Program Beasiswa dan Bantuan Sosial yang Dilakukan oleh Biomasa Jaya Abadi Grup
Biomasa Jaya Abadi (BJA) Grup, yang terdiri dari PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), PT Bayan Tumbuh Lestari (BTL), dan PT Inti Global Laksana (IGL), telah memberikan bantuan pendidikan kepada 195 siswa dan mahasiswa. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang bertujuan untuk membantu anak-anak yang mengalami kesulitan biaya pendidikan.
Program beasiswa diberikan kepada 15 desa binaan BJA Group. Setiap desa menerima bantuan berupa 6 anak untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), 3 anak untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), 3 anak untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 1 anak perguruan tinggi. Dengan demikian, setiap desa menerima bantuan sebanyak 13 anak. Total bantuan diberikan ke 195 anak dari 15 desa tersebut.
Bantuan beasiswa ini tersebar di empat kecamatan, yaitu Popayoto, Popayato Timur, Lemito, dan Wanggarasi. Total anggaran yang dialokasikan untuk program beasiswa selama setahun adalah sebesar Rp 360 juta. Direktur BJA Group, Zunaidi, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah pertama dalam rangka meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat di daerah binaan.
Selain beasiswa, BJA Group juga memberikan bantuan kepada anak yatim dan piatu. Bantuan ini diberikan secara rutin setiap tiga bulan dengan rincian berupa beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula 1 kilogram. Setiap desa menerima 10 paket bantuan, sehingga total yang diberikan setiap bulannya adalah 150 paket.
Program Pemberdayaan Usaha Desa
Selain program beasiswa dan bantuan sosial, BJA Group juga memiliki program peningkatan pendapatan usaha desa. Program ini dilaksanakan melalui safari Ramadhan setiap tahunnya ke desa binaan. Selain itu, perusahaan juga telah membentuk koperasi plasma yang akan memperkuat perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Proses pembentukan koperasi plasma sedang dalam tahap pengumpulan data petani plasma dari masing-masing desa. Data tersebut akan diserahkan ke camat dan kemudian dilanjutkan ke tim verifikasi yang dibentuk oleh pemerintah kabupaten Pohuwato. Rencananya, pembagian plasma akan dilakukan pada akhir 2027 setelah panen tanaman gamal. Pembagian ini akan mengacu pada Surat Keputusan (SK) Dirjen terkait nilai optimum produksi.
Penyerahan Beasiswa di Pelabuhan Lalape
Penyerahan beasiswa dilakukan di Pelabuhan Lalape, milik BJA Group, di Desa Trikora, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pohuwato Arman Mohamad, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Pohuwato Ibrahim Kiraman, serta para camat, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Zunaidi menegaskan bahwa BJA Group tidak hanya berorientasi pada profit dan pertumbuhan, tetapi juga memiliki orientasi ekologi dan sosial. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Dia menyampaikan harapan agar siswa penerima beasiswa dapat menjadi generasi yang sukses dan menjadi pemimpin di daerah ini. Meskipun program beasiswa belum bisa menjangkau semua anak usia sekolah, Zunaidi berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka.
Total nilai beasiswa yang diberikan selama setahun adalah sebesar Rp 360 juta. Zunaidi berharap bantuan ini dapat membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












