Bisnis  

BEI buka perdagangan 2026, pasar tunggu presiden



JAKARTA,

Perdagangan Bursa Tahun 2026 Akan Dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka perdagangan tahun 2026 pada Jumat (2/1/2026). Acara pembukaan ini akan diadakan di Main Hall BEI, Jakarta. Rencananya, Presiden Prabowo Subianto akan hadir dalam acara tersebut. Namun, hingga saat ini, kehadiran presiden masih belum terkonfirmasi.

Pada pembukaan perdagangan bursa tahun 2025 lalu, Presiden Prabowo tidak dapat hadir. Kehadirannya digantikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Selain Presiden, beberapa pejabat penting juga dijadwalkan hadir dalam acara pembukaan perdagangan bursa pagi ini. Antara lain adalah Direktur Utama BEI Iman Rachman, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Kinerja IHSG Tahun 2025

Selama tahun 2025, kinerja pasar saham nasional tercatat sangat solid. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan dan beberapa kali menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

Pada akhir tahun 2025, IHSG ditutup menguat 22,10 persen secara year to date (YTD) ke level 8.644,26 pada Senin (29/12/2025). Sebelumnya, indeks sempat mencatatkan rekor ATH di level 8.710,69 pada Senin (8/12/2025).

Penguatan ini didorong oleh meningkatnya partisipasi investor dan likuiditas transaksi, yang mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar modal Indonesia.

Basis investor pasar modal juga terus bertumbuh. Data BEI mencatat, per 29 Desember 2025 jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 20,32 juta, dengan investor saham menembus 8,59 juta.

Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 16.000 triliun atau setara sekitar 70 persen Produk Domestik Bruto (PDB). Likuiditas transaksi pun mencetak rekor baru, tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai Rp 18,06 triliun.

Dengan capaian tersebut, peran pasar modal dalam perekonomian nasional semakin menguat, baik sebagai instrumen investasi masyarakat maupun sumber pendanaan bagi dunia usaha.

Harapan Pelaku Pasar terhadap Pembukaan Perdagangan 2026

Memasuki 2026, analis pasar modal, Hans Kwee, menilai bahwa kehadiran pejabat negara dalam seremoni pembukaan perdagangan lebih bersifat simbolik. Menurutnya, pergerakan IHSG tidak secara langsung ditentukan oleh kehadiran Presiden atau pejabat tinggi negara, melainkan lebih dipengaruhi oleh fundamental ekonomi, valuasi saham, serta sentimen global dan domestik.

Meski demikian, kehadiran Presiden tetap mencerminkan perhatian dan dukungan pemerintah terhadap industri keuangan, khususnya pasar modal. “Kehadiran Presiden itu menunjukkan concern pemerintah terhadap industri keuangan, terutama pasar modal, meskipun memang arah pasar tetap lebih ditentukan oleh fundamental ekonomi, valuasi saham, serta sentimen global dan domestik,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Hans menegaskan, penguatan IHSG sepanjang 2025 tidak terjadi secara instan. Pada awal tahun, pasar sempat mengalami tekanan cukup dalam, termasuk koreksi tajam hingga trading halt pada Maret, yang dipicu oleh dinamika global dan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat.

“Awal tahun indeks berada di kisaran 7.100. Pasar sempat melemah dan bahkan mengalami trading halt pada Maret, dipicu oleh dinamika global dan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat,” paparnya.

Seiring berjalannya waktu, lanjut Hans, persepsi investor terhadap risiko global dan domestik dinilai membaik. Ketidakpastian eksternal tidak lagi dipandang seburuk sebelumnya, sementara pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar turut menopang penguatan indeks.

Di sisi lain, sentimen domestik juga didukung oleh optimisme terhadap perbaikan kebijakan dan komunikasi ekonomi. “Pasar cenderung lebih tenang ketika ada pengakuan bahwa ekonomi menghadapi tantangan dan perlu diperbaiki. Ini memberikan ruang bagi investor untuk melihat peluang jangka menengah dan panjang,” jelasnya.

Dengan kinerja pasar modal yang solid sepanjang 2025, perhatian pelaku pasar kini beralih ke pembukaan perdagangan BEI 2026. Pelaku pasar menantikan sinyal kebijakan serta arah dukungan pemerintah terhadap pengembangan pasar modal ke depan, termasuk kejelasan peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kehadiran Presiden Prabowo pada pembukaan perdagangan 2026 pun dinilai dapat menjadi sinyal penting dalam menjaga momentum positif pasar modal Indonesia pada tahun ini.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *