Berbagai Komoditas Ekspor Jawa Tengah yang Menembus Pasar Internasional
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jawa Tengah) melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mendukung ekspor komoditas unggulan daerah. Salah satu kegiatannya adalah bimbingan teknis terkait tantangan ekspor gula semut (Coconut sugar) kepada para pelaku usaha di wilayah Jawa Tengah.
Selama kegiatan tersebut, Karantina Jawa Tengah juga memberikan sertifikasi terhadap berbagai komoditas ekspor senilai Rp8,7 miliar. Sertifikasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk-produk tersebut memenuhi standar sanitari dan fitosanitari negara tujuan, sehingga tidak mengalami penolakan saat diekspor.
Menurut Sahat M Panggabean, salah satu pejabat dari Barantin, tugas utama Badan Karantina adalah menjamin kelestarian sumber daya alam hayati guna mendukung kemandirian pangan, keberlanjutan, serta meningkatkan daya saing produk ekspor. Ia menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam ini karena merupakan aset bangsa yang menjadi sumber pangan dan sumber ekonomi bagi masyarakat.
Daftar Komoditas Ekspor Jawa Tengah
Beberapa komoditas yang diekspor dari Jawa Tengah antara lain:
- Produk hewan: Sarang burung walet sebanyak 320 kilogram dengan nilai Rp4,7 miliar menuju Cina.
- Produk perikanan: Ikan pari beku sebanyak 24 ton bernilai Rp902 juta dikirim ke Vietnam, serta kerupuk udang sebanyak 18 ton senilai Rp813 juta ke Belanda.
- Produk tumbuhan: Kapulaga sebanyak 15 ton bernilai Rp1,4 miliar ditujukan ke Cina, kopi sebanyak 17 ton senilai Rp1,4 miliar ke Uni Emirat Arab, plywood sebanyak 58.517 m³ bernilai Rp466 juta ke Uni Emirat Arab, dan daun cincau kering sebanyak 12 ton senilai Rp470 juta ke Malaysia.
Kegiatan Karantina Go Ekspor
Dalam rangkaian kegiatan Karantina Go Ekspor, beberapa hal yang dilakukan antara lain:
- Pameran berbagai produk UMKM dan koleksi produk pertanian, perikanan, serta ekspor Jateng.
- Penandatanganan perjanjian antara eksportir dan pembeli.
- Bimbingan teknis kepada pelaku usaha dengan tema tantangan ekspor gula semut (Coconut sugar).
- Teknologi pengolahan biji kopi (coffee bean) untuk inovasi produk kopi.
- Dukungan pembiayaan dari Bank Indonesia dalam ekspor produk pertanian.
- Prosedur penerbitan surat keterangan asal (CoO).
- Pendampingan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas produk ekspor.
Dukungan dari Pihak Legislatif
Pada kesempatan tersebut, hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap akselerasi ekspor komoditas pertanian dan perikanan di Jateng. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor-sektor lain sangat penting agar produk yang akan diekspor memenuhi standar mutu, perizinan, dan sertifikasi internasional. Ia juga mendorong pentingnya meningkatkan nilai tambah produk, hilirisasi, branding, digitalisasi, serta integrasi layanan sertifikasi ekspor agar produk bisa bersaing di pasar internasional.
Komitmen Karantina Jawa Tengah
Willy Indra Yunan, Kepala Karantina Jateng, menyatakan bahwa lewat kegiatan Karantina Go Ekspor, pihaknya berkomitmen mendukung penguatan daya saing komoditas unggulan. Karantina Jawa Tengah terus bersinergi dengan lintas sektor untuk menciptakan ekosistem ekspor yang lebih baik dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa Karantina tidak hanya bertugas melindungi negeri dari ancaman hama penyakit, tetapi juga memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi standar Sanitary and Phytosanitary (SPS) internasional. Dengan demikian, kegiatan pelepasan ekspor bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum berkelanjutan guna meningkatkan nilai ekspor secara signifikan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












