Bisnis  

Tak Percaya Bea Cukai Inovasi, Purbaya Puji: Ternyata Cerdas

Penilaian Menkeu terhadap Bea Cukai yang Mengalami Perbaikan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi terhadap Bea Cukai setelah melakukan perbaikan layanan usai dikritik dan diancam akan dibekukan. Ia menilai bahwa Bea Cukai telah bergerak cepat dalam beberapa minggu terakhir, meskipun sebelumnya ada kesan bahwa pegawai Bea Cukai hanya akan bertindak jika diingatkan.

“Pura-pura pintar, hanya tinggal digebukin saja, baru mau bergerak,” ujarnya saat berbicara kepada awak media. Purbaya menyampaikan bahwa Bea Cukai harus lebih responsif dan proaktif dalam menjalankan tugasnya.

Inovasi Teknologi dalam Layanan Bea Cukai

Salah satu perubahan signifikan yang dilakukan oleh Bea Cukai adalah peluncuran sistem pemindai peti kemas (X-Ray) yang mampu mendeteksi bahan nuklir dan zat radioaktif dalam kontainer. Sistem ini dirancang untuk menutup celah kebocoran penerimaan negara dari sisi kepabeanan.

Selain itu, Bea Cukai juga meluncurkan dua inovasi digital, yaitu Self Service Report Mobile (SSR-Mobile) dan Trade AI. Trade AI merupakan sistem berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menganalisis impor secara lebih akurat. Teknologi ini diproyeksikan mampu mendeteksi praktik manipulasi nilai transaksi seperti underinvoicing dan overinvoicing, serta memantau potensi pencucian uang berbasis perdagangan.

Trade AI akan dilengkapi kemampuan klasifikasi barang, validasi dokumen, verifikasi asal barang, hingga rekomendasi profil risiko importir, dan selanjutnya terintegrasi dengan CEISA 4.0.

Komitmen Bea Cukai untuk Peningkatan Layanan

Purbaya menegaskan bahwa layanan kepada masyarakat dan dunia usaha harus semakin cepat, sederhana, dan berintegritas. Ia mengatakan bahwa komitmen ini datang karena adanya ancaman pembekuan DJBC jika tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada.

“Saya harapkan nanti, Maret tahun depan gambaran Bea Cukai akan jauh berbeda dengan yang kemarin-kemarin,” ucap Purbaya. Ia berharap kinerja Bea Cukai dapat meningkat pada tahun 2026.

Ancaman Pembekuan DJBC

Purbaya mengancam akan membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) jika masih terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh pegawai DJBC di lapangan. Ia menilai DJBC perlu diberikan kesempatan untuk membenahi kinerjanya yang selama ini dinilai negatif oleh masyarakat karena perbuatan oknum-oknum di lapangan.

Meski sudah diminta Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun agar mempertimbangkan untung dan ruginya, Purbaya tetap pada pendiriannya. Ia memberikan kesempatan kepada DJBC selama setahun untuk memperbaiki diri sesuai target yang diminta Presiden Prabowo Subianto. Jika tidak, langkah ekstrem pembekuan DJBC akan dilakukan.

“Kalau memang nggak bisa perform ya kita bekukan. Dan betul-betul beku, artinya 16.000 pegawai bea cukai kita rumahkan,” ujar Purbaya. Namun demikian, pembekuan total dianggap sebagai langkah terakhir.

Kesiapan Bea Cukai untuk Perbaikan

Purbaya menilai DJBC harus diberi kesempatan memperbaiki diri sebelum pemerintah mengambil keputusan tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya telah meminta waktu kepada Presiden untuk melakukan pembenahan internal terlebih dahulu selama setahun ke depan. Ia menilai masih banyak pegawai DJBC yang berkinerja baik dan bisa diajak bekerja sama untuk memperbaiki kinerja DJBC.

Purbaya memastikan jika didapati ada pegawai yang tidak mau berubah jadi lebih baik, maka dia tidak akan segan untuk memecatnya.

“Dalam prosesnya akan kelihatan yang mana yang bisa gabung yang mana yang nggak. Nanti yang nggak bisa gabung, yang nggak bisa mengubah diri, ya saya akan selesaikan langsung dengan cepat,” tegasnya.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *