Catatan Prestasi Program Pendidikan Dinas Pendidikan Jatim, Fokus pada Akses dan Kesejahteraan Guru

Capaian Pendidikan Jawa Timur dalam Program Jatim Cerdas

Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur mencatat sejumlah capaian penting dalam implementasi program Jatim Cerdas. Program ini berfokus pada pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kesejahteraan guru. Berbagai inisiatif telah dijalankan dan berhasil melampaui target yang ditetapkan.

Anggaran Pembiayaan Pendidikan

Dalam aspek pembiayaan pendidikan, Dindik Jatim telah merealisasikan Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp 46,826 miliar untuk 46.826 siswa. Selain itu, revitalisasi gedung sekolah tidak layak dilakukan pada 215 SMA dengan anggaran Rp170,8 miliar, 175 SMK senilai Rp544,4 miliar, serta 67 SLB dengan anggaran Rp56,3 miliar.

Program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) juga terealisasi sebesar Rp1,274 triliun bagi 1.312.512 siswa di 4.058 SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur. Sementara itu, BOSDA Madin mencapai Rp198,5 miliar untuk 111.785 siswa ula dan wusta di 38 kabupaten/kota.

Di bidang sarana dan prasarana, pemerintah provinsi merehabilitasi ruang kelas pada 119 SMA dengan anggaran Rp54,4 miliar, 86 SMK senilai Rp27,3 miliar, serta SLB dengan anggaran Rp13,4 miliar.

Prestasi Siswa

Selain pemerataan akses, Dindik Jatim juga mencatat berbagai capaian prestasi siswa. Jawa Timur berhasil meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) selama tiga tahun berturut-turut, serta juara umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), dan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).

Selama enam tahun berturut-turut, provinsi ini juga menjadi daerah dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT. Pemerintah provinsi juga mengembangkan sekolah ketarunaan dengan menambah satu sekolah baru, yakni SMAN Taruna 2 Pamong Praja Bojonegoro. Total terdapat enam SMA Taruna di Jawa Timur.

Program ini diarahkan untuk membentuk karakter kepemimpinan dan nasionalisme siswa sejak jenjang pendidikan menengah. Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan nonakademik siswa. Dengan adanya sekolah ketarunaan, diharapkan lahir calon pemimpin bangsa dari Jawa Timur.

Peningkatan Kesejahteraan Guru

Upaya peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada peringatan Hari Guru Nasional, pemerintah provinsi memberikan bantuan sosial bedah rumah bagi 20 guru dengan nilai Rp 20–25 juta per orang.

Selain itu, Program Terapan Ekonomi Kreatif Guru (Proteg) yang telah berjalan selama dua tahun memberikan pendampingan kewirausahaan bagi guru honorer. Program ini mencakup pengembangan usaha di bidang kuliner, percetakan, tata busana, jasa pendidikan, hingga sektor kreatif lain yang telah dilengkapi legalitas usaha.

Menurut Aries Agung Paewai, kepala Dindik Jatim, program tersebut mendorong kemandirian ekonomi guru honorer sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. “Proteg bukan sekadar program, tetapi bukti nyata kepedulian. Kita melihat langsung guru-guru honorer yang kini mampu berdiri mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Program SMA Double Track

Penguatan kewirausahaan juga menyasar siswa melalui program SMA Double Track yang diikuti 9.600 siswa di 144 lembaga. Program ini menghasilkan rata-rata omzet unit usaha siswa sebesar Rp5–7 juta per bulan, dengan total akumulasi pendapatan mencapai Rp4,7 miliar hingga September 2025.

Di sisi inovasi pendidikan, ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 mencatat 24.626 pendaftar dari SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur yang menghasilkan 19.720 karya inovasi pendidikan. Dari jumlah tersebut, 30 karya dinilai sebagai inovasi paling visioner dan aplikatif.

Aries menegaskan capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Capaian ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *