Program Bina Desa 2026: Siswa SMA Unggulan Darul Hikam Berkontribusi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Siswa SMA Unggulan Darul Hikam menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program Bina Desa 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Dawuan, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, dan menjadi salah satu agenda tahunan sekolah yang bertujuan mengajak siswa belajar melalui interaksi langsung dengan lingkungan sekitar.
Salah satu capaian utama dari kegiatan ini adalah pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah yang sebelumnya minim penerangan. Proses pembangunan PJU ini dilakukan selama lima hari dan melibatkan siswa kelas XI dalam berbagai tahapan pekerjaan. Program Bina Desa 2026 dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang mencakup berbagai aspek seperti lingkungan, pendidikan, sosial, dan rohani. Seluruh kegiatan dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat setempat.
Kepala SMA Unggulan Darul Hikam, Ami Rahmawati, menjelaskan bahwa Student Work Camp merupakan rutinitas tahunan sekolah yang bertujuan membawa siswa keluar dari ruang kelas. “Student Work Camp ini merupakan rutinitas tahunan SMA Unggulan Darul Hikam, di mana pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui adaptasi langsung di lingkungan desa,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia berharap kehadiran para siswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. “Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, siswa-siswi kami bisa beradaptasi dan memberi kontribusi positif bagi warga Desa Dawuan,” tambahnya.
Pembangunan PJU menjadi program utama dalam Bina Desa 2026. Penanggung Jawab Bina Desa 2026, Riki, menjelaskan bahwa tema Lentera: Langkah Nyata Terangi Desa ditetapkan berdasarkan hasil survei lapangan dan dialog bersama warga. “Dari hasil survei, kami melihat bahwa Kampung Dawuan belum memiliki penerangan jalan sama sekali. Dari situ kami menetapkan tema Lentera sebagai langkah nyata untuk menerangi desa, sekaligus menjadi pembeda dari program bina desa tahun sebelumnya,” jelasnya.
Sebanyak enam titik PJU dipasang berdasarkan hasil musyawarah antara panitia dan warga. Seluruh proses pembangunan melibatkan siswa secara langsung, mulai dari pekerjaan awal hingga pemasangan tiang lampu. “Peran konkret siswa terlihat sejak tahap awal, seperti membuat lubang galian berdiameter 20 sentimeter dengan kedalaman 60 sentimeter di enam titik, hingga membantu mengangkat tiang, pasir, semen, dan material lainnya ke lokasi,” ungkap Riki.
Pembangunan PJU tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak. Selain LAZ Darul Hikam, sejumlah mitra perusahaan turut berkontribusi, di antaranya Elzaco, PT Papros, SKM Group Property, Mayora, dan Garuda Food, baik dalam bentuk pendanaan maupun dukungan kebutuhan program. “Untuk pendanaan, kami berkolaborasi dengan beberapa sponsor, seperti Elzaco, Papros, SKM Group Property, LAZ Darul Hikam, Mayora, dan Garuda Food,” tambahnya.
Dalam proses pemasangan PJU, tim LAZ Darul Hikam juga terlibat aktif mendampingi siswa, mulai dari dokumentasi hingga pengarahan teknis di lapangan. “Tim LAZ membantu kami dari proses dokumentasi pemasangan sampai mengarahkan anak-anak dalam seluruh tahapan pekerjaan,” katanya.
Riki menambahkan, dampak pemasangan PJU langsung dirasakan oleh warga, terutama dalam mendukung aktivitas malam hari menuju masjid dan fasilitas umum. “Dengan terpasangnya enam titik lampu ini, lingkungan menjadi lebih terang dan warga merasa lebih aman serta nyaman saat beraktivitas pada malam hari,” tuturnya.
Melalui program Bina Desa 2026, siswa SMA Unggulan Darul Hikam tidak hanya belajar tentang kepedulian sosial, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Program pembangunan PJU pun direkomendasikan menjadi program unggulan Divisi Lingkungan pada kegiatan Bina Desa di tahun-tahun mendatang karena manfaatnya yang langsung dirasakan warga.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












