Bisnis  

Kisah Duka ke Dapur Usaha: Keripik RICCO Pekalongan Tembus Ritel Modern

Kehidupan Seorang Ibu yang Bangkit dari Kegagalan dengan Usaha Keripik Singkong

Di tengah kota Pekalongan, ada sebuah kisah inspiratif tentang ketangguhan seorang pelaku usaha kecil menengah (UMKM) yang berhasil meraih kesuksesan setelah mengalami berbagai tantangan. Nama Furoah menjadi salah satu contoh nyata bahwa ketekunan dan semangat pantang menyerah dapat mengubah hidup seseorang.

Furoah memulai perjalanan usahanya sejak tahun 2014, setelah ia kehilangan suaminya. Dengan tekad yang kuat, ia memutuskan untuk bangkit dan mencari jalan hidup baru melalui bisnis makanan ringan rumahan. Awalnya, ia mencoba menjual aneka kue seperti sus dan risol, namun tidak mendapatkan keberlanjutan yang stabil. Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya ia memilih fokus pada keripik singkong pedas manis yang kini dikenal dengan merek RICCO.

Keripik singkong ini memiliki cita rasa unik yang terdiri dari campuran pedas, manis, gurih, dan sedikit asam. Menurut Furoah, hal ini membuat produknya diminati oleh masyarakat Indonesia yang senang mengonsumsi camilan gurih dan pedas. Ia juga menyebutkan bahwa bahan baku keripik singkong relatif mudah ditemukan dan aman dari sisi ketersediaan.

Nama RICCO diambil dari bahasa Italia yang berarti ‘kaya’, yang mencerminkan cita rasa produknya yang berlapis. Meski rasa pedas menjadi dominan, Furoah tetap menjaga keseimbangan antara rasa manis dan gurih agar konsumen merasa puas.

Pada awalnya, Furoah menggunakan bahan baku ‘gelo’ yang menghasilkan keripik lebih renyah dibandingkan singkong. Namun, karena keterbatasan stok di pasaran, ia beralih ke singkong yang lebih mudah didapat. Meskipun begitu, ia tetap menjaga kualitas rasa dengan metode produksi yang konsisten dan pengukuran bahan baku secara presisi.

Pemasaran awal dilakukan dengan menitipkan produk di toko-toko sekitar Kota Pekalongan. Perlahan, penjualan berkembang hingga menjangkau wilayah Kabupaten Pekalongan, Batang, Comal, Pemalang, dan Tegal. Meskipun distribusi di beberapa daerah tersebut kini tidak lagi berjalan, Furoah berhasil meraih pencapaian baru dengan masuknya produk RICCO ke jaringan Alfamart di Kota Pekalongan.

“Masuk Alfamart itu membanggakan sekali. Banyak orang yang sebelumnya belum tahu jadi mengenal produk kami, dan penjualan pun meningkat,” katanya.

Meski demikian, Furoah mengakui masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan modal dan sistem pembayaran di ritel modern yang membutuhkan waktu pencairan cukup lama. Untuk mengatasinya, ia berusaha mengelola perputaran modal secara cermat agar usaha tetap berjalan.

Saat ini, usaha RICCO masih dikelola secara mandiri tanpa tambahan tenaga kerja. Namun, Furoah berharap ke depan usahanya terus berkembang sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk sebagai kunci utama agar konsumen melakukan pembelian ulang.

“Kalau rasanya konsisten dan enak, orang pasti balik lagi,” ujarnya.

Furoah mengajak masyarakat untuk lebih mencintai produk lokal. Menurutnya, dukungan terhadap UMKM sangat penting dalam menggerakkan perekonomian dan mengurangi angka pengangguran.

“Kalau kita tidak mendukung produk lokal, produk impor bisa merajalela. Padahal, dengan membeli produk dalam negeri, kita ikut membantu kesejahteraan masyarakat sendiri,” tegasnya.

Usaha keripik RICCO beralamat di Jalan Sugihwaras Gang 9 Nomor 31, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, dan terus berupaya memperluas jangkauan pasar dengan harapan dapat bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan industri makanan ringan.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *