Mengapa Cedera Lamine Yamal Memicu Kekacauan di Spanyol dan Barcelona

Kembali Tegang, Hubungan Barcelona dan RFEF Akibat Cedera Lamine Yamal

Barcelona dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) kembali mengalami ketegangan. Ini merupakan kali kedua dalam dua bulan terakhir, dengan pemicu yang sama yaitu penanganan cedera pangkal paha Lamine Yamal yang tidak kunjung pulih.

Pada September lalu, pelatih Barcelona Hansi Flick menyampaikan kekecewaannya terhadap cara Timnas Spanyol menangani Yamal selama kualifikasi Piala Dunia melawan Turki dan Bulgaria. Ia menuduh pelatih Luis de la Fuente gagal melindungi pemain muda tersebut. Kini situasi berubah. Spanyol dan De la Fuente justru terkejut ketika Yamal harus absen dari dua pertandingan penting melawan Georgia dan Turki. Padahal, mereka berharap penyerang sayap 18 tahun itu membantu Spanyol mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.

Yamal dipanggil Spanyol pada Jumat, 7 November lalu. Ia kemudian bermain penuh 90 menit dan mencetak gol untuk Barca dalam kemenangan 4–2 atas Celta Vigo akhir pekan lalu sebelum bergabung dengan La Roja di Madrid. Hanya sehari kemudian, Spanyol mengumumkan ia dipulangkan setelah menerima laporan medis Barca. Yamal membutuhkan istirahat 7–10 hari usai menjalani prosedur untuk mengatasi masalah pangkal pahanya.

Ini menjadi episode terbaru yang membuka keretakan hubungan antara Barcelona dan RFEF. Federasi merasa dipermalukan karena informasi medis tersebut datang terlambat. De la Fuente juga mengaku heran. “Saya belum pernah mengalami situasi seperti ini. Ini tidak normal,” kata dia. Menurut dia, Yamal sendiri tidak tahu sepenuhnya tentang prosedur yang dijalaninya. Karena mengutamakan kesehatan pemain, Spanyol akhirnya melepasnya kembali ke klub.

Barcelona berbeda pandangan. Klub mengklaim bahwa RFEF sebetulnya sudah menerima informasi terkini berkala mengenai kondisi Yamal. FIFA mewajibkan klub melepas pemain ke tim nasional pada kalender internasional. Namun persoalan menjadi rumit jika pemain itu cedera. Jika klub menyatakan pemain cedera, federasi berhak memeriksanya atau meminta penilaian medis independen. Dalam kasus Yamal, RFEF menerima laporan Barca dan tidak melanjutkannya ke tahap mediasi di FIFA.

Barcelona dan RFEF sama-sama meredam isu pertikaian. Tapi, komentar Flick dan De la Fuente menunjukkan hubungan keduanya renggang. Flick sempat menuduh Spanyol ceroboh dalam menangani pemain muda, sedangkan De la Fuente menepisnya dan menyebut Flick kurang empati.

Beberapa pemain Barcelona seperti Pedri, Pau Cubarsi, Ferran Torres, Dani Olmo, Fermín Lopez akan masuk skuad Spanyol di Piala Dunia nanti. Barcelona menilai Spanyol seharusnya memiliki visi serupa, yaitu memastikan Yamal tetap bugar hingga akhir musim. Tapi, RFEF menegaskan bahwa laga kualifikasi Piala Dunia tidak boleh dianggap enteng. Setiap jeda internasional penting bagi persiapan tim.

Awal musim Yamal sebetulnya berjalan baik. Ia mencetak dua gol dan dua assist dalam tiga laga LaLiga. Setelah jeda internasional bulan September, performanya menurun. Sejak kembali tampil untuk Barcelona, statistik Yamal tidak selalu mencolok. Ia memang mencetak gol atau memberi assist dalam kemenangan atas Girona, Olympiacos, dan Elche. Namun, dalam tiga laga itu, ia tak pernah menyentuh bola lebih dari 62 kali. Yamal juga tak berkutik saat Barcelona kalah 1-2 dari Real Madrid.

Performa Yamal berbeda saat menghadapi Club Brugge di Liga Champions pekan lalu. Pada laga yang berakhir imbang 3-3, Yamal kembali menunjukkan performa brilian. Ia mencetak gol dan memberi kontribusi besar untuk menyelamatkan satu poin bagi tim. Dia membuat 102 sentuhan di laga tersebut.

Usai laga melawan Brugge, Flick memberi komentar yang menunjukkan bahwa Yamal kini menanggapi cederanya lebih serius. “Dia mengubah disiplinnya,” kata Flick. “Dia jauh lebih baik sekarang. Dia benar-benar berlatih dengan baik, di gym maupun dalam perawatan hariannya. Dia kembali ke level terbaiknya, tetapi ini belum selesai.”

Rutinitas harian Yamal kini berubah. Selain latihan bersama tim, ia menjalani sesi tambahan dengan fisioterapis dan latihan khusus di gym, termasuk resistance band, untuk memperkuat otot-otot di sekitar pangkal paha, pubis, dan adduktor. Cedera pubalgia ini memang rumit. Sumber internal klub menyebut efeknya muncul saat ia melakukan gerakan memotong atau berputar, serta penurunan akselerasi. Gerakan itu adalah dua elemen yang vital dalam permainannya. Istirahat saja tidak cukup. Kuncinya adalah penguatan bertahap dan paparan beban yang terkontrol.

Posisi Yamal kini cukup rentan. Barcelona memiliki pengalaman buruk soal beban berlebih pemain muda seperti Pedri, Gavi, dan Ansu Fati. Semuanya memulai karier profesional pada usia 16 tahun dan mengalami cedera berulang dalam beberapa tahun terakhir.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *