Bisnis  

Ekonomi Rusia Siap Meledak Menurut Investor Veteran Jim Rogers

Jim Rogers: Ekonomi Rusia Bakal Meledak Menurut Investor Berpengalaman

Investor veteran Jim Rogers mengungkapkan prediksi mengejutkan terkait ekonomi Rusia. Menurutnya, ekonomi negara tersebut siap untuk meledak dalam waktu dekat. Rogers, yang dikenal sebagai salah satu investor paling berpengalaman di dunia, memperingatkan bahwa situasi ekonomi Rusia semakin memburuk dan bisa berujung pada ledakan yang merugikan banyak pihak.

Rogers, yang telah berinvestasi di berbagai negara di seluruh dunia, menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Rusia saat ini sangat rentan dan tidak stabil. Menurutnya, perekonomian Rusia terus mengalami tekanan dari sanksi-sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat. Hal ini membuat banyak investor khawatir dan menarik investasinya dari Rusia.

Namun, Rogers juga menambahkan bahwa situasi ini juga bisa menjadi peluang bagi investor yang cerdas. Menurutnya, ketika ekonomi Rusia meledak, akan ada banyak kesempatan untuk membeli aset-aset dengan harga murah. Namun, ia juga memperingatkan bahwa risiko tetap ada dan para investor harus tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Prediksi Rogers ini tentu saja menimbulkan reaksi beragam dari berbagai pihak. Namun, satu hal yang pasti, ekonomi Rusia memang tengah menghadapi tantangan besar dan harus segera dicarikan solusi yang tepat agar tidak terjadi ledakan yang berdampak negatif bagi semua pihak yang terlibat.

dailybandung.com – JAKARTA – Investor veteran Jim Rogers memprediksi bahwa Rusia akan mengalami ledakan ekonomi setelah berakhirnya perang Ukraina. Menurutnya, resolusi konflik akan membawa stabilitas geopolitik dan berdampak positif pada obligasi Rusia, nilai tukar rubel, dan investasi asing.

Dalam sebuah wawancara dengan RBK, investor asal Amerika Serikat ini menyatakan bahwa berakhirnya perang Ukraina akan memungkinkan investor asing untuk kembali ke pasar Rusia. Sejumlah dana milik investor non-Rusia saat ini diblokir karena adanya sanksi dari Barat terkait Ukraina dan balasan dari Moskow sejak awal tahun 2022.

Pada bulan Maret lalu, Rusia meluncurkan skema pertukaran aset yang memungkinkan investor Rusia dan asing untuk menukar sekuritas Barat yang dibekukan dengan dana yang tidak dapat dipindahtangankan di Rusia. Dua putaran skema tersebut telah membebaskan aset asing senilai sekitar 10,64 miliar rubel (USD102 juta).

Namun, Rogers yang memiliki saham di maskapai penerbangan negara Rusia, Aeroflot, tidak ikut serta dalam skema tersebut. Ia mengaku ingin mempertahankan asetnya di Rusia dan berharap dapat membeli lebih banyak lagi setelah investor non-residen diberikan kesempatan untuk berdagang di pasar Rusia.

“Saya akan senang untuk membeli lebih banyak saham Aeroflot, Moscow Exchange, dan saham lainnya jika ada perdamaian yang nyata,” ujarnya.

Rogers menyebut bahwa saat ini pasar Rusia tidak cocok bagi sebagian besar investor asing karena risiko yang terkait dengan konflik, seperti kekhawatiran akan penyitaan aset. Namun, ia memprediksi akan terjadi perubahan yang drastis setelah resolusi, yang akan menyebabkan ledakan pasar, kenaikan harga obligasi, dan penguatan rubel.

“Jika situasinya berubah, mungkin saya akan lebih tertarik untuk memperhatikan obligasi dan rubel,” tambah Rogers.

Ia juga menambahkan bahwa saham di Bursa Moskow (MOEX) dan sektor pariwisata dapat menjadi penerima manfaat yang signifikan setelah ketegangan geopolitik mereda.

Pandangan optimisme Rogers ini terkait dengan kemenangan Presiden AS Donald Trump dalam pemilihan presiden. Trump telah berjanji untuk mencari solusi damai dalam konflik Ukraina setelah ia kembali ke Gedung Putih. Selain itu, utusan khusus untuk Rusia dan Ukraina, Keith Kellogg, baru-baru ini menyatakan harapan untuk tercapainya resolusi dalam waktu 100 hari setelah pelantikan Trump pada tanggal 20 Januari.

Faridah Hasna

Reporter berita yang mengulas peristiwa cepat dan trending topic. Ia gemar memantau media sosial, mencoba aplikasi baru, dan membuat konten singkat. Waktu senggangnya dihabiskan dengan mendengarkan podcast opini. Motto: “Kecepatan harus sejalan dengan ketepatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *