Pemulihan Layanan BBM di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
PT Pertamina (Persero) terus berupaya memulihkan layanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah yang terdampak bencana di Sumatera. Hingga saat ini, sebanyak 151 dari total 156 SPBU di Aceh telah kembali beroperasi, atau sekitar 97 persen. Meski masih ada beberapa SPBU yang belum bisa diakses, perusahaan tetap memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke masyarakat tetap terjaga.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan bahwa penguatan pasokan dilakukan melalui SPBU di sekitar wilayah terdampak. “Aceh SPBU-nya sudah 97 persen. Kenapa ada yang masih belum? Karena memang akses ke sana masih ada yang terbatas ke SPBU tersebut. Tapi kami melaksanakan penguatan di SPBU yang berada di sekitarnya. Jadi artinya untuk pasokan, insya Allah ini sudah bisa kembali normal,” ujarnya dalam Konferensi Pers Pasca Bencana Sumatera di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Jumat (9/1).
Akses distribusi BBM ke wilayah Aceh Utara saat ini ditopang oleh Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe. Sejumlah daerah seperti Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie, Kuta Blang, hingga Merdu sudah dapat dilalui, meski kondisi di lapangan belum sepenuhnya normal. Untuk wilayah dengan keterbatasan akses, Pertamina menggunakan armada dengan kapasitas maksimal 8 kiloliter (KL) atau setara 8.000 liter.
Pemulihan 11 SPBE dan 131 agen LPG telah rampung dilakukan dan telah beroperasi 100 persen. Di Sumatera Utara, pemulihan distribusi energi telah mencapai 100 persen, terdiri dari 406 SPBU, 46 SPBE, dan 383 agen LPG. “Memang ada akses yang masih terputus, namun demikian ini masih bisa kita alihkan suplainya. Untuk Sibolga didukung dari instalasi terminal dari Dumai, kemudian Siantar, dan juga Teluk Kabung,” jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Barat, di mana Arya memastikan distribusi energi telah kembali 100 persen normal, sehingga operasional SPBU dan pasokan BBM dapat berjalan tanpa kendala berarti.
Peran Kemanusiaan Pertamina dalam Bantuan Masyarakat Terdampak
Selain fokus pada pemulihan SPBU dan distribusi energi, Pertamina juga menjalankan peran kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Sejak hari pertama kejadian, tim Pertamina di wilayah Sumbagut berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan.
Pertamina mendirikan enam posko utama, masing-masing di Lhokseumawe, Pidie Jaya, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Agam (Sumatera Barat), dan Sibolga. Sebanyak lebih dari 500 relawan Pertamina dikerahkan untuk mendukung operasional bantuan tersebut. Posko-posko ini menopang 164 posko pengungsian dan 111 dapur umum.
Dukungan utama yang diberikan adalah energi, yakni BBM untuk kendaraan dan pesawat udara bersama BNPB guna memperlancar distribusi bantuan kemanusiaan, serta Bright Gas untuk kebutuhan memasak di dapur umum. Total dukungan energi yang telah disalurkan mencapai 18.938 kilogram LPG, setara lebih dari 1.500 tabung, serta 654.000 liter BBM yang terdiri dari Pertamax, Dexlite, dan Avtur. Pertamina juga menyalurkan genset, pembangkit listrik tenaga surya, serta memperkuat pasokan listrik di sejumlah fasilitas vital seperti rumah sakit dan posko pengungsian.
Bantuan Air Bersih dan Medis
Di sektor air bersih, Pertamina menyalurkan 2,2 juta liter air bersih melalui tiga metode, yakni mendatangkan air dari luar wilayah bencana, reaktivasi sumur warga, dan pengeboran sumur baru. Sebanyak 15 mobil tangki air dimobilisasi ke Aceh Tamiang setiap harinya. Pertamina juga bekerja sama dengan relawan, termasuk Wanadri, untuk mereaktivasi sumur masyarakat melalui proses pemurnian.
Empat sumur bor baru telah berhasil memproduksi air, dengan dukungan tim ahli pengeboran. Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih, Pertamina mengerahkan tujuh tim tambahan. Dua sumur bor juga telah beroperasi di kawasan hunian bantuan dari Danantara Indonesia di Aceh Tamiang.
“Bantuan lainnya yaitu medis dan psikososial, kami juga menurunkan empat posko medis dengan tenaga 28 dokter dan 56 perawat. Dan Alhamdulillah sampai hari ini kita sudah bisa membantu masyarakat sampai dengan seribu dari 1.500 warga yang membutuhkan bantuan medis,” tutupnya.


Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












