Bek Manchester United, Harry Maguire, berbicara terbuka tentang alasan mengapa timnya sering merekrut pemain yang dianggap gagal atau tidak berhasil.
Klub yang dikenal sebagai Setan Merah ini memiliki reputasi sebagai klub yang sangat royal dan bersedia mengeluarkan dana besar untuk memboyong pemain. Sejak 2019, Man United telah menghabiskan dana besar untuk mendatangkan sejumlah nama seperti Antony, Harry Maguire, Jadon Sancho, hingga Rasmus Hojlund. Empat pemain tersebut diboyong dengan biaya di atas 1 triliun rupiah karena performa mereka yang menjanjikan saat bermain di klub sebelumnya.
Sayangnya, harga mahal tersebut tidak sejalan dengan performa mereka di Old Trafford. Empat pemain tersebut dinilai gagal dalam menjalani kariernya bersama klub. Salah satu yang sering disebut sebagai pemain gagal adalah Maguire, yang transfernya pernah memecahkan rekor sebagai bek termahal dunia pada masa itu.
Soal label “flop” yang sering melekat pada pemain-pemain yang direkrut Man United, Maguire mengaku bahwa tekanan besar menjadi bagian dari kehidupan para pemain yang datang dengan harga mahal. Apalagi, banyak legenda atau mantan pemain The Red Devils yang menjadi komentator dan sering memberikan opini tentang klubnya.
“Saya melihat banyak pemain datang ke klub ini, dan sejujurnya, klub ini terlalu besar untuk mereka,” ujar Maguire dikutip dari ESPN.
“Perhatian, pengawasan, analisis, setiap gol yang tercipta. Setiap kesalahan juga. Akan ada mantan pemain yang membicarakannya. Itu hanya bagian dari bermain untuk klub ini,” tambahnya.
Meski begitu, Maguire tetap berharap agar Man United melakukan rekrutmen yang tepat di bursa transfer. Menurutnya, perekrutan yang tepat bisa membantu klub untuk bersaing memperebutkan gelar juara musim depan.
Apalagi situasi di klub asal Manchester itu sedang baik-baik saja, menyusul rentetan hasil positif di kancah liga dan kedatangan Michael Carrick sebagai pelatih interim. Bek berusia 33 tahun ini meminta agar pihak klub mendatangkan pemain berkualitas untuk menambah kekuatan tim musim depan.
“Kami harus masuk dalam pembicaraan untuk memenangi trofi-trofi besar,” tutur eks bek Leicester City itu.
“Kami berada di posisi yang kuat. Kami telah menjalani beberapa bulan yang hebat di bawah pelatih.”
“Saya merasa tim mulai terlihat seperti skuad yang kuat. Tetapi musim panas ini akan menjadi besar, sangat besar.”
“Kami membutuhkan lebih banyak pemain, kualitas yang lebih baik, nama untuk masuk ke 11 pemain inti,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Man United berpotensi besar finis di empat besar klasemen Liga Inggris dan tampil di Liga Champions musim depan. Saat ini, mereka duduk nyaman di peringkat tiga klasemen sementara dengan koleksi 55 poin dari 31 laga.
Poin yang diraih oleh klub ini jauh tertinggal dari dua rivalnya, Liverpool dan Chelsea, yang berada di peringkat lima dan enam. Dengan tujuh pertandingan tersisa di Liga Inggris 2025-2026, praktis Setan Merah hanya butuh konsisten meraih kemenangan untuk menyegel tiket ke Liga Champions.












