Peran Ruben Onsu dalam Rencana Kuliah Betrand Peto ke Belanda



Betrand Peto memiliki rencana besar untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, dan di balik keputusan tersebut, sosok ayahnya, Ruben Onsu, memainkan peran yang sangat penting. Sejak awal, Ruben telah memberikan dukungan penuh serta arahan yang jelas bagi anaknya dalam mengambil langkah ini.

Dari sebelum Betrand memasuki kampus, Ruben sudah menyarankan agar ia mempertimbangkan kuliah di luar negeri. Menurutnya, pendidikan adalah investasi berharga yang akan membantu masa depan anaknya.

“Dari sebelum aku masuk kampus, Ayah udah bilang ‘cobalah kuliah di Belanda’,” ujar Betrand dalam sebuah tayangan YouTube Reyben Entertainment.

Selain sekadar memberi saran, Ruben juga terlibat langsung dalam proses perencanaan. Ia bahkan mulai mencari informasi tentang kampus-kampus di Belanda. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya ia dalam mempersiapkan masa depan pendidikan anaknya.

Namun, meskipun begitu, Ruben tetap memberi ruang bagi Betrand untuk menentukan pilihannya sendiri. Ia tidak memaksakan keputusan, melainkan lebih memilih berdiskusi sebagai bentuk komunikasi dua arah.

Bagi Betrand, kehadiran ayahnya bukan hanya sebagai orang tua, tetapi juga sebagai pendukung utama dalam setiap langkah hidupnya. Dukungan ini membuatnya merasa lebih yakin menjalani rencana besar tersebut.

Tidak hanya dalam hal pendidikan, Ruben juga selalu menjadi pelindung saat anaknya menghadapi tekanan publik. Ia kerap membela Betrand dari berbagai komentar negatif yang muncul di media sosial.

“Orang tua pasti akan membela anaknya,” kata Betrand.

Peran protektif Ruben ini memberikan rasa aman bagi Betrand, terutama sebagai figur publik yang selalu mendapat perhatian. Dukungan tersebut menjadi kekuatan tersendiri baginya.

Betrand juga menyadari bahwa ayahnya selalu berusaha menjadi pelindung bagi seluruh anak-anaknya. Tidak hanya dirinya, tetapi juga adik-adiknya, Thalia dan Thania. Hal ini menunjukkan bagaimana Ruben menjalankan perannya sebagai kepala keluarga dengan tanggung jawab penuh. Ia tidak hanya memikirkan karier anak, tetapi juga perkembangan pribadi mereka.

Di sisi lain, keputusan untuk mendorong Betrand kuliah ke luar negeri juga mencerminkan pola asuh yang visioner. Ruben ingin anaknya memiliki pengalaman global dan wawasan yang lebih luas.

Adanya saudara di Belanda membuat rencana ini dinilai lebih realistis dan terarah. Faktor ini turut menjadi pertimbangan dalam memilih negara tujuan.

Meski rencana tersebut belum final, dukungan Ruben tetap konsisten. Ia membiarkan proses berjalan secara alami sambil terus memberikan arahan.

Bagi Betrand, sosok ayah seperti Ruben Onsu menjadi fondasi penting dalam mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia merasa tidak berjalan sendirian dalam menentukan masa depan.

Peran Ruben Onsu ini pun menjadi contoh bagaimana orang tua bisa hadir sebagai pembimbing sekaligus sahabat bagi anak, terutama dalam menghadapi pilihan antara pendidikan dan karier.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *