Peristiwa Pemecatan Nur Aini, Guru ASN yang Viral karena Jarak Tempuh Mengajar
Pemecatan Nur Aini, seorang guru ASN di Kabupaten Pasuruan, kini menjadi perbincangan publik. Isu ini muncul setelah ia menyampaikan keluhan tentang jarak tempuh mengajar yang sangat jauh dan dugaan ketidakadilan dalam lingkungan kerjanya. Kejadian ini memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama di media sosial.
Jarak Tempuh yang Menjadi Masalah
Nur Aini, yang berasal dari Bangil, mengajar di SDN II Mororejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Sekolah tersebut berada di wilayah pegunungan di kaki Gunung Bromo. Dari rumahnya di Bangil, ia harus menempuh jarak sekitar 57 kilometer sekali jalan atau 114 kilometer pulang pergi setiap hari.
Kondisi ini membuat Nur Aini merasa tidak nyaman dan ingin dimutasi agar bisa mengajar lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Ia menyampaikan keinginan tersebut dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
“Kulo ingin pindah ke Bangil, Pak, supaya dekat,” ujar Nur Aini dalam percakapannya dengan praktisi hukum Cak Sholeh.
Namun, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menegaskan bahwa permintaan mutasi tidak menghapus kewajiban disiplin sebagai ASN.
Penjelasan dari BKPSDM
Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Kabupaten Pasuruan, Devi Nilambarsari, menjelaskan bahwa sanksi dijatuhkan berdasarkan hasil audit kehadiran. Ia menyebutkan bahwa pelanggaran berat bagi ASN adalah tidak masuk 10 hari berturut-turut tanpa alasan atau 28 hari komulatif dalam satu tahun.
“Sedangkan NA diketahui tidak masuk kerja tanpa alasan lebih dari batas itu,” jelas Devi.
Nur Aini Mengaku Absennya Direkayasa
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketidakhadiran Nur Aini dalam melaksanakan tugas mengajar telah melebihi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Keputusan pemberhentian tetap itu juga telah melalui rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Selain faktor jarak, Nur Aini sebelumnya juga mengeklaim adanya ketidakadilan di lingkungan kerjanya. Ia menuding absensi kehadirannya direkayasa oleh pihak sekolah, yang kemudian dilaporkan hingga berujung pemeriksaan oleh Inspektorat.
“Karena absen saya itu dibolong-bolongi Pak, direkayasa sama kepala sekolah, sehingga absen saya alfa. Iya, Pak, dipanggil Inspektorat. Inggih, Pak,” tutur Nur Aini.
Meski demikian, pihak pemerintah daerah menyatakan telah memberikan kesempatan klarifikasi kepada Nur Aini. Namun, proses tersebut dinilai tidak berjalan tuntas.
Pengakuan Cak Sholeh
Cak Sholeh, praktisi hukum yang melakukan podcast bersama Nur Aini, menyatakan bahwa ia membuat podcast tersebut karena merasa iba dengan kondisi Nur Aini yang harus menempuh jarak ratusan kilometer setiap hari.
“Waktu datang ke sini, dia (Nur Aini) meminta agar dirinya dibantu untuk memviralkan nasibnya agar dapat pindah dekat rumahnya,” ujar Cak Sholeh.
Ia juga mengungkapkan bahwa rasa iba semakin mendalam ketika Nur Aini mengaku bahwa tanda tangannya dipalsukan oleh rekan guru lain untuk meminjam uang koperasi.
Harapan Nur Aini
Nur Aini sendiri berharap dapat bertemu secara langsung dengan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, untuk menjelaskan alasan sebenarnya hingga dirinya rela podcast dengan Cak Sholeh hingga menjadi viral.
“Sebenarnya saya ingin ketemu Pak Bupati untuk menyampaikan hal sebenarnya. Bahwa saya pengajuan perpindahan itu sudah lama, tahun 2023, ke BKPSDM namun belum ada tanggapan. Padahal sudah lengkap,” kata Nur Aini.
Dia menyampaikan bahwa alasan pengajuan pindah mengajar ke BKPSDM tersebut karena kondisi kesehatan dan iklim kerja di sekolah. Jarak sekolah dengan rumah sejauh 57 kilometer dan jika total pulang pergi jadi 114 kilometer.
Akibat jauh itu, kini mulai berdampak pada kesehatan Nur Aini. Karena saat ini ia sedang menjalani perawatan.
Banyak Tanggapan Netizen
Setelah viral, Nur Aini justru menerima banyak tanggapan negatif dari netizen yang mengenalnya. Beberapa netizen menyebutkan bahwa Nur Aini adalah orang mampu, yang memiliki mobil Pajero, pikap, dan motor.
Dengan didampingi suaminya, M Ilham Burhanudin, Nur Aini berharap ada solusi setelah viral di tengah proses pemeriksaan kedisiplinan oleh BKPSDM. Ia hanya berharap bisa pindah mengajar dekat dengan rumahnya.
“Saya berharap ada kebijakan Pak Bupati. Sehingga saya tetap menjadi guru, dekat dengan rumah,” katanya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












