Komitmen Bayer Indonesia dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan
Bayer Indonesia (Bayer) menunjukkan komitmennya yang kuat untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. Hal ini dilakukan melalui dukungan akses benih jagung berkualitas tinggi serta pendampingan teknis kepada petani, khususnya di Jawa Tengah—wilayah penghasil jagung terbesar kedua di Indonesia.
Program ini telah memberikan manfaat nyata bagi para petani. H.Zakaria, seorang petani jagung asal Kecamatan Gemuh, Kendal, menyampaikan bahwa hasil panennya menjadi lebih stabil setelah mengikuti program demoplot dan pendampingan teknis dari Bayer. “Saya bisa melihat perbedaannya langsung di demoplot. Dari cara tanam, pemupukan hingga pengendalian hama. Hasilnya lebih bagus dan konsisten,” ujarnya.
Kusnandar, petani dari Kecamatan Brati, Grobogan, juga menyampaikan hal serupa. “Sulit kalau hanya mengandalkan teori, tapi begitu melihat tanaman tumbuh bagus di lapangan, baru benar-benar percaya,” katanya.
Jawa Tengah diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pilar utama pasokan jagung nasional dalam beberapa tahun ke depan. Namun, tantangan tidak hanya terletak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada efisiensi biaya produksi serta penguatan ketahanan petani terhadap perubahan iklim.
Dengan keunggulan plasma nutfah pada varietas DEKALB DK19C “Cantik” dan DK79C “Kuat”, serta penguatan program pendampingan petani, Bayer menegaskan komitmennya untuk meningkatkan produktivitas jagung, kesejahteraan petani, dan berkontribusi pada sistem pangan nasional yang lebih tangguh di tengah perubahan iklim dan dinamika kebutuhan pangan.
Sebagai wujud nyata, Bayer bekerja sama dengan 800 petani dari berbagai kelompok tani, camat, lurah, dinas pertanian dan Gapoktan, melaksanakan panen jagung varietas hibrida Dekalb DK19C “Cantik” dan DK79C “Kuat” di Kabupaten Grobogan dan Kendal, Jawa Tengah. Kedua wilayah ini berperan strategis dalam mendukung misi swasembada jagung nasional, yang merupakan bagian dari swasembada pangan, salah satu prioritas dalam program Asta Cita pemerintah.
Hasil panen varietas Dekalb DK19C “Cantik” dan DK79C “Kuat” di kedua daerah ini menunjukkan dampak nyata, berupa peningkatan hasil panen sebesar 15 persen dan kenaikan pendapatan petani sebesar 20 persen per musim tanam. Lebih lanjut, total produksi mencapai 6 – 7 ton per hektare, melampaui rata-rata produksi nasional sebesar 5,93 ton per hektare.
Peran Jagung dalam Sistem Pangan Nasional
Jagung merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang menjadi bahan baku utama bagi industri pangan dan pakan ternak. Peningkatan produktivitas di tingkat petani menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah tekanan perubahan iklim dan meningkatnya permintaan industri.
Menurut data BPS, produksi jagung nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 16,11 juta ton pipilan kering dengan kadar air 14 persen, meningkat 6,44 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Provinsi Jawa Tengah berkontribusi besar terhadap pasokan nasional dengan produksi sekitar 3,18 juta ton, menempatkan provinsi ini sebagai posisi kedua kontributor jagung nasional.
Mateus Barros, Cluster Lead East Asia & Pakistan Bayer Crop Science, yang turut hadir dalam kegiatan panen tersebut, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar pertanian penting di kawasan Asia. “Petani jagung berada di jantung upaya peningkatan produksi pangan. Akses terhadap teknologi benih yang andal serta praktik budidaya yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pengembangan Varietas dan Pendampingan Teknis
Varietas Dekalb DK19C “Cantik” pertama kali diperkenalkan pada akhir 2024, sementara DK79C “Kuat” diluncurkan pada kuartal ketiga tahun 2025. Kedua varietas ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan agroekologi yang berbeda. DK19C memiliki umur panen sekitar 105 hari dan dikenal dengan stabilitas hasil panennya, sedangkan DK79C dirancang untuk lahan kering dan wilayah berbukit dengan umur panen sekitar 100 hari.
Selain penggunaan benih, Bayer juga menjalankan program pendampingan teknis secara komprehensif, termasuk pelatihan teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemanfaatan platform pertanian digital.
Country Commercial Lead Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Yuchen Li, menekankan bahwa peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada varietas benih semata. “Benih berkualitas tinggi harus didukung dengan pendampingan teknis yang konsisten, akses informasi, serta praktik pertanian yang lebih baik untuk memastikan produktivitas berkelanjutan,” jelasnya.
Inisiatif Pendampingan dan Edukasi Petani
Inisiatif pendampingan Bayer mencakup ekosistem Better Life Farming bagi petani kecil, pusat riset dan pelatihan pertanian Bayer JUARA di Klaten, Jawa Tengah, serta komunitas SOBAT Bayer (Sahabat dan Penasihat Petani Bayer) yang kini beranggotakan lebih dari 1.000 orang di seluruh Indonesia. Petani juga mendapatkan dukungan melalui platform edukasi digital TANIA (Teman Petani Indonesia) untuk berbagi pengetahuan dan berdiskusi langsung mengenai praktik pertanian.












