Sekolah Jurnalistik: Membangun Kompetensi Menulis yang Berdaya Saing
Sekolah Jurnalistik menjadi salah satu program penting dalam meningkatkan keterampilan menulis dan pemahaman tentang dunia jurnalistik. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin menjadi wartawan, tetapi juga memberikan bekal dasar untuk berbagai profesi di masa depan.
Manfaat Sekolah Jurnalistik
Dekan Fakultas Hukum Unissula, Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, menjelaskan bahwa sekolah jurnalistik merupakan pelatihan soft skill menulis yang sangat berguna bagi lulusan. Dalam program ini, peserta diajarkan bagaimana menelaah sebuah berita dan mengubahnya menjadi tulisan yang baik. Selain itu, mereka juga belajar bagaimana menciptakan keseimbangan antara sumber berita yang digunakan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tujuan dari Sekolah Jurnalistik bukan hanya untuk menjadi seorang wartawan, tetapi juga untuk memperkuat daya saing individu dan institusi. Kemampuan menulis yang diperoleh peserta bisa sangat berguna dalam berbagai aktivitas profesi, termasuk di instansi pemerintah.
Kerja Sama yang Berkelanjutan
Sekolah Jurnalistik Angkatan XXV yang diadakan secara virtual pada Kamis 4 Desember 2025 adalah hasil kerja sama antara Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) dan PWI Jawa Tengah. Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2016 dan terus dikembangkan dengan peningkatan kualitas dan kapasitas penyelenggaraannya.
Program ini memberikan kesempatan eksklusif kepada 123 peserta yang terdiri dari mahasiswa FH Unissula, baik yang berstatus reguler maupun RPL, serta mahasiswa yang sudah bekerja atau menjadi eksekutif. Peserta akan mendapatkan wawasan dan keterampilan langsung dari para ahli di bidang jurnalistik.
Materi yang Disampaikan
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh seperti Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, Wakil Ketua PWI Jateng Bidang Pendidikan Alkomari, serta empat pemateri utama yaitu Ketua Dewan Kehormatan Amir Machmud NS, Sekretaris DK Achmad Zaenal Muttaqin, Badan UKW PWI Widiyartono Radyan, dan wartawan senior Budi Sutomo.
Materi yang disampaikan mencakup Etika Jurnalistik, Teknik Menulis Artikel Ilmiah Populer, Menulis Pendapat Hukum, dan Konvergensi Media. Selain itu, peserta juga diajarkan tentang tren digitalisasi seperti Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dan isu-isu terkini dalam dinamika jurnalistik.
Penekanan pada Praktik
Alkomari, yang juga Kepala Sekolah Jurnalistik PWI Jawa Tengah, menyampaikan bahwa dua materi dalam kegiatan ini tidak hanya teori, tetapi juga praktik. Materi tersebut meliputi penulisan artikel ilmiah populer dan menulis pendapat hukum (legal opinion). Melalui hal ini, peserta memiliki kesempatan untuk berlatih menulis yang dipandu langsung oleh pemateri.
Selain itu, selama kegiatan berlangsung, peserta aktif bertanya dan berdialog dengan pemateri. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan partisipasi peserta dalam mengikuti pelatihan jurnalistik ini.
Kesimpulan
Sekolah Jurnalistik Angkatan XXV merupakan program penting yang memberikan manfaat nyata bagi peserta. Dengan adanya pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kemampuan menulis yang dapat digunakan dalam tugas-tugas mereka di masa depan. Dengan demikian, Sekolah Jurnalistik menjadi sarana penting dalam membangun daya saing individu dan institusi.












