Disdik Catat Minat Pendidikan Non Formal Tinggi di Bekasi, Lembaga Kursus Berkembang Pesat

Partisipasi Pendidikan Non-Formal di Kota Bekasi Meningkat

Partisipasi masyarakat Kota Bekasi terhadap pendidikan non-formal menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari jumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang semakin banyak dan minat tinggi warga untuk mengikuti berbagai program pendidikan di lembaga kursus swasta.

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Nelwan Nelly Sampe, menyebutkan bahwa saat ini terdapat 78 PKBM yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Bekasi. Lembaga-lembaga tersebut memberikan layanan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi masyarakat. Dengan adanya peningkatan partisipasi, pihak dinas mendorong lembaga kursus swasta, termasuk sekolah bahasa, untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus memperhatikan perizinan.

Dorongan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait program wajib belajar 12 tahun yang diperluas dengan satu tahun pendidikan prasekolah. “Kami sangat mendorong yang terutama mereka harus stabil ya, diberi izin,” ujar Nelwan.

Menurutnya, PKBM memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan wajib belajar. PKBM dinilai mampu menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal. Selain itu, ia juga menyoroti kontribusi lembaga kursus swasta yang turut berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bekasi.

Pentingnya keberlanjutan operasional lembaga pendidikan non-formal menjadi faktor penting agar layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai ketentuan.

Sekolah Bahasa Buka Cabang Ketiga di Kota Bekasi

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dan pusat, CEO Sekolah Bahasa, Audy Laksamana, meresmikan lembaga pendidikan non-formal di Jalan Pondok Hijau Permai Blok A1 Nomor 4-6, Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Sabtu (31/1/2026). Cabang tersebut menjadi cabang ketiga Sekolah Bahasa setelah sebelumnya beroperasi di Cirebon, Jawa Barat, serta Blora, Jawa Tengah.

Audy berharap dengan hadirnya lembaga ini dapat diterima oleh masyarakat Bekasi, khususnya kalangan ekonomi menengah, dengan menawarkan biaya pendidikan yang relatif terjangkau. “Mulai Senin depan sampai Sabtu, 14 Februari, kami menyediakan program free trial (uji coba gratis),” harap Audy.

Sekolah Bahasa menyediakan pelatihan berbagai bahasa asing, mulai dari bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Jepang, hingga Jerman. Terkait proses pembelajaran, lembaga ini menerapkan metode khusus, yakni menghadirkan penutur asli atau native speaker setiap dua minggu sekali guna melatih kemampuan percakapan siswa.

Selain itu, setiap pembelajaran tatap muka, peserta didik juga memperoleh akses ke platform digital hingga tugas harian yang disalurkan melalui WhatsApp atau Telegram. Hal itu dilakukan agar siswa tetap terpapar bahasa asing selama lima hari dalam sepekan.

“Kami mengharapkan mereka (siswa) akan percaya diri untuk ngomong bahasa Inggris, tapi yang kedua tentu saja level bahasa Inggris, jadi kami mempunyai level dari mulai A1 sampai B2,” tutur Audy.

Lembaga pendidikan tersebut terbuka bagi seluruh kalangan, mulai dari anak-anak berkisar usia tujuh tahun hingga orang dewasa. Tidak hanya kelas reguler, tersedia pula program persiapan ujian standar kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL dan IELTS.

Peran Pendidikan Non-Formal dalam Program Wajib Belajar

Dengan dukungan pendidikan non-formal seperti PKBM dan lembaga kursus, diharapkan dapat membantu Pemda dalam mencapai target program wajib belajar yang optimal serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kota Bekasi.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *