Listrik vs Agya 2026, Selisih Biaya Operasional Capai Puluhan Juta

Perbandingan Biaya Operasional Mobil Listrik dan Mobil Bensin

Perhitungan biaya penggunaan harian menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan antara mobil listrik dan mobil berbahan bakar minyak. Untuk jarak tempuh sekitar 1.500 kilometer per bulan, biaya listrik berada di kisaran ratusan ribu rupiah, sementara konsumsi bensin bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah. Perbedaan ini terjadi karena efisiensi energi kendaraan listrik yang lebih tinggi.

Biaya per kilometer mobil listrik rata-rata hanya sepertiga hingga setengah dari mobil bensin, terutama karena harga listrik yang relatif stabil dibandingkan bahan bakar. Selain itu, penghematan biaya juga terlihat dalam akumulasi tahunan. Simulasi menunjukkan bahwa biaya energi mobil listrik dapat berada di kisaran Rp4–5 juta per tahun, sedangkan mobil bensin sekelas Agya bisa mencapai Rp14 juta atau lebih, tergantung harga BBM dan intensitas penggunaan.

Faktor Perawatan yang Mempengaruhi Biaya

Selain biaya energi, faktor perawatan juga turut memperlebar jarak biaya antara mobil listrik dan mobil bensin. Kendaraan listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin dan memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit. Hal ini membuat biaya servis tahunan lebih rendah dibandingkan mobil bensin.

Beberapa pihak industri otomotif telah menyampaikan pendapat mereka mengenai efisiensi ini. GAC Indonesia menyebutkan bahwa “Bisa menghemat hingga 80 persen biaya pemakaian.” Pernyataan serupa disampaikan oleh MG Motor Indonesia, yang menyebutkan bahwa “Penghematan biaya perawatan mobil listrik bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp20 juta.”

Dari sisi riset akademik, tim LPEM FEB UI mencatat potensi efisiensi yang signifikan dalam penggunaan kendaraan listrik. Mereka menyebutkan bahwa “Penghematan biaya operasional hingga Rp 6,9 juta.” Produsen kendaraan listrik juga mengungkap simulasi serupa. BYD Indonesia menyatakan bahwa “Penghematan harian: Rp 47.390.”

Dua Faktor Utama yang Menentukan Biaya Operasional

Perbedaan biaya operasional antara mobil listrik dan mobil bensin terutama dipengaruhi dua faktor utama, yaitu energi dan perawatan. Harga listrik yang lebih murah serta efisiensi sistem motor listrik membuat biaya perjalanan lebih rendah. Di sisi lain, mobil bensin masih bergantung pada fluktuasi harga BBM dan perawatan berkala yang lebih kompleks. Komponen seperti oli, filter, dan sistem pembakaran membutuhkan penggantian rutin yang menambah beban biaya.

Dalam jangka panjang, selisih ini terakumulasi cukup besar. Simulasi menunjukkan potensi penghematan bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam beberapa tahun penggunaan, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Tren dan Pertimbangan Konsumen

Hingga 2026, tren perbandingan biaya operasional menunjukkan bahwa mobil listrik unggul dalam efisiensi penggunaan harian dan biaya perawatan. Namun, pilihan kendaraan tetap dipengaruhi faktor lain seperti harga beli awal, infrastruktur pengisian daya, serta kebutuhan mobilitas masing-masing pengguna.

Seiring perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah, selisih biaya ini diperkirakan tetap menjadi faktor kunci dalam pertimbangan konsumen di Indonesia. Meskipun ada banyak manfaat yang ditawarkan oleh mobil listrik, keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan dan kondisi individu pengguna.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *