dailybandung.com – JAKARTA – Ekonomi Rusia dilaporkan mengalami retakan serius yang dapat dimanfaatkan oleh negara-negara Barat untuk memperkuat posisi Ukraina dalam upaya mencapai kesepakatan perdamaian. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Finlandia, Elina Valtonen, dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph di London pada hari Selasa (12/10).
Menlu Finlandia, yang berada di London untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris, menekankan pentingnya negara-negara Barat untuk terus memberikan “tekanan ekonomi” pada Rusia selama beberapa bulan ke depan.
“Kami melihat bahwa sanksi yang telah diberlakukan telah berhasil, dengan adanya retakan serius dalam perekonomian Rusia. Kami hanya perlu menyelesaikan semuanya sehingga bisa mencapai perdamaian, semoga pada akhir tahun ini,” kata Valtonen.
Pernyataan dari Menlu Finlandia ini muncul di tengah upaya baru untuk membatasi “armada bayangan” kapal tanker tua yang tidak diasuransikan yang digunakan oleh Rusia untuk menghindari sanksi dari negara-negara Barat.
Moskow mengandalkan sekitar 600 kapal semacam itu untuk secara diam-diam mengirimkan minyak dan gas ke seluruh dunia, melanggar batasan harga yang telah ditetapkan oleh Uni Eropa dan G7 untuk bahan bakar dan produk minyaknya.
Akibatnya, Rusia telah memperoleh lebih dari 650 miliar pounds dari ekspor minyak dan gas sejak dimulainya perang pada tahun 2022. Pada bulan Desember, 12 negara Eropa, termasuk Inggris dan Finlandia, sepakat untuk mulai memeriksa bukti asuransi dari kapal armada bayangan yang dicurigai saat melintasi Selat Inggris dan perairan di sekitar Denmark, Swedia, dan Finlandia.
Jika diterapkan dengan efektif, pemeriksaan tambahan ini dapat mengganggu operasional armada tersebut. Para ekonom juga telah menyoroti tanda-tanda ketegangan dalam perekonomian Rusia dalam beberapa bulan terakhir, seperti keputusan bank sentral untuk menaikkan suku bunga utamanya menjadi 21%.
Baca juga: dailybandung.com – Rusia Siapkan “Armada Bayangan” untuk Hindari Sanksi Barat
dailybandung.com – Selain itu, video yang diunggah oleh redaksi dailybandung.com di YouTube juga menunjukkan bahwa Rusia sedang mengalami kesulitan dalam mempertahankan perekonomiannya. Video tersebut menampilkan berbagai tanda-tanda ketegangan yang terjadi di Rusia, seperti lonjakan harga bahan bakar dan penutupan beberapa pabrik besar.
Dengan adanya retakan serius dalam perekonomian Rusia, negara-negara Barat dapat memanfaatkan situasi ini untuk memperkuat posisi Ukraina dan mencapai perdamaian di wilayah tersebut. Namun, masih harus dilihat apakah negara-negara Barat akan terus memberikan tekanan pada Rusia atau tidak.










