528 Siswa SMA Negeri 1 Ambon Berdoa Bersama Hadapi Ujian

Persiapan Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Ambon dengan Doa Bersama

Menjelang pelaksanaan ujian praktek dan ujian sekolah, ratusan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ambon mengikuti kegiatan doa bersama sebagai bentuk persiapan mental, spiritual, dan moral. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (6/2/2026) dan diadakan di beberapa tempat ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing siswa.

Total sebanyak 528 siswa yang akan menghadapi rangkaian ujian tersebut terlibat dalam kegiatan doa yang digelar secara serentak di beberapa lokasi. Siswa beragama Kristen Protestan mengikuti ibadah di Gereja Joseph Kam, sementara siswa Katolik berdoa di Gereja Katedral Ambon. Siswa Muslim berdoa di mushola sekolah, sedangkan siswa beragama Hindu dan Buddha melaksanakan doa di tempat ibadah masing-masing, termasuk di Pura.

Kehadiran Siswa dan Guru dalam Ibadah

Ibadah yang diadakan di Gereja Joseph Kam, kawasan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dihadiri sekitar 300 siswa Kristen Protestan. Ibadah dimulai pukul 11.00 WIT dan dipimpin oleh Pendeta J. Tehuayo. Pembacaan Alkitab diambil dari Amsal 3:5–6 dan Amsal 23:18, yang menekankan pentingnya pengharapan, kepercayaan diri, dan masa depan yang dijalani dengan iman.

Selain siswa, kegiatan doa bersama ini juga dihadiri oleh dewan guru SMA Negeri 1 Ambon sebagai bentuk dukungan langsung kepada para peserta ujian. Kepala Sekolah, Dra. Elonamayo Laturiuw, menjelaskan bahwa doa bersama ini menjadi langkah awal dalam menyongsong ujian praktek hingga ujian sekolah yang akan dihadapi siswa kelas XII.

“Hari ini SMA Negeri 1 Ambon dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan ujian praktek sampai dengan ujian sekolah, kami awali dengan doa bersama. Doa dibagi di beberapa tempat ibadah sesuai agama siswa. Ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter, bagaimana siswa-siswi kami saling menghargai kepercayaan masing-masing,” ujarnya saat diwawancarai.

Penyelenggaraan Ujian dan Lokasi Ibadah

Ujian praktek dijadwalkan berlangsung pada 9–14 Februari 2026, sementara ujian sekolah akan digelar pada 13–24 April 2026. Pemilihan Gereja Joseph Kam sebagai lokasi ibadah siswa Kristen Protestan didasarkan pada pertimbangan jumlah peserta. Karena kegiatan ini hanya untuk kelas XII, maka dipilih Gereja Joseph Kam yang jaraknya tidak jauh dari sekolah.

“Jumlah siswa SMA Negeri 1 Ambon secara keseluruhan sekitar 1.517 siswa. Kalau ibadah seluruh sekolah biasanya kami gunakan Gereja Maranatha karena kapasitasnya besar. Tapi karena doa ini hanya untuk kelas XII, maka kami pilih Gereja Joseph Kam yang jaraknya juga tidak jauh dari sekolah. Tadi kami semua jalan kaki dari sekolah ke sini,” tambahnya.

Pesan Motivasi dari Pendeta

Pendeta J. Tehuayo memberikan pesan motivasi kepada para siswa agar tidak memandang ujian sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari proses kehidupan menuju masa depan. Ia menekankan bahwa kekhawatiran berlebihan justru dapat mematikan semangat berjuang siswa.

“Mari melihat ujian ini bukan sebagai beban, tapi sebagai proses dan langkah untuk maju. Kalau ujian dilihat sebagai beban, anak-anak akan takut, gelisah, dan tidak percaya diri. Tapi kalau ini dipandang sebagai fase lanjutan hidup, maka akan tumbuh pengharapan, semangat, dan daya juang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan pergaulan, terutama di masa persiapan ujian. “Anak-anak harus menjaga lingkungan dan diri sendiri. Kalau bahasa anak-anak sekarang, menjaga circle. Kalau circle tidak betul, lingkungan tidak betul, dampaknya ke kesehatan. Padahal kesehatan dan lingkungan itu adalah support system mereka,” katanya.

Peran Orang Tua dalam Persiapan Ujian

Pendeta Tehuayo menekankan peran orang tua yang sangat krusial, tidak hanya dalam dukungan finansial, tetapi juga pendampingan moral dan spiritual. “Orang tua jangan menjadi pola intimidasi bagi anak-anak. Jangan mengatakan kalau tidak lulus itu memalukan keluarga. Sampaikan kepada anak-anak bahwa apapun hasilnya, mereka sudah melakukan yang terbaik dan orang tua akan tetap berjalan bersama mereka,” pesannya.

Melalui doa bersama lintas agama ini, SMA Negeri 1 Ambon tidak hanya mempersiapkan siswa secara akademik, tetapi juga menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan ketangguhan mental dalam menghadapi salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan mereka.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *