, Tribun Mataram, dan Pos Kupang, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *