Satpam Tanggamus Lulus Master, Ciptakan 13 Jurnal Ilmiah dan Masuk MURI

Khoirul Anam, Satpam dengan Tiga Gelar dan Banyak Karya Ilmiah

Khoirul Anam (28), seorang satpam yang bekerja di BRI Kantor Cabang Tanjung Priok, memiliki latar belakang pendidikan yang sangat menarik. Di balik seragam kuning yang ia kenakan setiap hari, Anam telah menyelesaikan pendidikan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Selain itu, ia juga memiliki dua gelar sarjana, yaitu S1 Manajemen dari Universitas Pamulang dan S1 Pendidikan Agama Islam dari STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah.

Anam tidak hanya berhenti pada gelar-gelar akademiknya. Ia juga aktif dalam menulis karya ilmiah dan buku. Hingga saat ini, ia telah menerbitkan delapan buku ber-ISBN yang terdaftar di Perpustakaan Nasional. Selain itu, tiga buku lain sedang ia kerjakan melalui program kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan lewat Dana Indonesiana. Dalam bidang penelitian, Anam telah mempublikasikan 13 karya ilmiah di jurnal nasional maupun internasional. Dua jurnal lainnya sudah diserahkan ke kampus sebagai bagian dari tugas akhir skripsi dan tesis.

Atas prestasinya, Anam masuk dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak. Penghargaan tersebut diterimanya pada Jumat (30/1/2026). Meskipun demikian, perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Salah satu kendala utama adalah biaya. Menurut Anam, publikasi jurnal bereputasi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, ia harus menyesuaikan pilihan media publikasi sesuai dengan penghasilannya sebagai satpam.

Meski begitu, Anam tetap menyimpan harapan agar karya-karyanya dapat terbit di jurnal bereputasi tinggi. “Saya sangat ingin karya tulis saya terakreditasi, seperti Sinta 2, Sinta 3, atau Scopus 3, Scopus 4,” ujarnya. Namun, hal tersebut masih menjadi tantangan karena keterbatasan dana.

Perjalanan Hidup yang Penuh Liku

Perjalanan hidup Anam penuh liku. Ia merantau dari Kabupaten Tanggamus, Lampung, ke Jakarta pada 2018 hanya dengan modal Rp 1 juta. Di tahun yang sama, Anam sempat mengalami sakit berat hingga koma. Kondisi tersebut bahkan membuat keluarganya pesimis terhadap peluang hidupnya. Pengalaman itu menjadi titik balik dalam hidupnya. “Dari sakit itu sebenarnya ada motivasi. Saya harus hidup di umur kedua ini harus menjadi yang lebih baik,” katanya.

Kini, Anam bertekad terus menempuh pendidikan dan menulis. Ia bercita-cita menjadi pengajar di masa depan. “Motivasi saya sebenarnya ingin mencerdaskan bangsa. Cita-cita saya menjadi pengajar, guru atau dosen,” ujarnya. Meski telah mengantongi dua gelar sarjana dan satu gelar master, Anam memilih bekerja sebagai satpam di BRI Kantor Cabang Jakarta Tanjung Priok. Ia mengaku profesi tersebut masih dijalaninya sambil menunggu kesempatan mewujudkan cita-citanya menjadi pengajar.

Kehidupan Sehari-hari dan Harapan Masa Depan

Di lokasi kerjanya, Anam tetap menjalani tugas seperti biasa. Ia berjaga di depan pintu masuk BRI Tanjung Priok, menyapa nasabah dengan ramah dan mengarahkan mereka sesuai keperluan. Dalam menjalani pendidikan, Anam harus membagi waktu dengan pekerjaannya sebagai satpam. Ia mengikuti kuliah kelas karyawan dengan jadwal padat, sementara pola kerjanya menggunakan sistem sif.

“Mungkin ketika saya masuk sif tetapi di hari Sabtu dan saya mengharuskan harus kuliah, itu saya biasanya izin. Kalau tidak, biasanya minta bantu teman untuk menggantikan sif,” ujar dia.

Meski memiliki pencapaian akademik, Anam tetap bersyukur dengan profesinya saat ini sembari terus berusaha mengejar cita-citanya menjadi pengajar. “Saat ini ya saya bertahan di security begitu atau di satpam, sambil saya berusaha untuk mencapai di titik tersebut,” kata dia.

Anam berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menuntut ilmu tanpa memandang latar belakang pekerjaan. “Jangan pernah lelah untuk menuntut ilmu. Karena sekecil apapun ilmu itu sangat-sangat bermanfaat di kehidupan kita,” tambah dia.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *