Penangkapan Bupati Lampung Tengah dalam Operasi Tangkap Tangan
Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (10/12/2025). Penangkapan ini terkait kasus suap proyek yang melibatkan anggota DPRD Lamteng dan pihak lainnya.
Ardito kena OTT hanya sehari setelah ia memimpin peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di daerahnya. Dalam acara tersebut, ia bahkan menyerahkan pin simbol anti korupsi kepada para jajarannya. Hal ini membuat banyak orang terkejut karena tindakan yang dilakukannya bertentangan dengan nilai-nilai yang ia sampaikan.
Harta Kekayaan Bupati yang Terbongkar
Menurut laporan terbaru, Ardito Wijaya memiliki harta kekayaan sebesar Rp 12,8 miliar. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikannya pada 10 April 2025, aset terbesar yang dimiliki Ardito adalah tanah dan bangunan senilai Rp 12.035.000.000. Dia memiliki lima bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Lampung Tengah.
Selain itu, dia juga memiliki alat transportasi dan mesin dengan total nilai Rp 705 juta. Dalam laporan tersebut, Ardito tercatat memiliki dua unit mobil merek Toyota Fortuner 2.4 VRZ 4X2 dan Honda CR-V 1.5 TC Prestige. Selain itu, dia juga memiliki motor merek Suzuki.
Dalam LHKPN yang disampaikan, Ardito tidak memiliki harta bergerak lainnya, surat berharga, atau harta lainnya. Hanya saja, dia tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 117 juta.
Perjalanan Karier Bupati yang Membawa Keberhasilan
Ardito Wijaya lahir di Bandar Jaya, Lampung Tengah, pada 23 Januari 1980. Sebelum terjun ke dunia politik, ia bekerja sebagai dokter. Ia pernah mengabdi di Puskesmas Seputih Surabaya (2010–2011) dan Puskesmas Rumbia, Lampung Tengah, selama setahun.
Karier birokratnya mulai naik saat ia menjabat Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) Dinas Kesehatan Lampung Tengah pada 2014–2016. Setelah itu, ia mulai terjun ke dunia politik.
Pada Pilkada 2020, Ardito mencalonkan diri sebagai wakil bupati bersama Musa Ahmad dan berhasil memenangkan kontestasi. Hasilnya, pasangan Musa–Ardito meraih 323.064 suara, unggul jauh dari dua pasangan lainnya.
Pada Pilkada 2024, Ardito kembali maju, kali ini sebagai calon bupati. Meskipun tidak lagi diusung PKB, ia mendapat dukungan PDI-P dan berpasangan dengan I Komang Suheri. Hasilnya, Ardito menang telak dari mantan pasangannya sendiri.
Ardito–Komang meraih 369.974 suara (63,71 persen), jauh di atas Musa Ahmad–Ahsan As’ad yang hanya meraih 210.741 suara (36,29 persen), meski didukung delapan partai politik. Ardito akhirnya dilantik sebagai Bupati Lampung Tengah periode 2025–2030 oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Namun, belum genap satu tahun menjabat, ia terseret OTT KPK.
Penangkapan dan Kehadiran di Gedung KPK
Setelah kena OTT, Ardito tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan, Rabu (10/12/2025) malam. Saat tiba, ia terlihat mengenakan kemeja hitam, jaket, celana hitam, dan topi putih. Selain itu, dia membawa satu koper.
Saat ditanya awak media apakah kabur saat terjaring OTT, Ardito membantahnya. “Selama ini kabur ke mana?” tanya awak media. “Di rumah saja,” jawab Ardito singkat.
Acara Hakordia 2025 yang Diikuti oleh Bupati
Sehari sebelum kena OTT KPK, Ardito sempat menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Nuwo Balak, Kecamatan Gunungsugih. Dalam video yang diunggah di akun Instagram Pemkab Lampung Tengah, Ardito tampak mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) berwarna cokelat dan peci hitam.
Ia juga memberikan sambutan dan menyerahkan pin serta plakat kepada para jajarannya. Diduga, pin dan plakat itu merupakan simbol bagi pegawai Pemkab Lamteng yang dinobatkan anti korupsi. Selain itu, ia turut menerbangkan burung merpati sebagai simbol pembukaan acara Hakordia 2025 bersama pejabat di lingkungan Pemkab Lampung Tengah.
Keterangan dari Wakil Ketua KPK
Penangkapan Ardito dalam operasi senyap dikonfirmasi Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. “Benar,” kata Fitroh saat dikonfirmasi, Rabu (10/12/2025). Fitroh mengatakan bahwa Ardito kena OTT terkait kasus suap. “Suap proyek,” kata Fitroh.
Selain Ardito, KPK juga menangkap beberapa pihak. Namun, ia belum mengungkapkan jumlah dan identitas pihak tersebut. “KPK telah mengamankan Bupati Lampung Tengah dan beberapa pihak terkait,” ucap dia.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."












