Peningkatan Penumpang Whoosh Selama Masa Angkutan Lebaran 2026
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang yang menggunakan layanan kereta cepat Whoosh selama masa Angkutan Lebaran 2026. Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih transportasi yang cepat, nyaman, dan efisien untuk berpergian.
Pada keberangkatan tanggal 24 Maret 2026, jumlah penumpang Whoosh mencapai sekitar 21.500 orang. Proyeksi ini menunjukkan bahwa jumlah penumpang akan terus meningkat hingga perjalanan terakhir, mengingat penjualan tiket masih berlangsung baik secara daring maupun luring. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa peningkatan ini menandai mulainya arus balik Lebaran, di mana masyarakat kembali ke Jakarta untuk melanjutkan aktivitas mereka.
“Whoosh menjadi pilihan utama karena menawarkan perjalanan yang cepat, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Eva dalam keterangan tertulisnya.
Tren peningkatan penumpang Whoosh terus berlanjut dari hari-hari sebelumnya. Pada 23 Maret 2026, jumlah penumpang mencapai sekitar 23.000 orang dalam satu hari. Menurut Eva, peningkatan ini didominasi oleh pergerakan masyarakat dari Bandung menuju Jakarta. Hal ini terlihat dari tingginya okupansi keberangkatan dari Stasiun Padalarang yang telah habis terjual sejak jadwal keberangkatan siang sekitar pukul 13.00 hingga pukul 18.00.

Penumpang kereta cepat Whoosh berjalan untuk memasuki gerbong di Stasiun KCIC Halim, Jakarta, Rabu (18/3/2026). – (/Prayogi)
Eva juga memproyeksikan peningkatan volume penumpang akan kembali terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026, seiring berakhirnya masa posko Angkutan Lebaran serta menjelang dimulainya kembali aktivitas sekolah pada 30 Maret 2026. Secara kumulatif, jumlah penumpang Whoosh selama masa Angkutan Lebaran periode 13 hingga 30 Maret 2026 telah mencapai sekitar 220.000 penumpang dan diperkirakan akan terus meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
KCIC mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik dan melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui seluruh kanal penjualan resmi Whoosh, baik secara daring maupun luring, guna memastikan ketersediaan tiket sesuai jadwal yang diinginkan.
“Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap layanan Whoosh menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang andal dan berkualitas. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan selamat menikmati momen liburan bersama keluarga,” kata Eva.
Whoosh Jadi Pilihan Utama
KCIC mengungkapkan bahwa masyarakat memilih kereta cepat Whoosh sebagai moda transportasi untuk bersilaturahmi kepada keluarga di Bandung atau sebaliknya di Jakarta saat Lebaran. Eva mengatakan ini merupakan Lebaran tahun ketiga yang dilewati oleh Whoosh sejak beroperasi perdana secara komersial pada Oktober 2023.
“Jadi, meskipun jaraknya jauh, waktu tempuhnya hanya sekitar 30–47 menit sehingga banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan Whoosh untuk bersilaturahmi pada saat hari Lebaran,” ujar Eva.

Penumpang kereta cepat Whoosh berjalan untuk memasuki gerbong di Stasiun KCIC Halim, Jakarta, Rabu (18/3/2026). – (/Prayogi)
Masyarakat menggunakan kereta cepat Whoosh sebagai moda transportasi untuk bersilaturahmi ke keluarga yang ada di Bandung atau sebaliknya di Jakarta karena perjalanan menggunakan Whoosh dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya memiliki waktu tempuh yang relatif singkat.
“Jadi, kalau kita melihat di hari kedua Lebaran ini, sepertinya sebagian memang secara khusus untuk bersilaturahmi ke keluarga masih ada, tetapi sudah mulai ada juga yang berwisata,” kata Eva.
Adapun peningkatan volume mulai terlihat sejak 18 Maret. Secara kumulatif, penjualan tiket Whoosh selama masa Angkutan Lebaran pada periode 13 hingga 30 Maret 2026 telah mencapai sekitar 178.000 tiket dan diproyeksikan akan terus meningkat hingga momen liburan berakhir.
Sebagai informasi, PT KCIC menyiagakan sebanyak 551 personel pengamanan mobilitas mudik Lebaran 2026 untuk menjaga kelancaran masa angkutan hari raya.
Eva mengatakan KCIC berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat selama periode angkutan Lebaran. Eva menjelaskan personel pengamanan tersebut terdiri atas petugas pengamanan internal KCIC, petugas pengamanan operasional, serta dukungan dari TNI dan Polri yang ditempatkan di stasiun, jalur operasional, hingga area depo.












