Bisnis  

Percayakan Azko dan NEKA, ACES tingkatkan strategi di tengah menurunnya daya beli

Kinerja ACES Tahun 2025: Pertumbuhan yang Terbatas Namun Strategi Ekspansi Tetap Berjalan



Jakarta – Kinerja peritel dengan jenama Azko, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) sepanjang 2025 dinilai masih sejalan dengan strategi ekspansi agresif dan diversifikasi portofolio bisnis yang dijalankan oleh perseroan. Meskipun pertumbuhan penjualan tercatat relatif terbatas, perusahaan tetap berkomitmen untuk memperkuat fondasi bisnis melalui penguatan merek dan pengembangan portofolio baru.

Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025, penjualan bersih ACES pada 2025 tercatat senilai Rp8,63 triliun atau naik tipis 0,65% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp8,58 triliun. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp668,72 miliar pada 2025, atau turun sekitar 25,03% dibandingkan Rp892,04 miliar pada 2024.

Kinerja ACES sepanjang 2025 sangat dipengaruhi oleh dinamika daya beli masyarakat yang berdampak pada kinerja Same Store Sales Growth (SSSG), sehingga pertumbuhan pendapatan tercatat relatif terbatas. Direktur ACES Gregory S. Widjaja mengatakan bahwa ke depan perusahaan akan memperkuat fondasi bisnis melalui penguatan merek Azko dan pengembangan portofolio baru, NEKA, untuk menjaga relevansi dan daya saing di industri yang semakin dinamis.

“Transformasi yang kami jalankan sepanjang 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat arah pertumbuhan ke depan. Melalui Azko, kami terus memperkuat relevansi dan kedekatan dengan pelanggan dengan menghadirkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya melalui keterangan resmi.

Sementara itu, kehadiran portofolio Neka merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperluas jangkauan ritel modern melalui konsep yang lebih terjangkau dan praktis. “Ke depan, kami akan terus mendorong ekspansi, inovasi, serta penguatan kapabilitas bisnis untuk memastikan tetap adaptif dan mampu menjawab dinamika kebutuhan pasar yang terus berkembang,” lanjutnya.

Peningkatan Jumlah Toko dan Wilayah Layanan

Sepanjang 2025, ACES memperluas layanan melalui pembukaan 27 toko baru AZKO, yang terdiri dari 13 toko di luar Pulau Jawa dan 12 toko di Pulau Jawa (luar Jakarta), sekaligus menjangkau 15 wilayah baru, seperti Palu, Pematang Siantar, Palangka Raya, Bukittinggi, Kolaka, dan wilayah paling timur di Indonesia, Abepura dan Sorong, Papua. Dengan penambahan tersebut, hingga akhir tahun 2025, ACES mengoperasikan 265 toko Azko yang tersebar di 90 kota di Indonesia, terdiri dari 177 toko di Pulau Jawa dan 88 toko di luar Pulau Jawa.

ACES juga memperluas segmentasi pasar melalui kehadiran merek NEKA, penyedia aneka kebutuhan rumah dan gaya hidup dengan nilai belanja lebih terjangkau, praktis, dan relevan dengan kebutuhan harian masyarakat. Inovasi strategis ini memperluas basis konsumen di wilayah yang belum terlayani secara optimal oleh ritel modern khususnya di kawasan luar pusat kota, dengan tetap menjaga diferensiasi dan positioning yang jelas untuk setiap merek usaha dalam portofolio bisnis perseroan.

Pengembangan Portofolio Baru dan Perbaikan Kinerja

Sepanjang 2025, ACES telah membuka 10 toko NEKA yang berlokasi di wilayah Jabodetabek, Serang, hingga Pandeglang. Selain itu, ACES juga mulai mencatatkan kinerja pertumbuhan penjualan di toko yang sama (same store sales growth/SSSG) positif 1% pada Januari 2026 setelah sempat tertekan sepanjang tahun lalu.

Menurut Head of Investor Relations Aspirasi Hidup Indonesia Billy Utama Suria, capaian positif pada awal tahun ini menandai perbaikan bertahap setelah sempat tertekan sepanjang tahun lalu. Tekanan terhadap SSSG mulai terasa setelah periode Lebaran pada kuartal II/2025. Sejak saat itu, kinerja penjualan sempat bergerak negatif sebelum akhirnya berangsur pulih menjelang akhir tahun.

Tren pemulihan, lanjutnya, sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal kuartal IV/2025. Meski demikian, dia menilai kondisi itu bukan sekadar efek basis rendah (low base effect), tetapi mencerminkan adanya perbaikan fundamental pada aktivitas belanja.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *