Bisnis  

Jadi Penerima Manfaat Apartemen Subsidi, Ojol Harap Cicilan di Bawah Seratus Juta

Program Hunian Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Bekasi

Pengemudi ojek online (ojol) di Bekasi menyambut baik program pemerintah yang bertujuan memberikan hunian subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Cikarang. Mereka berharap cicilan rumah dapat dibatasi di bawah Rp1 juta per bulan agar lebih terjangkau.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun 3 juta rumah untuk masyarakat dengan penghasilan terbatas. Salah satu proyek yang sedang dikerjakan adalah apartemen subsidi di kawasan Meikarta, yang dibangun di atas lahan seluas 30 hektare yang dihibahkan oleh Lippo Group.

Harapan Pengemudi Ojol

Ketua Grab Militan Kabupaten Bekasi, Arief yang akrab disapa Panglima, mengatakan bahwa program perumahan ini sangat membantu kalangan pekerja dengan penghasilan terbatas seperti ojol. Ia menilai bahwa setiap orang pasti memiliki mimpi untuk memiliki tempat tinggal sendiri, dan program ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang kesulitan membeli rumah karena harga properti yang tinggi.

Arief menjelaskan bahwa selama ini banyak pengemudi ojol belum mampu membeli rumah karena keterbatasan pendapatan. Oleh karena itu, program ini dinilai membuka peluang bagi para pekerja informal untuk memiliki hunian yang layak.

Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memastikan skema pembiayaan yang benar-benar terjangkau bagi masyarakat. Para pengemudi ojol berharap cicilan hunian tersebut bisa berada di kisaran di bawah Rp1 juta per bulan. Ia juga menyampaikan harapan agar proses pembangunan dapat dipercepat dan prosedur untuk mengakses program tersebut dipermudah.

Groundbreaking Apartemen Subsidi di Meikarta

Pembangunan apartemen subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, telah dimulai. Acara groundbreaking dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, serta pendiri Lippo Group Mochtar Riady dan James Riady.

Program ini merupakan bagian dari target pembangunan 3 juta rumah yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Lahan seluas 30 hektare yang digunakan untuk proyek ini berasal dari Lippo Group yang dihibahkan kepada pemerintah melalui Danantara sebagai dukungan terhadap program tersebut.

Target Pembangunan 140 Ribu Unit Hunian

Lahan seluas 30 hektare tersebut diproyeksikan mampu menampung pembangunan sekitar 140.000 hunian vertikal. Jumlah ini diperkirakan setara dengan sekitar 5 persen dari target nasional pembangunan 3 juta rumah.

CEO Lippo Group James Riady mengatakan pihaknya menghibahkan lahan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menyediakan hunian bagi masyarakat. Ia menyebut alasan penghibahan tanah ini karena mendukung Presiden yang punya hati untuk rakyat.

Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo menyebut kebutuhan rumah layak huni di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan data pemerintah, terdapat sekitar 9 hingga 15 juta keluarga yang belum memiliki rumah, sementara sekitar 27 juta rumah tangga masih tinggal di hunian tidak layak.

Proyek Hunian Vertikal di Lokasi Lain

Selain proyek di Cikarang, pemerintah juga menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk pembangunan hunian vertikal. Salah satunya adalah di Depok yang direncanakan memanfaatkan sekitar 45 hektare lahan untuk pembangunan ratusan ribu unit rumah.

Setelah peninjauan lokasi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan proses pematangan konsep pembangunan, termasuk penyusunan skema pengembangan kawasan, mekanisme penentuan harga, serta kriteria pembelian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada pendiri Lippo Group Mochtar Riady bersama keluarga yang telah menghibahkan lahan untuk program tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembangunan hunian di atas lahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 140 ribu unit apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan peninjauan lokasi menjadi langkah awal untuk memastikan pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *