dailybandung.com – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengungkapkan rencananya untuk memindahkan seluruh pegawai atau ASN Badan Otorita ke kantor baru pada bulan Maret 2025 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Basuki dalam Raker bersama Komisi II DPR RI pada Rabu (12/2/2025). Menurutnya, pemindahan ini akan menjadi yang pertama kalinya dibandingkan dengan Kementerian/Lembaga lain.
Tujuan utama dari pemindahan ASN OIKN ini adalah untuk memungkinkan para pegawai fokus dalam membangun IKN. Saat ini, kantor OIKN terbagi menjadi tiga lokasi yaitu di Jakarta, Balikpapan, dan IKN. Namun, dengan pemindahan ini, diharapkan para pegawai dapat lebih fokus dalam membangun IKN ke depan.
Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini juga mengungkapkan bahwa pemindahan ini sejalan dengan selesainya pembangunan kantor baru OIKN yang ditargetkan akan rampung pada akhir bulan Februari ini. “Kantor OIKN akan selesai pada bulan ini dan semua kegiatan OIKN akan dipindahkan ke IKN. Seluruh pegawai Otorita juga akan pindah ke IKN,” tambahnya.
Selain itu, Basuki juga melaporkan bahwa saat ini proyek Ibukota baru sudah dilengkapi dengan hunian khusus untuk para ASN, TNI/Polri, dan rumah jabatan menteri. Saat ini, sudah ada 27 tower hunian vertikal yang terdiri dari 60 unit dengan luas masing-masing 98 meter persegi. Setiap unit memiliki 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi, sehingga jika digunakan oleh pegawai yang masih bujangan, dapat dihuni oleh 3 orang, sedangkan jika digunakan oleh satu keluarga, setiap keluarga akan mendapatkan satu unit.
Pak Bas, sapaan akrab Kepala OIKN Basuki, juga menambahkan bahwa pada akhir Februari ini akan ada tambahan 10 tower hunian ASN yang akan selesai dibangun. Sehingga pada awal Maret mendatang, sudah ada 37 tower hunian yang siap digunakan dan sudah dilengkapi dengan perabotan. Selain itu, ada juga rencana untuk membangun unit baru rumah menteri mengingat adanya perubahan nomenklatur kabinet Merah Putih Prabowo – Gibran yang menyebabkan penambahan jumlah Kementerian/Lembaga.
Terakhir, Basuki juga memaparkan bahwa saat ini sudah ada 36 unit rumah tapak jabatan menteri yang sedang dibangun. Namun, dengan adanya penambahan jumlah menteri, sedang dipertimbangkan untuk menambah jumlah unit rumah tapak tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Basuki saat menghadiri acara di akhir berita ini.












