Kasus Tindak Pidana Pasar Modal yang Melibatkan PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA)
PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) adalah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak dalam bidang manufaktur material bahan bangunan dari plastik berbahan dasar PVC, serta perdagangan dan distribusi melalui entitas anak. Perusahaan ini mencatatkan sahamnya di BEI melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada tanggal 10 April 2023. Dalam IPO tersebut, PIPA melepas 925 juta lembar saham dengan harga Rp 105 per saham, sehingga menghasilkan dana sebesar Rp 97,12 miliar.
Morris Capital Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas PIPA dengan porsi 49,92 persen atau sebanyak 1,71 miliar lembar saham. Sementara itu, porsi masyarakat mencapai 48,36 persen atau sebanyak 1,65 miliar lembar saham. Selain itu, Susyanalief memiliki porsi sebesar 1,72 persen atau 59,03 juta lembar saham.
Perubahan Pengurus PIPA
Pada 26 Januari 2026, PIPA menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menyetujui perubahan pengurus perseroan. Dalam rapat tersebut, Imanuel Kevin Mayola mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama. Sebagai gantinya, Firrisky Ardi Nurtomo, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur, kini resmi diangkat menjadi Direktur Utama.
Selain itu, Junaedi mengundurkan diri dari posisi Direktur dan digantikan oleh Noprian Fadli sebagai anggota Direksi baru. Masa jabatan pengurus baru ini akan berlangsung hingga 30 Juli 2027. Pemegang saham juga menerima pengunduran diri Susyanalief dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan. Meski demikian, posisi Komisaris Utama tetap dijabat Nicolas Sahrial Rasjid.
Berikut adalah susunan terbaru pengurus PIPA:
Dewan Direksi:
– Direktur Utama: Firrisky Ardi Nurtomo
– Direktur: Noprian Fadli
Dewan Komisaris:
– Komisaris Utama: Nicolas Sahrial Rasjid
– Komisaris: Ramdani Eka Saputra
Penetapan Tiga Tersangka Baru
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak menjelaskan bahwa kasus manipulasi saham PIPA terbongkar berawal dari tiga terpidana yang telah diputus hakim bersalah atas perdagangan efek yang dalam pernyataan tidak benar mengenai fakta material. Modus para terpidana yakni menggunakan jasa advisory PT. MBP yang merupakan perusahaan konsultan milik salah satu pegawai PT. BEI yaitu terpidana MBP.
Berdasarkan hasil pengembangan perkara yang sudah inkrah itu, penyidik kembali menetapkan tiga tersangka baru dalam perkara a quo, yaitu BH selaku eks Staf Unit Evaluasi & Pemantauan Perusahaan Tercatat 2, Divisi PP3 PT BEI, DA selaku financial advisor, dan RE selaku Project Manager PT. MML dalam rangka IPO.
Penyidik menemukan adanya manipulasi aset perusahaan yang dilakukan para tersangka dalam rangka merancang PT. MML dengan kode saham PIPA untuk berhasil melantai di pasar modal Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari proses penyidikan di atas, penyidik menemukan fakta bahwa sebenarnya PT MML dengan kode saham PIPA, tidak layak untuk melantai di Bursa Efek Indonesia karena valuasi aset perusahaan tidak memenuhi persyaratan.
Penggeledahan di Kantor PT Shinhan Sekuritas
Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti karena PT Shinhan Sekuritas merupakan Penjamin Emisi Efek (Underwriter) yang menjadi suksesor PT. MML melantai di pasar modal. Penggeledahan dilakukan di kantor PT Shinhan Sekuritas, lantai 50 Lot 9, Equity Tower, kawasan SCBD.
Ade Safri menyatakan bahwa pihaknya akan mengusut kasus yang sedang berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Ia pun tidak menutup kemungkinan akan terus melakukan pengembangan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) pasar modal soal saham gorengan tersebut.
Harapan dan Imbauan
Penanganan perkara ini diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan keuangan, sekaligus memperkuat perlindungan investor serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional. Polri juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu memahami profil risiko investasi dan memastikan bahwa setiap produk keuangan yang ditawarkan itu adalah secara transparan serta sesuai dengan ketentuan regulator.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












