Bupati Pati Sudewo Ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan KPK
Bupati Pati, Sudewo, kembali menjadi perhatian publik setelah ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Senin (19/1/2026). Kabar ini menyebar cepat dan memicu berbagai spekulasi terkait dugaan kasus suap jual-beli jabatan perangkat desa. Sebelumnya, Sudewo juga pernah dijebloskan ke penjara karena aksi protes masyarakat akibat kenaikan pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen.
Profil Singkat Bupati Pati Sudewo
Sudewo lahir di Pati pada 11 Oktober 1968. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Slungkep, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kayen dan SMA Negeri 1 Pati. Setelah menyelesaikan studi S1 Teknik Sipil di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada tahun 1993, ia melanjutkan studi S2 Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Karier Sudewo dimulai dari sektor konstruksi sebagai pegawai di PT Jaya Construction selama tahun 1993-1994. Kemudian ia beralih ke jalur pemerintahan sebagai tenaga honorer di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Kanwil Bali pada 1994-1995. Pada 2002, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar berpasangan dengan Juliyatmono, tetapi gagal meraih kemenangan.
Ia semakin aktif dalam dunia politik dan pernah menjadi koordinator tim sukses Pilkada Jatim 2005 serta koordinator tim sukses Pilgub Jateng pada 2008. Sudewo kemudian dipercaya menjadi Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra pada tahun 2019. Karier politiknya semakin kuat saat ia menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yaitu 2009-2013 dan 2019-2024.
Puncak karier politiknya terjadi pada Pemilu 2024, ketika Sudewo terpilih sebagai Bupati Pati periode 2025-2030, didampingi oleh Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra.
Harta Kekayaan Bupati Pati Sudewo
Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Sudewo melaporkan harta kekayaannya pada 11 April 2025 dengan jenis laporan khusus awal menjabat. Total harta kekayaan Sudewo tercatat sebesar Rp 31.519.711.746 atau sekitar Rp 31,5 miliar.
Berikut rincian harta kekayaan Sudewo:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 17.030.885.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/340 m2 di KAB / KOTA KOTA SURAKARTA , HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 151 m2/270 m2 di KAB / KOTA KOTA SURAKARTA , HASIL SENDIRI Rp. 750.000.000
…
31. Tanah Seluas 83 m2 di KAB / KOTA PATI, HASIL SENDIRI Rp. 20.700.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 6.336.050.000
1. MOBIL, TOYOTA INNOVA MINIBUS Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 120.000.000
2. MOBIL, TOYOTA HARRIER JEEP Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000
…
8. MOBIL, TOYOTA LAND CRUISER Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 1.900.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 795.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp. 5.397.500.000
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 1.960.276.746
F. HARTA LAINNYA Rp. —-
Sub Total Rp. 31.519.711.746
III. HUTANG Rp. —-
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 31.519.711.746

Pengalaman Bupati Sudewo dengan KPK
Sebelum OTT kali ini, Sudewo pernah diperiksa oleh KPK sebagai saksi terkait kasus suap pembangunan jalur kereta di Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada September 2025. Ia mengaku telah memberikan keterangan secara jujur kepada penyidik.
“Saya dipanggil, dimintai keterangan sebagai saksi, semua pertanyaan saya jawab sejujurnya dan apa adanya,” ujar Sudewo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Pada Desember 2025, KPK menyatakan masih mengumpulkan keterlibatan Sudewo dalam kasus dugaan suap tersebut. “Kami sedang mengumpulkan pada setiap perkara ini apa keterlibatannya,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu.

OTT Terbaru: Bupati Diperiksa di Polres Pati
Terkait OTT Bupati Pati Sudewo oleh KPK Senin (19/1/2026), meski KPK belum mengumumkan secara resmi daftar nama pihak yang terjaring, informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan menyebutkan bahwa kepala daerah setempat, yakni Bupati Pati Sudewo, diduga kuat menjadi target utama. Berdasarkan sumber tersebut, Sudewo tidak hanya diamankan, tetapi juga dilaporkan sempat menjalani pemeriksaan awal di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Pati.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo tidak menampik maupun membenarkan secara gamblang. Namun memastikan akan segera membuka identitas pihak yang diamankan kepada publik. “Ya, nanti kami akan update perkembangannya. Siapa saja yang diamankan, siapa saja yang dilakukan pemeriksaan, nanti kami akan sampaikan,” jelas Budi.
Amankan Pengepul dari Perangkat Daerah
Selain kepala daerah, Budi memberikan sinyal bahwa operasi ini turut mengamankan pihak yang berperan sebagai pengepul yang diduga berasal dari unsur perangkat daerah. “Ya, di antaranya itu yang diamankan (pengepul), nanti kami akan update secara lebih lengkap lagi,” tuturnya.
Budi menambahkan bahwa tim KPK saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan pendalaman terhadap sejumlah pihak. Ia meminta publik bersabar menunggu kepastian mengenai konstruksi perkara, termasuk dugaan adanya hubungan kekerabatan antara pengepul dengan kepala daerah.
“Pihak-pihak yang diamankan, siapa saja terkait dengan peristiwanya, menyoal soal apa, itu juga nanti kami akan update kembali untuk yang Pati,” ujar Budi.
Kasus Jual Beli Jabatan Muncul Lagi
Mencuatnya kabar tentang pemeriksaan Bupati Pati Sudewo oleh KPK di Kudus membuat banyak orang bertanya-tanya. Belum diketahui pemeriksaan tersebut terkait kasus apa. Namun santer kabar bahwa pemeriksaan KPK terkait dugaan kasus suap jual-beli jabatan perangkat desa.
Kabar Sudewo “dijemput” KPK itu santer beredar di media sosial berbasis masyarakat Pati. Mobil dinas Bupati Pati Sudewo yakni mobil Toyota Fortuner putih berpelat nomor K 1 A, terparkir di halaman Pendopo Kabupaten Pati. Demikian pula kendaraan pribadi Alphard putih K 1032 ZZH, terparkir di dekat tangga salah satu gedung kompleks Setda Kabupaten Pati.
Kompleks Kantor Bupati Pati juga terlihat sepi dan lengang. Di pendopo hanya ada belasan jurnalis yang menunggu kemunculan pejabat daerah untuk diwawancarai. Dihubungi TribunJateng.com melalui pesan WhatsApp, nomor Bupati Pati Sudewo menunjukkan simbol centang satu. Artinya yang bersangkutan sedang di luar jaringan (luring) atau offline).












