Klarifikasi Deni alias Dea Lipa: Tidak Pernah Menistakan Agama dan Tidak Terpapar HIV
Deni alias Dea Lipa, seorang make up artist (MUA) yang dikenal dengan julukan Sister Hong Lombok, akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi terkait berbagai tudingan yang menimpanya. Dalam pernyataannya, ia membantah semua tuduhan yang menyebut dirinya sebagai penista agama dan mengidap HIV. Deni menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama atau merusak kesehatan.
“Selama ini saya tidak pernah menistakan agama, apalagi terpapar HIV,” ujarnya sambil menangis, seperti dikutip dari beberapa sumber berita. Ia mengungkapkan bahwa tudingan-tudingan tersebut sangat melukai perasaannya dan membuat mental serta pikirannya hancur. Bahkan, ia sempat mengalami pikiran-pikiran yang berbahaya terhadap dirinya sendiri.
Awal Mula Tudingan
Viralnya kasus ini bermula dari sebuah postingan di akun Instagram @nasikrawumataram. Narasi dalam unggahan tersebut memicu kemarahan publik terhadap Dea Lipa. Dalam tulisan akun tersebut, ia menuduh Dea Lipa sebagai penista agama. Isi narasi tersebut menyebut bahwa Dea Lipa, yang memiliki nama asli Deni, sering menggunakan hijab dan berpenampilan seperti wanita. Selain itu, ia juga disebut memegang-megang customer yang bukan muhrimnya saat melakukan tugas sebagai MUA.
Namun, tudingan tersebut tidak dapat dibuktikan. Akhirnya, Dea Lipa menjadi sasaran cibiran warganet. Ia sendiri mengaku tidak mengenal pemilik akun @nasikrawumataram dan tidak pernah terlibat masalah dengan orang lain.
“Sebuah akun media sosial mengunggah foto-foto saya bersama narasi yang tidak benar, penuh fitnah dan sangat melukai perasaan saya, keluarga saya, serta teman-teman yang selama ini mendukung saya,” katanya dengan nada kesedihan.

Penjelasan Soal Pemakaian Kerudung Seperti Wanita
Dea Lipa juga menjelaskan bahwa ia kerap menggunakan kerudung sebagai bagian dari penampilannya sebagai MUA. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan atribut tersebut bukanlah niat untuk menipu atau melecehkan siapa pun. Ia mengakui bahwa penggunaan kerudung adalah ekspresi diri yang lahir dari kekaguman dan rasa ingin melindungi diri dari pelecehan.
“Saya sama sekali tidak berniat menjadikan busana itu sebagai alat untuk menipu atau melecehkan siapa pun,” tegasnya.
Bantahan Soal HIV
Tudingan bahwa Dea Lipa terpapar HIV juga ia bantah keras. Tudingan ini muncul setelah unggahan akun @nasikrawumataram viral. Koordinator Solidaritas Kemanusiaan, Mukhsin, yang mendampingi Dea Lipa, menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sesuai prosedur membuktikan bahwa tudingan tersebut tidak memiliki dasar medis.
Perjalanan Hidup Dea Lipa
Perjalanan hidup Dea Lipa tidak mudah. Sejak kecil, ia mengalami keterbatasan pendengaran yang semakin parah setelah mengalami kecelakaan pada usia 10 tahun. Deni tinggal dan tumbuh dirawat oleh neneknya, sedangkan kedua orangtuanya bekerja sebagai pekerja migran. Sayangnya, ia harus kehilangan neneknya ketika duduk di kelas 6 SD.
Keterbatasan membuatnya hanya bisa mengenyam pendidikan hingga Sekolah Dasar. Selain itu, ia kerap mengalami perundungan. Keputusannya menjadi MUA muncul dari dalam dirinya. Ia bahkan rela belajar secara otodidak melalui YouTube dan media sosial.
Hingga saat ini, mimpinya masih sama, yakni menjadi MUA, punya galeri sederhana, melanjutkan pendidikan, dan berbagi keterampilan dengan orang lain.

Profil Dea Lipa
Dea Lipa alias Deni, juga dikenal sebagai Sister Hong dari Lombok, adalah seorang make up artist (MUA) asal Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Meskipun tampilannya seperti wanita berhijab yang anggun dan cantik dengan riasan tebal dan busana muslimah, diketahui bahwa Deni sebenarnya adalah seorang pria. Deni kerap mendapatkan pesanan untuk merias pengantin perempuan dan dikenal karena riasannya yang menawan.












