Hukum  

Sinergi Hukum di Pelabuhan Korido Supiori Papua: Menata Gerbang Logistik Wilayah 3TP

Transformasi Pelabuhan Korido Menjadi Titik Sentral Pengawasan dan Ekonomi di Utara Papua

Pelabuhan Korido di Kabupaten Supiori, Papua, kini tidak hanya menjadi pusat transportasi logistik, tetapi juga berperan sebagai garda terdepan di wilayah 3TP (terdepan, terluar, terpencil, dan perbatasan). Dalam proses transformasinya, pelabuhan ini berupaya menjadi titik sentral pengawasan aktivitas lintas wilayah sekaligus penggerak ekonomi di utara Papua.

Untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan selaras dengan kepastian regulasi, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Korido menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Biak Numfor. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan penerapan hukum yang dinilai memengaruhi kualitas pelayanan dan operasional di pelabuhan.

Kepala KUPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, menekankan bahwa wilayah utara Papua memiliki posisi geopolitik dan ekonomi yang sangat strategis. Potensi besar dari sektor perikanan tuna, kopra, hingga pariwisata bahari memerlukan perlindungan hukum agar dapat dikelola secara optimal.

“Tingginya aktivitas laut berdampak pada kegiatan bongkar muat yang rawan praktik ilegal dan ketidaktertiban administrasi. Tanpa sistem pengawasan dan penegakan hukum yang kuat, risiko human error terhadap keselamatan pelayaran menjadi sangat tinggi,” ujar Willem dalam keterangan tertulis.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Biak Numfor, Hendra Wijaya, menyatakan sinergi antarlembaga ini merupakan solusi yang lebih progresif. Menurutnya, perbaikan tata kelola dan reformasi budaya kerja jauh lebih efektif daripada hanya berfokus pada pembangunan fisik yang memakan waktu lama dan biaya besar.

“Kerja sama ini memungkinkan terbentuknya ekosistem pengawasan terpadu yang terintegrasi dengan sektor keamanan maritim, bea cukai, hingga pengawasan perikanan. Dari sisi transparansi, sistem digital berbasis hukum akan meminimalkan penyimpangan dan meningkatkan kepercayaan publik,” kata Hendra.

Implementasi ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha lokal, UMKM, hingga investor. Dengan kepastian hukum dan layanan yang lebih cepat, iklim investasi di beranda utara Pasifik ini diharapkan semakin kondusif.

Tantangan Geografis dan SDM

Meski visi besar telah dicanangkan, tantangan di lapangan tetap membayangi. Willem mengakui bahwa kesiapan sumber daya manusia dalam penguasaan regulasi dan teknologi berbasis satelit masih menjadi kendala utama. Pelatihan intensif dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar transformasi digital dapat berjalan beriringan dengan penegakan hukum.

Di sisi lain, tantangan teknis juga nyata. Esau Karbi Mambrasar, Kawilker Mapia KUPP Korido, menyoroti keterbatasan jaringan komunikasi dan kondisi geografis yang sulit di Kepulauan Mapia sebagai hambatan teknis. Selain itu, resistensi terhadap perubahan budaya kerja di internal instansi juga menjadi faktor yang perlu dibenahi secara bertahap.

Melalui integrasi antara otoritas pelabuhan dan aparat penegak hukum, pengawasan diharapkan dapat dilakukan secara real-time.

Visi Masa Depan

Pada akhirnya, Pelabuhan Korido diharapkan mampu menjadi katalisator pembangunan Papua yang inklusif, modern, dan tetap tegak di atas koridor hukum.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *