Kunci Jawaban Mata Pelajaran Ekonomi untuk SMA/MA Kelas 12, Bab 2 Ekonomi Internasional
Berikut adalah kunci jawaban mata pelajaran ekonomi untuk siswa SMA/MA kelas 12, bab 2 tentang ekonomi internasional. Buku ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan ISBN 978-602-244-851-8, serta ditulis oleh Aisyah Nurjanah dan Yeni Fitriani.
Kunci jawaban ini dapat digunakan sebagai panduan bagi orang tua dalam mendampingi anak belajar. Namun, disarankan agar siswa terlebih dahulu mencoba mengerjakan soal-soal di buku secara mandiri dan cermat.
III. Kategori Benar-Salah
Berikut adalah beberapa pertanyaan dalam bentuk benar-salah:
-
Teori perdagangan yang menyatakan bahwa negara akan kaya apabila mampu mengakumulasi logam mulia dengan cara meningkatkan ekspor dan menekan impor merupakan teori merkantilisme.
Jawaban: Benar -
Faktor penentu daya saing ekspor Indonesia adalah kualitas komoditas ekspor dan pendapatan per kapita penduduk Indonesia.
Jawaban: Salah -
Kebijakan perdagangan internasional dimana pemerintah membatasi jumlah rotan mentah yang boleh diekspor adalah kebijakan tarif atau bea.
Jawaban: Salah -
Apabila bea masuk barang jadi dinaikkan, maka jumlah barang yang diimpor akan berkurang dan harganya lebih tinggi daripada produk barang dalam negeri.
Jawaban: Benar -
Ketika pelaku usaha di Indonesia akan mengekspor produk ke Jepang, hal yang harus diperhatikan adalah nilai tukar mata uang dan pendapatan penduduk negara Jepang.
Jawaban: Benar -
Indonesia melakukan ekspor udang ke Jepang dan Australia. Kegiatan ini dicatat dalam neraca perdagangan sebagai transaksi kredit karena Indonesia menerima aliran dana.
Jawaban: Salah -
Apabila nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor, neraca perdagangannya bersifat pasif.
Jawaban: Benar -
Indonesia dan Inggris mengadakan kerjasama bidang pendidikan dengan melaksanakan kegiatan pertukaran pelajar. Berdasarkan ilustrasi tersebut, bentuk kerjasama yang dijalin adalah kerjasama bilateral.
Jawaban: Salah -
ASEAN merupakan organisasi regional di kawasan Asia Tenggara yang didirikan dengan tujuan untuk membuka kawasan perdagangan bebas. Jumlah negara anggotanya sebanyak 11 negara.
Jawaban: Salah -
Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan kerjasama dengan negara lain dalam berbagai bidang. Salah satu lembaga kerja sama antar negara yang pernah diikuti oleh Indonesia adalah OPEC.
Jawaban: Benar
IV. Uraian
Berikut adalah jawaban dari beberapa pertanyaan uraian:
-
Tidak semua negara membuka diri untuk melakukan perdagangan internasional. Sehingga mereka hanya memenuhi kebutuhannya sendiri. Jelaskan secara rinci faktor yang menghambat suatu negara untuk tidak terlibat dalam kegiatan perdagangan internasional!
Jawaban: Beberapa faktor penghambat dalam perdagangan internasional sebagai berikut:
• Adanya penerapan kebijakan proteksi untuk melindungi industri dalam negeri.
• Kondisi geopolitik.
• Tidak stabilnya kurs mata uang asing.
• Adanya perbedaan dalam sistem pembayaran sehingga menyulitkan untuk melakukan transaksi.
• Rendahnya kualitas sumber daya alam dan sumber daya manusia. -
Salah satu dari jenis kebijakan perdagangan internasional yaitu pengenaan tarif dan kuota. Jelaskan dampak penerapan kedua kebijakan perdagangan internasional tersebut!
Jawaban:
Adanya pengenaan tarif akan membuat harga barang impor menjadi semakin mahal, sehingga bisa melindungi industri dalam negeri.
Adanya pembatasan kuota akan menyebabkan berkurangnya produk yang diimpor. -
Indonesia memiliki tingkat daya saing ekspor yang masih rendah sehingga masih terus melakukan impor. Uraikan bagaimana upaya untuk meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia! Jelaskan dampak yang akan dirasakan apabila Indonesia bisa meningkatkan daya saing produk ekspornya!
Jawaban: Upaya meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia sebagai berikut:
• Pemerintah memberikan kredit usaha rakyat berorientasi ekspor.
• Membuat deregulasi ekspor lebih efisien.
• Promosi ekspor. -
Dilihat dari bentuknya, terdapat beberapa kerja sama internasional baik itu kerja sama bilateral maupun kerja sama multilateral. Sebutkan beberapa jenis kerjasama yang diikuti Indonesia dan apa yang melandasi Indonesia untuk ikut bergabung dalam organisasi tersebut!
Jawaban:
ASEAN, AFTA, G20, PBB, OPEC. -
Uraikan latar belakang berdirinya organisasi G20/The Group of Twenty. Mengapa Indonesia bergabung dalam organisasi tersebut?
Jawaban:
G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU).
G20 merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.
Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.
Dibentuk pada 1999 atas inisiasi anggota G7, G20 merangkul negara maju dan berkembang untuk bersamasama mengatasi krisis, utamanya yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin.
Adapun tujuan G20 adalah mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.
G20 merupakan kumpulan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
Indonesia menduduki posisi ke 16 negara dengan PDB tertinggi.
Dengan bergabungnya Indonesia dalam G20, merupakan bentuk pengakuan atas status Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia, yang juga dapat merepresentasikan negara berkembang lainnya.
Indonesia termasuk dalam G20 karena Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi di dunia.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."












