Sinergi Akademik dan Pemerintah dalam Penanganan Bencana
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam penanganan bencana alam. Ia menekankan bahwa kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan korban bencana.
Pihaknya telah menyiapkan kerangka kerja yang solid untuk mendukung penanganan tanggap bencana, yang mencakup tiga skema bantuan terencana. Skema tersebut meliputi:
- Pengajuan proposal kebutuhan spesifik dari sivitas akademika di lapangan
- Pemberian bantuan langsung dari Kemdiktisaintek
- Penyaluran bantuan terkoordinasi bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang terdampak langsung
Fokus utama kementerian adalah efisiensi penyaluran. “Kesiapan bukan hanya soal kecepatan bergerak, tetapi memastikan bantuan tiba aman dan tepat sasaran,” katanya, menekankan aspek akuntabilitas dalam respons darurat.
Stella memastikan penyaluran bantuan dilakukan melalui proses yang terukur dan bertahap. Ini dimulai dari identifikasi kebutuhan riil di lapangan, pengadaan barang secara tepat dan lengkap, hingga distribusi langsung ke wilayah yang membutuhkan seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Aceh Tamiang.
Di lokasi bencana, khususnya di Sumatera Utara, posko perguruan tinggi telah mengambil peran sentral. Mereka mengoordinasikan pengumpulan dan distribusi logistik pangan, layanan kesehatan darurat, pengerahan tenaga medis, relawan, serta tenaga teknis.
Tenaga teknis ini krusial perannya, fokus pada dukungan pemulihan jaringan komunikasi vital dan sanitasi lingkungan yang terdampak parah akibat bencana.
Stella merinci bantuan yang paling mendesak. “Selain logistik dasar seperti makanan, air bersih, dan selimut, serta obat-obatan yang menjadi kebutuhan paling mendesak,” ujarnya.
Bantuan medis juga dikirimkan dengan cepat. “Dihadirkan langsung 6 orang nakes (tenaga kesehatan) dan 2 orang dokter TNI yang akan membantu pelayanan kesehatan di lokasi bencana,” tambahnya.
Penyaluran bantuan medis tersebut dilakukan secara cepat melalui jalur udara, memanfaatkan Pangkalan TNI Angkatan Udara Soewondo Medan untuk efisiensi waktu tempuh.
Stella menegaskan komitmen pihaknya. Ia bersama jajaran perguruan tinggi terus bergerak cepat memenuhi kebutuhan tersebut melalui penyediaan stok obat darurat, peralatan medis ringan, serta layanan kesehatan keliling.
Layanan keliling ini dirancang khusus untuk melengkapi fasilitas kesehatan daerah yang mungkin kewalahan atau terdampak langsung oleh bencana.
Pihak Kemdiktisaintek juga menekankan akan terus memperbarui data situasi secara real-time dan meningkatkan koordinasi intensif dengan posko daerah, perguruan tinggi setempat, dan kementerian terkait lainnya.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh upaya penanganan berjalan terukur dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat pemulihan awal serta meminimalkan risiko lanjutan bagi masyarakat terdampak bencana,” tutur Stella Christie.
Penanganan Bencana di Aceh
Seratusan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di wilayah Provinsi Aceh sementara dialihfungsikan menjadi dapur umum. Langkah darurat ini diambil agar penanganan dampak bencana banjir di wilayah tersebut dapat berjalan optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Aceh, Mustafa Kamal, melaporkan dampak bencana banjir di Serambi Mekkah itu sangat signifikan. Bahkan, beberapa kabupaten/kota masih dilaporkan lumpuh total.
Oleh karena kondisi darurat tersebut, sejumlah SPPG yang sebelumnya sudah beroperasi untuk melayani gizi, kini beralih fungsi menjadi dapur umum guna penanganan cepat bencana.
Mustafa merinci data operasional terkini: “Dari 470 SPPG yang sudah beroperasi di Aceh, 164 SPPG beroperasi secara normal, 105 SPPG beralih menjadi dapur umum, 161 SPPG terpaksa masih setop operasional karena berbagai kendala yang kami alami, dan 47 SPPG tidak terdata karena terkendala listrik dan telekomunikasi.”
Menurut Mustafa, 105 SPPG yang berfungsi sebagai dapur umum tersebut terus menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada warga terdampak bencana di Aceh.
Menariknya, seratusan SPPG itu mengalihkan fokus penerima manfaat, dari yang awalnya melayani para siswa sekolah, kini sepenuhnya melayani para warga terdampak banjir yang membutuhkan asupan gizi darurat.
“Untuk hari ini, 7 Desember 2025, total jumlah porsi pengalihan yang telah disalurkan sebanyak 562.676 paket makanan,” kata Mustafa, menunjukkan skala bantuan yang masif.

Warga melintas di RSUD Aceh Tamiang luluh lantak akibat banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (6/12/2025). Berdasarkan data BPBD setempat hingga Sabtu (6/12), banjir bandang mengakibatkan 57 warga Aceh Tamiang meninggal dunia dan 23 warga hilang, sementara berdasarkan data BNPB bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra mengakibatkan 916 orang meninggal dunia dan 274 orang hilang. – (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso)

Warga merunduk melewati tiang listrik yang roboh akibat banjir bandang di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (6/12/2025). Berdasarkan data BPBD setempat hingga Sabtu (6/12), banjir bandang mengakibatkan 57 warga Aceh Tamiang meninggal dunia dan 23 warga hilang, sementara berdasarkan data BNPB bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra mengakibatkan 916 orang meninggal dunia dan 274 orang hilang. – (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso)

Suasana pusat Kota Kuala Simpang yang luluh lantak akibat banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (6/12/2025). Berdasarkan data BPBD setempat hingga Sabtu (6/12), banjir bandang mengakibatkan 57 warga Aceh Tamiang meninggal dunia dan 23 warga hilang, sementara berdasarkan data BNPB bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra mengakibatkan 916 orang meninggal dunia dan 274 orang hilang. – (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso)
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."












