Pencairan Dana Desa 2026 di Kabupaten Badung, Bali
Pemerintah akan segera mencairkan dana desa tahun 2026 untuk wilayah Kabupaten Badung, Bali dengan total anggaran sebesar Rp 16 miliar. Dana tersebut akan disalurkan kepada 46 desa yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Dalam perbandingan dengan tahun lalu, alokasi dana desa di Kabupaten Badung mengalami penurunan signifikan dari sebelumnya sebesar Rp 51 miliar.
Dana Desa merupakan bagian dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan bagi desa dalam rangka mendukung pendanaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan kemasyarakatan. Pencairan dana desa tahun 2026 telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.
Secara nasional, total pagu Dana Desa 2026 mencapai sebesar Rp60,57 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 58,03 persen atau sekitar Rp34,57 triliun dialokasikan untuk Koperasi Desa Merah Putih. Sementara itu, dana desa reguler tersisa sebesar Rp25 triliun.
Jadwal Pencairan Dana Desa 2026
Berdasarkan Pasal 22 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026, pencairan dana desa 2026 dilakukan dalam dua tahap, yaitu:
- Tahap I: Sebesar 40 persen dari pagu Dana Desa reguler setiap desa, dilakukan paling lambat bulan Juni 2026.
- Tahap II: Sebesar 60 persen dari pagu Dana Desa reguler setiap desa, dilakukan paling cepat bulan April 2026.
Untuk desa mandiri, jadwal pencairannya berbeda, yaitu:
- Tahap I: Sebesar 60 persen dari pagu Dana Desa reguler setiap desa, dilakukan paling lambat bulan Juni 2026.
- Tahap II: Sebesar 40 persen dari pagu Dana Desa reguler setiap desa, dilakukan paling cepat bulan April 2026.
Penggunaan Dana Desa 2026
PMK Nomor 7 Tahun 2026 juga menjelaskan penggunaan dana desa. Dana Desa dapat digunakan untuk dana operasional Pemerintah Desa dengan batas maksimal sebesar 3 persen dari pagu Dana Desa reguler.
Penggunaan dana desa diutamakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, antara lain:
- Penanganan kemiskinan ekstrem dengan penggunaan Dana Desa untuk bantuan langsung tunai Desa dengan target keluarga penerima manfaat yang menggunakan data Pemerintah sebagai acuan;
- Penguatan Desa berketahanan iklim dan tangguh bencana;
- Peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan skala Desa;
- Program ketahanan pangan atau lumbung pangan, energi, dan lembaga ekonomi Desa lainnya;
- Dukungan implementasi KDMP (Kemitraan Desa Mandiri Percepatan);
- Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur Desa melalui program padat karya tunai Desa;
- Pembangunan infrastruktur digital dan teknologi di Desa; dan/atau
- Program sektor prioritas lainnya di Desa termasuk pengembangan potensi dan keunggulan Desa.
Besaran Dana Desa 2026 Tiap Desa di Kabupaten Badung
Berikut adalah besaran dana desa 2026 untuk masing-masing desa di Kabupaten Badung:
- Munggu: Rp 373.456.000
- Buduk: Rp 373.456.000
- Mengwitani: Rp 373.456.000
- Penarungan: Rp 373.456.000
- Sembung: Rp 362.988.000
- Baha: Rp 319.804.000
- Mengwi: Rp 373.456.000
- Kekeran: Rp 373.456.000
- Sobangan: Rp 373.456.000
- Gulingan: Rp 373.456.000
- Werdi Bhuwana: Rp 356.173.000
- Cemagi: Rp 355.227.000
- Pererenan: Rp 305.258.000
- Tumbakbayuh: Rp 314.689.000
- Kuwum: Rp 306.948.000
- Darmasaba: Rp 373.456.000
- Sibangkaja: Rp 373.456.000
- Sibanggede: Rp 373.456.000
- Jagapati: Rp 323.158.000
- Angantaka: Rp 329.028.000
- Sedang: Rp 338.592.000
- Mambal: Rp 351.019.000
- Abiansemal: Rp 373.456.000
- Bongkasa: Rp 373.456.000
- Taman: Rp 373.456.000
- Blahkiuh: Rp 357.660.000
- Ayunan: Rp 283.055.000
- Sangeh: Rp 323.213.000
- Punggul: Rp 320.275.000
- Mekar Bhuwana: Rp 352.193.000
- Abiansemal Dauh Yeh Cani: Rp 373.456.000
- Selat: Rp 286.060.000
- Bongkasa Pertiwi: Rp 296.144.000
- Carangsari: Rp 373.456.000
- Petang: Rp 340.882.000
- Belok/Sidan: Rp 373.456.000
- Pelaga: Rp 373.456.000
- Getasan: Rp 276.176.000
- Pangsan: Rp 280.829.000
- Sulangai: Rp 355.064.000
- Pecatu: Rp 373.456.000
- Ungasan: Rp 373.456.000
- Kutuh: Rp 362.255.000
- Tibubeneng: Rp 373.456.000
- Canggu: Rp 372.157.000
- Dalung: Rp 373.456.000
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












