dailybandung.com – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan bahwa sepanjang tahun 2024, klaim simpanan dari nasabah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang mengalami kebangkrutan atau pencabutan izin usaha mencapai Rp780 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Dewan Komisioner LPS, Didik Madiyono, dalam Konferensi Pers Tingkat Bunga Penjaminan LPS pada Kamis (23/1/2025).
Didik menjelaskan bahwa sebanyak 20 BPR telah dilikuidasi oleh LPS pada tahun 2024. Awalnya, LPS mendapat mandat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menangani 21 BPR, namun satu BPR berhasil diselamatkan. Didik juga menambahkan bahwa LPS telah menganggarkan sebesar Rp1,2 triliun untuk pembayaran klaim simpanan pada tahun 2023, dan sejauh ini sekitar Rp780 miliar telah digunakan.
Meskipun sudah ada 20 BPR yang dilikuidasi, Didik memastikan bahwa nasabah tidak perlu khawatir karena dana klaim penjaminan masih mencukupi. Jika terjadi kekurangan, LPS juga bisa menambah dana klaim tersebut. Sebagai informasi, cakupan penjaminan simpanan LPS juga berada pada level yang memadai, dimana setiap rekening simpanan nasabah perbankan di Indonesia dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank sesuai dengan amanat UU.
Data dari bulan Desember 2024 menunjukkan bahwa jumlah rekening nasabah bank umum yang dijamin seluruh simpanannya (sampai dengan Rp2 miliar) mencapai 99,94 persen dari total rekening atau setara dengan 608,85 juta rekening. Sedangkan pada BPR/BPRS, jumlah rekening yang dijamin seluruh simpanannya mencapai 99,98 persen dari total rekening atau setara dengan 15,82 juta rekening.
Dalam Konferensi Pers tersebut, Didik juga mengungkapkan bahwa LPS telah menyiapkan video yang menjelaskan tentang proses penjaminan simpanan bagi masyarakat. Video tersebut dapat diakses melalui kanal resmi LPS di Youtube.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












