Upaya Bersama dalam Memastikan Distribusi LPG 3 kg yang Tepat Sasaran
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sulawesi Utara mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi distribusi LPG 3 kg di wilayah tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan gas bersubsidi tersebut benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak. Ketua DPD V Hiswana Migas Manado, Sonny Bongkriwan, menegaskan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan Pertamina, pemerintah daerah, serta otoritas terkait untuk memperketat pengawasan di lapangan. Namun, keterlibatan publik dinilai menjadi kunci utama kelancaran distribusi.
Masyarakat sangat disarankan untuk selalu membeli LPG di pangkalan resmi dan menggunakan gas tersebut sesuai peruntukannya. Sonny menekankan pentingnya transparansi dalam penyaluran energi bersubsidi ini. “Selain itu, kiranya berpartisipasi aktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan di lapangan,” tegas Sonny.
Jika ditemukan adanya kendala layanan atau praktik nakal di lapangan, warga dapat langsung melapor melalui salakan resmi di Contact Center ESDM 136 atau Pertamina Call Center (PCC) 135.
Peran Masyarakat dalam Pengawasan Distribusi
Hiswana Migas Manado juga mengingatkan bahwa LPG 3 kg adalah produk subsidi yang terbatas. Oleh karena itu, warga diminta untuk membeli sesuai kebutuhan tanpa harus melakukan aksi borong (panic buying). Bagi kelompok masyarakat mampu, Sonny mendorong mereka untuk menggunakan LPG non-subsidi seperti Bright Gas agar stok “si melon” tetap terjaga bagi warga prasejahtera.
Berdasarkan SE Dirjen Migas Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022, terdapat sejumlah sektor usaha komersial yang secara tegas dilarang menggunakan LPG 3 kg, di antaranya:
- Akomodasi & Kuliner: Hotel dan Restoran.
- Jasa: Usaha binatu (laundry), Butik, dan Jasa las.
- Sektor Primer: Peternakan skala besar, Usaha pertanian secara umum, serta Usaha tani tembakau.
Dengan pengawasan bersama, diharapkan distribusi energi di Sulawesi Utara tetap stabil dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Penguatan Pasokan LPG 3 kg oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menindaklanjuti pemberitaan terkait dinamika ketersediaan LPG 3 kg di wilayah Sulawesi Utara, khususnya di Kota Manado dan Kotamobagu, yang mengalami peningkatan kebutuhan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan pemantauan di lapangan, peningkatan konsumsi LPG 3 kg terjadi dalam periode aktivitas masyarakat yang tinggi, sehingga penyaluran di sejumlah titik berlangsung lebih cepat dari biasanya.
Kondisi ini mendorong keterbatasan ketersediaan di tingkat pangkalan dan berdampak pada munculnya harga yang bervariasi di tingkat pengecer. Sales Branch Manager Sulutgo IV Gas, Ahmad Fernando, menyampaikan, Pertamina telah melakukan langkah penguatan pasokan secara signifikan untuk menjaga ketersediaan LPG di wilayah tersebut.
“Pertamina telah melakukan build up stok di Kota Manado hingga 220 persen dari rata-rata harian normal, serta di Kota Kotamobagu sebesar 230 persen. Selain itu, extra dropping juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelas Ahmad dalam rilis yang diterima Tribun Manado.
Harga Resmi dan Peran Masyarakat dalam Pembelian
Ia menegaskan, harga resmi LPG 3 kg hanya berlaku di agen dan pangkalan resmi, sementara harga di tingkat pengecer berada di luar ketentuan yang ditetapkan. “Masyarakat diimbau untuk melakukan pembelian di agen atau pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan. Harga di tingkat pengecer bukan merupakan acuan resmi,” tambahnya.
Pertamina juga mengingatkan bahwa LPG 3 kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, sehingga penggunaannya perlu dijaga bersama agar distribusi tetap tepat sasaran. Sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan distribusi, Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebih.
Masyarakat yang mampu juga didorong untuk menggunakan LPG non-subsidi seperti Bright Gas agar ketersediaan LPG 3 kg dapat lebih difokuskan bagi kelompok yang membutuhkan.
Komitmen Pertamina dalam Menjaga Ketersediaan Energi
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa optimalisasi distribusi terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keandalan pasokan energi. “Pertamina terus memperkuat distribusi LPG 3 kg melalui penambahan pasokan dan monitoring intensif di lapangan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Pengawasan juga ditingkatkan untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan,” ujar Lilik.
Ia juga menambahkan bahwa peran masyarakat penting dalam menjaga kelancaran distribusi. “Masyarakat diharapkan membeli LPG di pangkalan resmi, menggunakan sesuai peruntukan, serta berpartisipasi aktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan di lapangan,” tambahnya.
Apabila masyarakat menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran, dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135 sebagai saluran resmi pengaduan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan energi melalui penguatan distribusi, peningkatan pengawasan, serta koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara optimal.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












