jateng.
SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memulai hari dengan bersepeda menuju kantor pada hari Kamis (9/4) pagi. Namun, aksi ini justru mengejutkan karena sepeda yang dikayuhnya memiliki harga yang sangat tinggi.
Sepeda berwarna hitam tersebut merupakan merek Specialized. Seri Specialized Turbo Levo termasuk dalam kategori electric mountain bike (e-MTB) dengan desain full-suspension modern. Di pasar Indonesia, harga Specialized Turbo Levo diperkirakan berkisar antara Rp 130 juta hingga Rp 190 juta, tergantung pada spesifikasi dan komponen. Bahkan untuk varian tertinggi seperti S-Works, harganya bisa mencapai lebih dari Rp 250 juta.
Pit listrik premium ini dilengkapi motor penggerak yang terintegrasi di bagian bawah rangka serta baterai yang tersembunyi di dalam downtube. Desain ini membuat tampilannya terlihat futuristik sekaligus elegan. Teknologi ini juga memberikan bantuan tenaga saat dikayuh, sehingga cocok digunakan di berbagai medan, termasuk jalur perkotaan.
Pada hari Kamis (9/4), sebelum pergi ke kantor, Luthfi bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlebih dahulu berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman Kota Semarang. Mereka melakukan perjalanan naik sepeda sejauh tujuh kilometer mulai dari Simpang Lima-Jalan Gajahmada-Jalan Imam Bonjol-Jalan Piere Tendean-Jalan Pemuda, Tugu Muda-Jalan Pandanaran-Simpang Lima-Jalan Pahlawan hingga akhirnya tiba di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan.
Luthfi menyampaikan bahwa upaya penghematan energi harus menjadi budaya masyarakat Jawa Tengah. Menurutnya, ada banyak cara yang dapat dilakukan, seperti bersepeda ke kantor, menggunakan kendaraan listrik hingga memanfaatkan angkutan umum.
“Saya lihat ASN kita ada yang naik sepeda, ada yang naik kendaraan listrik, hingga naik angkot. Itu jangan karena ada surat edaran, tetapi jadikan budaya sehingga menjadi senang dan tidak terasa berat,” ujar eks Kapolda Jawa Tengah tersebut.
Purnawirawan polisi berpangkat komisaris jenderal itu menjelaskan bahwa gerakan bike to work bukan sekadar kampanye, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja untuk menghemat energi sekaligus berolahraga. Transformasi tersebut tercantum dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN serta Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/000.8.3/3/2026 dengan substansi serupa di lingkungan Pemprov Jateng.
Dalam aturan tersebut, diatur penerapan work from home (WFH) bagi sebagian ASN setiap Jumat, pembatasan perjalanan dinas, serta pelaksanaan rapat, bimbingan teknis, seminar, dan konferensi secara hybrid dengan memaksimalkan teknologi informasi dan komunikasi.
Selain itu, penggunaan kendaraan dinas jabatan dibatasi maksimal 50 persen. ASN juga didorong menggunakan kendaraan listrik, transportasi umum, sepeda, atau moda transportasi lain yang tidak berbasis bahan bakar fosil.
Penghematan energi juga diterapkan di lingkungan kantor, seperti penggunaan listrik pukul 06.30-15.30 WIB sesuai kebutuhan, pengaturan suhu AC pada 24-26 derajat celsius, serta mematikan lampu dan pendingin ruangan jika tidak digunakan.
ASN juga dianjurkan berjalan kaki bagi yang tinggal dalam jarak maksimal sekitar 1,5 kilometer dari kantor, menggunakan sepeda untuk jarak di bawah 10 kilometer, memanfaatkan angkutan umum, hingga menerapkan sistem berbagi kendaraan.












