Berita  

Mengaplikasikan Permainan Online hingga Pengembang Konten Sukses Meningkatkan Pemasukan Nasional

"Konten Sukses dari Permainan Online, Berdampak pada Peningkatan Pemasukan Nasional"

dailybandung.com – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melaporkan bahwa gim dan kehadiran kreator konten dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan negara pada tahun 2025.

“Prioritas sub-sektor ekonomi kreatif telah ditetapkan oleh Bappanas. Namun, kuliner, kriya, dan fesyen tetap menjadi sub-sektor yang paling besar. Namun, ada juga sektor lain yang menjadi fokus kita,” ungkap Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2024 di Jakarta, Jumat.

Riefky menambahkan bahwa terdapat sub-sektor baru dalam ekonomi kreatif yang sedang berkembang pesat, seperti sektor film, animasi, dan video gim.

Beberapa sub-sektor tersebut perlu mendapatkan perhatian karena telah terbukti berkembang pesat di tengah masyarakat.

Setuju dengan hal tersebut, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menambahkan bahwa sub-sektor lain yang perlu diperhatikan adalah konten digital dan kreator konten.

Hal tersebut dikarenakan di dalam sub-sektor kreator konten, terdapat sektor lain seperti pemengaruh (influencer) dan V-Tuber yang kini menjadi pekerjaan yang semakin populer di masyarakat. Selain itu, munculnya Artificial Intelligence (AI) juga menjadi perhatian khusus.

“Di Jepang, V-Tuber sudah menjadi industri besar. Baru-baru ini, penghargaan V-Tuber pertama di Indonesia diselenggarakan,” ujar Irene.

Menurutnya, untuk memaksimalkan potensi dari seluruh sub-sektor baru tersebut, pemerintah perlu melakukan pemetaan tidak hanya pada ekosistem ekonomi kreatif, tetapi juga mendata seberapa besar potensi pendapatan yang dapat diperoleh melalui sektor-sektor baru tersebut.

“Untuk tahun depan, dari 17 sub-sektor ekonomi kreatif yang ada, ada banyak input baru yang harus diimplementasikan berdasarkan data. Kami akan mempertahankan kekuatan ekonomi yang telah dilakukan selama 10 tahun terakhir,” tambahnya.

17 sub-sektor ekonomi kreatif yang ada dibagi menjadi empat bidang utama, yaitu kreativitas budaya yang mencakup sektor kuliner, kriya, fesyen, seni rupa, dan seni pertunjukan. Kemudian, pada bidang kreativitas digital dan teknologi mencakup gim dan aplikasi, sedangkan pada bidang kreativitas desain ada sektor arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, dan desain produk. Dalam bidang kreativitas media, terdapat sektor film, animasi, dan video, periklanan, televisi, radio, musik, penerbitan, dan fotografi.

Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *