dailybandung.com – JAKARTA – Sebuah laporan menunjukkan bahwa pembangkit listrik di China yang sebagian besar menggunakan batu bara akan mengalami penurunan pada tahun 2025. Hal ini merupakan pertama kalinya dalam satu dekade terakhir. Meski demikian, para analis memperkirakan bahwa cuaca ekstrem dan pertumbuhan industri yang lebih tinggi dapat mengubah proyeksi tersebut.
Kondisi ini dianggap sebagai sinyal positif bagi upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan di China, yang saat ini masih menyumbang sekitar 60% dari total emisi karbon di negara tersebut. Pemerintah China sendiri telah berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon menjadi nol sebelum tahun 2060.
Diperkirakan bahwa China akan berhasil mencapai atau bahkan melebihi rekor peningkatan kapasitas energi terbarukan tahun ini untuk memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat. Namun, para analis juga memperkirakan bahwa produksi tenaga panas bumi akan mengalami penurunan karena energi terbarukan semakin banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik secara keseluruhan.
Permintaan listrik diperkirakan akan terus tumbuh lebih cepat di China, dengan pertumbuhan sebesar 4,5% pada tahun ini. “Pertumbuhan yang lebih tinggi di sektor manufaktur yang membutuhkan banyak energi telah mengimbangi pertumbuhan yang lebih lambat di sektor jasa dan konsumen,” ujar analis utama dari Centre for Research on Energy and Clean Air, Lauri Myllyvirta seperti dilansir oleh Reuters pada Selasa (28/1/2025).
Para analis juga menyoroti bahwa adanya peningkatan penggunaan mobil listrik, kecerdasan buatan, dan elektrifikasi industri telah menyebabkan kesenjangan yang semakin besar antara permintaan listrik dan pertumbuhan PDB di China. “Sebanyak 65% permintaan listrik di China berasal dari sektor industri,” kata Yicong Zhu, wakil presiden untuk energi terbarukan dan energi di Rystad Energy.
Meski demikian, China masih harus berjuang untuk mencapai target dekarbonisasi yang lebih ambisius. Namun, dengan adanya penurunan produksi tenaga panas bumi dan peningkatan penggunaan energi terbarukan, langkah ini diharapkan dapat tercapai dalam waktu yang lebih cepat.










