dailybandung.com – JAKARTA – Transaksi jual bersih (foreign net sell) dari investor asing mencatatkan angka signifikan sebesar Rp2,11 triliun pada pekan perdagangan yang berlangsung 6-10 Januari 2025. Aksi foreign investors ini memberikan tekanan pada sejumlah saham big caps, meski beberapa emiten berhasil mencatatkan kinerja positif.
Data yang dilansir oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa lima saham teratas yang menjadi ladang cuan investor asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Duo big banks BBRI dan BBCA merupakan saham incaran asing, dengan nilai jual bersih masing-masing mencapai Rp699 miliar dan Rp225,8 miliar. Meskipun mengalami koreksi harga, saham-saham ini masih menjadi pilihan utama bagi investor asing.
Sementara itu, saham GOTO berhasil mencatatkan kenaikan harga sebesar 5,19 persen selama lima hari terakhir, dengan penguatan 1,30 persen pada sesi perdagangan terakhir. Hal ini menunjukkan performa positif dari emiten teknologi ini, meskipun mengalami aksi profit taking dari investor asing senilai Rp324 miliar.
Emiten batu bara, BRMS, juga mengalami tekanan jual dari investor asing sebesar Rp257,9 miliar. Namun, saham ini mampu bangkit dengan lonjakan signifikan 12,04 persen pada akhir pekan, mengakhiri perdagangan di harga Rp428 per saham.
Pada posisi kelima terdapat saham BREN dengan nilai jual bersih sebesar Rp113,4 miliar. Berbeda dengan beberapa saham lain, BREN justru menguat 7,18% dalam sepekan, menutup perdagangan di harga Rp10.450 per saham.
Tekanan jual dari investor asing ini mencerminkan dinamika pasar modal yang dipengaruhi oleh sentimen global. Meskipun begitu, investor domestik masih mendominasi perputaran modal.
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi bahwa aksi jual investor asing masih berpotensi menjadi katalis pemberat bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada pekan ini, IHSG tumbuh 0,34% ke 7.088, sementara rata-rata nilai transaksi harian bursa turun 10,45% menjadi Rp8,72 triliun per hari.












