Penyelesaian Kasus Tumbler Hilang
Setelah kasus tumbler milik penumpang KRL yang hilang menjadi viral di media sosial, Anita dan petugas KAI Argi akhirnya bertemu untuk melakukan mediasi. Pertemuan ini dilakukan di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta, pada malam hari.
Kedua pihak sepakat berdamai setelah melalui proses mediasi. Hal ini menandai akhir dari drama yang telah membuat banyak orang terlibat dalam perdebatan. Dalam pertemuan tersebut, Anita dan suaminya didampingi oleh pihak KAI, sehingga memastikan proses penyelesaian dilakukan secara baik dan profesional.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa perusahaan menjunjung tinggi profesionalitas layanan sekaligus memastikan para petugas tetap mendapatkan dukungan penuh dalam menjalankan tugas mereka. Ia juga menegaskan bahwa Argi tidak dipecat seperti yang diberitakan sebelumnya. “A tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” tulis keterangan dalam postingan resmi.
Vice President of Corporate Communications of KAI Anne Purba menambahkan bahwa langkah penyelesaian secara kekeluargaan merupakan bentuk keterbukaan KAI Group terhadap setiap masukan pelanggan. Ia juga menyatakan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang sebelumnya beredar.
Anne menekankan bahwa KAI Group akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat koordinasi layanan, termasuk prosedur pengelolaan barang tertinggal (lost and found). Selain itu, pihaknya mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap memastikan barang bawaan berada dalam pengawasan, baik di area stasiun maupun selama berada di dalam layanan kereta api, Commuter Line, dan layanan KAI Group lainnya.
Sanksi Sosial yang Dialami Anita
Sementara itu, Anita kini mendapatkan sanksi sosial setelah diketahui telah dipecat dari kantor tempatnya bekerja. Pihak perusahaan mengaku telah mendalami kasus ini dan berujung pada pemecatan Anita. Dalam surat resmi yang diterbitkan melalui Instagram Resmi @daidanutama, perusahaan menyampaikan beberapa poin penting:
- Kami turut prihatin atas pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh karyawan perusahaan angkutan public tersebut, dan sangat mengapresiasi, setiap tindakan empati dan solidaritas, berkaitan dengan kasus ini
- Informasi kronologis kejadian, bukti-bukti thread dan percakapan, serta usulan-usulan untuk memberikan sanksi kepada ybs, sudah kami terima dan kami tanggapi secara serius.
- Tindakan yang digambarkan dilakukan oleh karyawan kami tersebut adalah Tindakan yang , tidak merepresentasikan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan kami secara keseluruhan.
- Kami telah melakukan proses investigasi mengenai peristiwa ini, dan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku
- Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa per tanggal 27 November 2025 ybs sudah tidak bekerja lagi di perusahaan kami.

Permintaan Maaf Anita
Setelah viral dan dipecat, Anita bersama suaminya memutuskan untuk meminta maaf di hadapan publik. Dalam video permintaan maaf yang dikutip akun @laporanjakarta, Alvin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Argi dan semua pihak terkait yang terkena dampak dan dirugikan atas ucapan dan perbuatan mereka berdua.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Alvin, saya Anita. Beberapa hari terakhir ini banyak berita beredar dan berkembang di sosial media terkait perbuatan kami berdua. Maka dari video yang kami buat ini kami berdua ingin meminta permohonan maaf sebesar-besarnya, khususnya kepada saudara Argi dan semua pihak terkait yang terkena dampak dan dirugikan atas ucapan dan perbuatan kami berdua.”
Ia juga meminta maaf kepada Argi, petugas di PT KAI yang kehilangan pekerjaan akibat keluhan tumbler tersebut. “Kami sangat sadar cara kami menyikapi kejadian ini sangat tidak bijak sehingga melukai banyak perasaan orang-orang di luar sana. Dan dari kejadian ini sebagai pembelajaran untuk kami agar lebih berhati-hati lagi ke depannya. Dari lubuk hati kami yang paling dalam kami sangat meminta maaf yang sebesar-besarnya.”












